Ribuan Pemimpin Dunia Berkumpul di Singapura, Bahas Krisis Air Global

GLOBAL148 Dilihat

SINGAPURA, SINKAP.info – Lebih dari 2.000 pemimpin, pakar, dan praktisi dari berbagai negara dijadwalkan berkumpul dalam ajang Singapore International Water Week (SIWW) 2026 yang berlangsung pada 15–18 Juni 2026 di Sands Expo and Convention Centre, Singapura.

Forum internasional dua tahunan yang memasuki penyelenggaraan ke-11 ini akan menjadi wadah bagi pemerintah, kota, utilitas, akademisi, dan pelaku industri untuk membahas berbagai tantangan global terkait pengelolaan air perkotaan, ketahanan pesisir, pengendalian banjir, serta kebutuhan air bagi sektor industri.

Penyelenggara menyebutkan, meningkatnya tekanan terhadap sistem air perkotaan yang menua, tingginya biaya energi, meningkatnya permintaan air, eksploitasi sumber daya air yang tidak berkelanjutan, hingga semakin seringnya banjir ekstrem menjadi tantangan utama yang dihadapi banyak negara saat ini.

Kondisi tersebut diperparah oleh laju urbanisasi, pertumbuhan ekonomi, perubahan iklim, kenaikan permukaan laut, serta meningkatnya kebutuhan air dari industri yang intensif menggunakan sumber daya air, termasuk pusat data (data center).

Untuk menjawab tantangan tersebut, SIWW 2026 akan mengangkat tiga tema utama, yakni solusi pengelolaan air perkotaan, ketahanan pesisir dan pengendalian banjir, serta solusi pengelolaan air bagi sektor industri.

Selama empat hari pelaksanaan, lebih dari 80 sesi diskusi akan digelar dalam berbagai format, mulai dari panel tingkat tinggi, forum, lokakarya, pertemuan meja bundar, hingga acara mitra strategis. Selain dihadiri sekitar 2.000 pemimpin dan pakar global, ajang ini juga diperkirakan menarik lebih dari 25.000 pengunjung bisnis dari berbagai negara.

MENARIK DIBACA:  Wel-Bloom Biotech Rilis Wel-ROS6, Roselle Hitam dengan Antosianin Tertinggi!

Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Perdagangan dan Industri Singapura, Gan Kim Yong, dijadwalkan membuka secara resmi SIWW 2026 pada 16 Juni mendatang. Pada kesempatan yang sama juga akan digelar penyerahan Lee Kuan Yew Water Prize 2026 kepada Profesor Joan Bray Rose atas kontribusinya di bidang pengelolaan sumber daya air.

Forum tingkat menteri juga akan menjadi salah satu agenda utama dalam rangkaian acara. Menteri Keberlanjutan dan Lingkungan Singapura, Grace Fu, bersama sejumlah menteri lingkungan dan sumber daya air dari berbagai negara akan membahas strategi kolaborasi global dalam menghadapi tantangan air dan perubahan iklim.

Selain forum kebijakan, SIWW 2026 juga menghadirkan berbagai platform pertukaran gagasan dan inovasi seperti SIWW Keynotes, Titans of Industry, Coastal and Flood Resilience Leaders Summit, serta Water Leaders Summit yang mempertemukan pemimpin pemerintah, kota, utilitas, dan industri dari berbagai belahan dunia.

Di bidang teknologi, Water Convention, TechXchange, dan Industrial Water Solutions Forum akan menjadi ruang bagi para ahli, penyedia teknologi, perusahaan rintisan, operator utilitas, dan pelaku industri untuk berbagi solusi terkait pengelolaan air yang lebih efisien dan berkelanjutan.

Sementara itu, Water Expo yang diselenggarakan bersama IFAT akan menjadi pusat pameran teknologi dan bisnis sektor air terbesar dalam acara tersebut. Pameran ini akan menghadirkan lebih dari 20 paviliun dan hampir 500 peserta pameran internasional yang menampilkan inovasi terbaru dalam bidang pengelolaan air, ketahanan pesisir, dan pengendalian banjir.

MENARIK DIBACA:  Far East Hospitality Tambah Dua Hotel di Osaka, Targetkan 2.000 Kamar Jepang

Penyelenggara juga mengungkapkan bahwa lebih dari 55 perusahaan utilitas air dari Amerika Serikat, Eropa, Timur Tengah, Australia, dan Asia akan berpartisipasi dalam SIWW 2026. Sekitar 40 di antaranya akan diwakili langsung oleh pimpinan tertinggi perusahaan.

Selain itu, hampir 30 kota dunia, termasuk Kopenhagen, Rotterdam, Hong Kong, New York, Dubai, Jakarta, Melbourne, Tokyo, dan Yokohama, akan mengirimkan perwakilan untuk berbagi pengalaman dalam menghadapi tantangan pengelolaan air dan perubahan iklim.

Sejumlah organisasi internasional seperti Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC), Asian Development Bank (ADB), World Bank Group, C40 Cities, International Water Association, serta International Desalination and Reuse Association juga dijadwalkan hadir dalam forum tersebut.

Sebagai salah satu program strategis Pemerintah Singapura, SIWW bertujuan mendorong pertumbuhan industri air dan pengembangan teknologi pengelolaan air yang berkelanjutan. Forum ini juga menjadi bagian dari inisiatif Go Green SG dan Tahun Adaptasi Iklim Singapura yang mendorong kolaborasi global menuju pembangunan berkelanjutan dan ketahanan iklim.

Melalui SIWW 2026, Singapura berharap dapat memperkuat kerja sama internasional, mempercepat adopsi teknologi inovatif, serta membuka peluang investasi dan kemitraan baru dalam menghadapi tantangan pengelolaan air dan perubahan iklim di masa depan.