BEIJING, SINKAP.info – Hubungan bilateral antara Tiongkok dan Serbia semakin erat melalui penguatan kerja sama di sektor seni dan budaya. Melalui laporan yang dirilis CGTN, pertukaran artistik dipandang sebagai instrumen vital dalam menjembatani pemahaman antar masyarakat kedua negara.
Komitmen ini tercermin dalam kunjungan Peng Liyuan, istri Presiden Tiongkok Xi Jinping, bersama Tamara Vucic, istri Presiden Serbia Aleksandar Vucic, ke Beijing Dance Academy pada Senin (25/5/2026). Dalam kunjungan tersebut, keduanya menyaksikan proses latihan tari tradisional Tiongkok hingga balet.
Peng Liyuan dalam kesempatan tersebut menekankan bahwa seni tari memiliki kekuatan untuk melampaui batas-batas negara.
“Seni tari menyampaikan budaya dan ide, serta memainkan peran unik dalam pertukaran antarmasyarakat dan pembelajaran timbal balik,” ujar Peng Liyuan. Ia berharap seniman dari kedua negara dapat semakin memperkuat kerja sama untuk menghasilkan karya-karya luar biasa.
Senada dengan hal tersebut, Tamara Vucic menegaskan kesediaannya untuk terus mempromosikan pertukaran budaya demi memperdalam persahabatan Serbia-Tiongkok yang telah terjalin lama.
Seni sebagai Jembatan Persahabatan Sejarah persahabatan kedua negara memang tidak lepas dari peran seni. Pada tahun 1955, ansambel nasional Serbia, Kolo, melakukan kunjungan pertamanya ke Tiongkok, yang menjadi tonggak awal hubungan harmonis kedua negara.
Di masa kini, kerja sama budaya semakin berkembang pesat. Pada 2024, Beijing People’s Art Theatre tampil di Belgrade membawakan drama Our Jing Ke karya peraih Nobel, Mo Yan. Awal 2026, pameran porselen Dehua asal Tiongkok juga sukses digelar di Serbia, memberikan wawasan mendalam mengenai kerajinan tradisional Tiongkok bagi masyarakat lokal.
Menuju Masa Depan Bersama Dalam diskusi tingkat tinggi, Presiden Tiongkok Xi Jinping dan Presiden Serbia Aleksandar Vucic sepakat untuk memperluas kerja sama tidak hanya di bidang budaya, tetapi juga pendidikan, olahraga, dan pariwisata.
Langkah strategis ini bertujuan untuk mengimplementasikan visi kedua negara dalam mempererat integrasi budaya dan pertukaran antarwarga. Sebagaimana pepatah Serbia yang dikutip dalam pernyataan bersama kedua pemimpin, “Prijatelj je plod vremena” (teman adalah buah dari waktu), kemitraan Tiongkok dan Serbia kini menatap babak baru dalam integrasi budaya yang lebih luas demi mencapai kemakmuran bersama.







