BANGKOK, SINKAP.info – PTT Oil and Retail Business Public Company Limited (OR), operator ritel energi dan lifestyle terbesar di Thailand, mengumumkan strategi transformasi besar-besaran menjelang 2030, dengan total investasi 58.000 juta baht (sekitar USD 1,84 miliar) untuk memperluas ekosistem mobilitas, ritel, dan layanan digital.
Laporan keuangan 2025 OR mencatat EBITDA sebesar 20.357 juta baht (USD 645 juta), naik 15,2% dibanding tahun sebelumnya, sementara laba bersih meningkat 47,8% menjadi 11.304 juta baht (USD 357 juta), meski total pendapatan turun 9,0%. Peningkatan laba mencerminkan pengelolaan biaya yang lebih efisien sekaligus pergeseran fokus ke ekspansi berbasis ekosistem yang mengintegrasikan mobilitas, ritel, dan layanan digital.
Rencana lima tahun (2026–2030) memprioritaskan pengembangan infrastruktur mobilitas, peningkatan platform lifestyle, perluasan jaringan pengisian kendaraan listrik (EV Station PluZ), dan investasi inovasi. OR menargetkan untuk menghubungkan 5 juta pengguna harian di seluruh jaringan stasiun layanan, yang saat ini melayani 3,9 juta pengguna per hari.
Selain itu, jaringan stasiun OR menggabungkan ritel bahan bakar, pengisian EV, layanan makanan dan minuman, kesehatan, serta lifestyle. Café Amazon, jaringan kopi milik OR, memiliki lebih dari 4.600 outlet di Thailand dan luar negeri, menjadi magnet kunjungan konsumen. OR juga bekerja sama dengan Centara mengembangkan hotel anggaran di stasiun PTT, menambah layanan dari sekadar kenyamanan harian menjadi opsi akomodasi semalam.
Percepatan adopsi kendaraan listrik di Asia Tenggara mendorong OR untuk memperluas jaringan EV Station PluZ di seluruh jaringan stasiun bahan bakar, memanfaatkan peluang pertumbuhan jangka panjang sekaligus membuka akses bagi mitra regional untuk memasuki pasar Asia.
Platform digital OR, termasuk aplikasi loyalitas blueplus+ yang memiliki 9,3 juta anggota terdaftar, memungkinkan pemantauan perilaku konsumen, personalisasi layanan, dan membuka aliran pendapatan baru. Target OR, anggota mencapai 14 juta pada 2030. Model ini memperkuat basis data-led engagement konsumen saat OR menyiapkan ekspansi lintas negara di Asia.
CEO OR, M.L. Peekthong Thongyai, mengatakan, “Strategi kami sederhana: integrasi dan sinergi melalui model yang skalabel. Kami telah membangun ekosistem digital-fisik yang menguntungkan dan kini mencari mitra strategis untuk mendorong pertumbuhan di sektor mobilitas dan konsumen Asia yang cepat berkembang.”







