SINGAPURA, SINKAP.info – Kawasan Asia Pasifik semakin mengukuhkan posisinya sebagai pusat perdagangan global, dengan Singapura menempati peringkat pertama dunia dalam laporan DHL Global Connectedness Report 2026.
Laporan yang disusun oleh DHL bersama New York University Stern School of Business tersebut menunjukkan bahwa globalisasi tetap berada pada level tinggi, mencapai 25 persen pada 2025, meskipun di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik dan kebijakan tarif.
Asia Pasifik menjadi salah satu pilar utama dalam konektivitas global, dengan kontribusi perdagangan kawasan Asia Timur dan Pasifik meningkat dari 24 persen pada 2001 menjadi 32 persen pada 2025. Sejumlah negara di kawasan juga mencatat kenaikan peringkat konektivitas global, termasuk Malaysia, Thailand, Korea Selatan, Taiwan, dan Vietnam.
Selain itu, perdagangan intra-Asia terus menguat sejak 2023. Peningkatan ekspor China ke kawasan ASEAN, yang naik 13 persen pada 2025, turut memperkuat posisi Asia Tenggara sebagai koridor perdagangan yang berkembang pesat.
Singapura mempertahankan posisi teratas dari 180 negara, didukung oleh kedalaman arus perdagangan dan investasi yang tinggi. Negara kota tersebut juga mencatat peringkat pertama dalam aliran perdagangan serta unggul dalam investasi asing langsung (FDI).
CEO DHL Express Asia Pasifik, Ken Lee, menyatakan bahwa kawasan ini menunjukkan ketahanan dan kemampuan adaptasi yang luar biasa.
“Asia tetap menjadi mesin utama perdagangan global, meskipun terjadi perubahan pola perdagangan dunia,” ujarnya.
Laporan tersebut juga mencatat bahwa lonjakan perdagangan pada 2025 didorong oleh meningkatnya permintaan produk terkait kecerdasan buatan (AI). Produk AI menyumbang sekitar 42 persen pertumbuhan perdagangan barang global pada tiga kuartal pertama tahun tersebut.
Di sisi lain, ketegangan antara Amerika Serikat dan China memang berdampak pada penurunan porsi perdagangan kedua negara, dari 2,7 persen pada 2024 menjadi 2,0 persen pada 2025. Namun, dampak tersebut relatif kecil terhadap keseluruhan arus perdagangan global.
Ke depan, perdagangan global diproyeksikan tetap tumbuh rata-rata 2,6 persen per tahun hingga 2029, meskipun adanya kenaikan tarif. Hal ini didukung oleh diversifikasi pasar dan peningkatan kerja sama perdagangan antarnegara.
Direktur DHL Initiative on Globalization di NYU Stern, Steven A. Altman, menilai bahwa arus globalisasi tetap tangguh di tengah tekanan geopolitik. Ia menegaskan bahwa Asia Pasifik akan terus memainkan peran penting dalam menjaga konektivitas ekonomi dunia.
Selain arus perdagangan, laporan juga menunjukkan bahwa mobilitas manusia termasuk perjalanan, migrasi, dan pendidikan telah pulih sepenuhnya dan bahkan mencapai rekor tertinggi, terutama di pusat-pusat global seperti Singapura dan Hong Kong.
Secara keseluruhan, laporan ini menegaskan bahwa meskipun dinamika geopolitik meningkat, dunia belum terpecah menjadi blok-blok ekonomi yang saling bersaing. Sebaliknya, kerja sama lintas negara tetap berlangsung dan terus berkembang, dengan Asia Pasifik sebagai salah satu motor utamanya.







