Wibmo Luncurkan ARIA, AI Canggih untuk Perangi Penipuan Keuangan Digital Global

GLOBAL, TEKNOLOGI31 Dilihat

MUMBAI, SINKAP.info – Wibmo, perusahaan PayU yang bergerak di bidang solusi keamanan pembayaran digital, meluncurkan Agentic Risk Intelligence Assistant (ARIA), platform berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang dirancang untuk meningkatkan efektivitas operasi pencegahan kejahatan keuangan di sektor perbankan dan layanan pembayaran.

Peluncuran ARIA dilakukan dalam acara industri bertajuk Securing Digital Payments: Innovation, Intelligence & Trustyang digelar di Jio World Convention Centre, Mumbai, India, pada 22 Juni 2026.

Platform ARIA hadir untuk membantu lembaga keuangan menghadapi tantangan penipuan digital yang semakin kompleks. Solusi ini dirancang untuk mendukung berbagai fungsi operasional, mulai dari pencegahan penipuan (fraud), Anti-Money Laundering (AML), Know Your Customer (KYC), hingga penanganan sengketa transaksi.

Menurut Wibmo, ARIA menggabungkan kemampuan analisis berbasis AI dengan pengawasan dan pengambilan keputusan oleh manusia. Pendekatan tersebut memungkinkan peningkatan efisiensi tanpa mengurangi aspek tata kelola dan akuntabilitas dalam pengelolaan risiko.

Berdasarkan pemodelan awal perusahaan, ARIA mampu memangkas waktu investigasi kasus lebih dari 70 persen melalui penggunaan agen AI yang bekerja secara real-time. Selain itu, platform ini ditargetkan memiliki tingkat akurasi rekomendasi mendekati 90 persen guna membantu tim risiko meningkatkan kualitas pengambilan keputusan.

MENARIK DIBACA:  Bybit Tingkatkan Standar Kepatuhan dengan Keanggotaan VerifyVASP Alliance

Chief Executive Officer (CEO) Wibmo, Shailesh Paul, mengatakan perkembangan modus penipuan digital dan tuntutan regulasi yang semakin kompleks menuntut lembaga keuangan untuk mengelola risiko secara lebih efektif dengan sumber daya yang terbatas.

“ARIA dirancang untuk membantu lembaga keuangan berkembang secara cerdas melalui perpaduan kecepatan dan kemampuan analisis AI dengan pertimbangan, pengawasan, dan pertanggungjawaban manusia. Meskipun agen AI membantu analisis data dan penyusunan rekomendasi, setiap keputusan penting tetap sepenuhnya berada di bawah kendali manusia,” ujar Shailesh Paul.

ARIA bekerja dengan mengumpulkan dan menganalisis berbagai sumber data, termasuk transaksi, model risiko, riwayat pelanggan dan pedagang, pola transaksi yang saling terkait, serta data historis penipuan. Informasi tersebut kemudian diolah menggunakan model AI untuk menghasilkan rekomendasi yang didukung bukti dan dapat diaudit.

Selain mendukung investigasi dan pengambilan keputusan, platform ini juga mampu membantu pelaksanaan tindakan operasional, seperti komunikasi dengan pelanggan dan pedagang, pengurangan peringatan palsu (false positive), hingga deteksi dini terhadap pola anomali yang berpotensi menjadi ancaman baru.

Wibmo menegaskan ARIA berbeda dengan sistem AI yang sepenuhnya otonom. Platform ini dibangun dengan pendekatan yang mengutamakan tata kelola, transparansi, dan kepatuhan terhadap standar industri keuangan.

MENARIK DIBACA:  Distrik Chaoyang Beijing Berupaya Membangun Zona Ekonomi Pesisir Kelas Dunia

Setiap rekomendasi yang dihasilkan tetap harus melalui proses persetujuan yang berlaku di institusi pengguna. Selain itu, seluruh aktivitas dan analisis AI tercatat dalam jejak audit yang memungkinkan proses evaluasi dilakukan secara menyeluruh.

Platform ini juga mengintegrasikan berbagai agen AI khusus untuk penanganan penipuan, AML, KYC, dan sengketa transaksi dalam satu sistem terpadu, sehingga memudahkan koordinasi dan pengelolaan risiko secara lebih efisien.

Peluncuran ARIA turut dihadiri lebih dari 50 pemimpin industri dari sektor perbankan, teknologi finansial, jaringan pembayaran, dan perusahaan teknologi. Mereka membahas perkembangan keamanan pembayaran digital, teknologi autentikasi, serta pemanfaatan AI dalam mendukung pengelolaan risiko keuangan.

Sejumlah perusahaan dan organisasi yang berpartisipasi dalam diskusi tersebut antara lain PayU, NPCI Bharat Billpay, Visa, Mastercard, Flipkart, CSB Bank, Jio Payment Solutions, dan Network International.

Wibmo sendiri merupakan perusahaan teknologi pembayaran global yang beroperasi di India, Amerika Serikat, dan Indonesia. Selain dikenal sebagai salah satu penyedia layanan autentikasi pembayaran terbesar di India, perusahaan ini juga menawarkan berbagai solusi pengelolaan risiko, layanan keuangan digital, sistem pembayaran prabayar, serta layanan penerimaan pembayaran bagi pelaku usaha.