Sen. Agu 26th, 2019

SINKAP

Suara Anak Bangsa

Efek Konsumsi Cacing yang Terdapat di Sarden Makarel

Sinkap –  Terdapat 27 merek ikan makarel kalengan yang beredar di pasaran positif mengandung cacing parasit anisakis sp. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengungkapkan efek mengonsumsi cacing tersebut.

“Efeknya pertama standar ikan itu tidak ada cacingnya, artinya kalau ada cacing tidak sesuai standar. Cacing itu sebetulnya mati, artinya dari sisi safety, kematian cacing di dalam (ikan kalengan) itu tidak apa-apa,” kata Direktur Inspeksi dan Sertifikasi Pangan BPOM, Tetty Helfery Sihombing saat ditemui wartawan di kantornya di Jalan Percetakan Negara, Jakarta Pusat, Kamis (29/3).

Meski begitu menurut Tetty, cacing itu mungkin saja mengeluarkan zat-zat tertentu, sehingga BPOM perlu melakukan antisipasi dengan tetap menarik 27 merek makarel kalengan itu dari peredaran.

MENARIK DIBACA:  Polisi Tangkap Pilot IR yang Menyebarluaskan Pesan Aksi 22 Mengatasnamakan Jihad

“Cacing ini bisa saja mengeluarkan zat-zat tertentu ada menyebabkan alergi pada orang-orang tertentu,” ucapnya.

[lightbox thumb=”https://sinkap.info/wp-content/uploads/2018/03/sarden-mengandung-cacing-pita_20180322_142442.jpg”]Tetty mengimbau agar konsumen lebih cerdas dalam mengonsumi makanan dan minuman. Selalu cek kemasan, label, izin edar dan tanggal kadaluarsanya. Apabila menemukan hal yang mencurigakan segera lapor ke BPOM.

“Kita minta masyarakat cerdas. Periksa nomor-nomor bets yang kami infokan. Kalau masih ada di lapangan beri tahu kita dan kita pastikan itu ditarik,” katanya.

Sementara itu Kepala Badan Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM), Kementarian Kelautan dan Perikanan, Rina mengatakan cacing parasit anisakis sp yang ditemukan dalam produk ikan makarel kaleng aman dikonsumsi.

MENARIK DIBACA:  Sejarah Perang Air (Cian cui) di Selatpanjang - Kepulauan Meranti

“Itu cacing sudah mati. Hanya (masalah) estetika aja. Sudah mati, tidak berbahaya,” kata Kepala BKIPM KKP Rina s, Kamis (29/3). (admin)

Sumber: kumparan.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »