Malaysia Borong 20 Penghargaan Energi ASEAN 2026, Delapan Proyek Jadi Juara Utama

GLOBAL, TEKNOLOGI105 Dilihat

MANILA, SINKAP.info – Malaysia mencatat prestasi dalam ajang ASEAN Energy Awards (AEA) 2026 dengan meraih 20 penghargaan tingkat regional, terdiri dari delapan juara, tujuh peringkat pertama (First Runner-Up), dan lima peringkat kedua (Second Runner-Up).

Capaian tersebut meningkat dibandingkan 2025. Pada ajang tahun sebelumnya, Malaysia meraih 16 penghargaan dengan enam di antaranya sebagai pemenang kategori.

Kementerian Peralihan Tenaga dan Transformasi Air Malaysia (PETRA) menyebut peningkatan tersebut menunjukkan semakin kuatnya kemampuan organisasi di Malaysia dalam menerapkan solusi efisiensi energi dan energi terbarukan.

Penghargaan diberikan melalui kategori ASEAN Energy Efficiency and Conservation Best Practices Awards serta ASEAN Renewable Energy Project Awards.

Berbagai proyek Malaysia yang mendapatkan pengakuan mencakup bangunan hemat energi dan ramah lingkungan, biogas, tenaga surya, mikrohidro, hingga teknologi energi baru seperti hidrogen hijau, waste-to-energy, dan sistem penyimpanan energi baterai atau Battery Energy Storage System (BESS).

Berawal dari Penghargaan Tingkat Nasional

Sebelum bersaing di tingkat ASEAN, organisasi-organisasi tersebut terlebih dahulu mendapatkan pengakuan melalui National Energy Awards (NEA).

NEA menjadi wadah Malaysia untuk mengidentifikasi dan memberikan penghargaan kepada organisasi yang dinilai memiliki potensi bersaing di tingkat regional. Para pemenang NEA 2026 kemudian mewakili Malaysia dalam AEA 2026 untuk mempresentasikan pencapaian serta praktik terbaik di sektor energi berkelanjutan.

PETRA menilai capaian tersebut menunjukkan kemampuan industri, dunia usaha, dan institusi Malaysia dalam menerjemahkan agenda transisi energi nasional menjadi solusi yang dapat diterapkan.

MENARIK DIBACA:  Mahjong Termahal Dunia Diluncurkan, Hasil Penjualannya Demi Harapan Baru Anak Penderita Kanker Otak

Pemerintah Malaysia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, industri, dan pemangku kepentingan lainnya dalam memperkuat ekosistem energi nasional.

ASEAN Energy Awards 2026 diserahkan di Manila, Filipina, bersamaan dengan 44th ASEAN Ministers on Energy Meeting (AMEM) dan ASEAN Energy Business Forum (AEBF).

Perkuat Target Transisi Energi Malaysia

Capaian Malaysia di AEA 2026 sejalan dengan sasaran National Energy Policy 2022–2040 dan National Energy Transition Roadmap (NETR).

Kedua kebijakan tersebut diarahkan untuk membangun sistem energi yang aman, berkelanjutan, dan inklusif sekaligus meningkatkan daya saing ekonomi Malaysia dalam jangka panjang.

Upaya tersebut juga diperkuat melalui National Energy Efficiency Action Plan 2.0 (NEEAP 2.0) untuk periode 2026–2035.

Program tersebut menargetkan penghematan energi kumulatif sebesar 815.000 terajoule (TJ) selama 10 tahun. Pemerintah Malaysia memperkirakan kebijakan itu dapat menghasilkan penghematan energi sekitar RM85 miliar, menarik investasi swasta hingga RM36 miliar, serta menciptakan sekitar 29.000 lapangan kerja.

Selain itu, Energy Efficiency and Conservation Act 2024, NETR, dan NEEAP 2.0 menjadi landasan kebijakan dan regulasi untuk mempercepat efisiensi energi, mendorong investasi dan inovasi, serta memperkuat ketahanan energi Malaysia.

PETRA bersama Sustainable Energy Development Authority (SEDA) Malaysia dan pemangku kepentingan terkait berkomitmen melanjutkan kerja sama dengan industri.

Fokusnya mencakup peningkatan penerapan praktik hemat energi, perluasan penggunaan energi terbarukan, serta pengembangan inovasi dan investasi untuk mendukung agenda transisi energi Malaysia.

MENARIK DIBACA:  Asia Pasifik Makin Dominan, Singapura Jadi Negara Paling Terhubung Perdagangan Dunia Saat Ini

20 Proyek Malaysia Raih Pengakuan

Dari total 20 penghargaan yang diraih, sejumlah proyek mencatat posisi sebagai pemenang kategori.

Pada kategori Green Building Awards, Gamuda Land melalui Wetlands Arboretum Centre meraih posisi Winner untuk kategori Tropical Building. TKCA Architects Sdn. Bhd. melalui The Spectrum House juga meraih Winner pada kategori Green Residential.

Sementara itu, kategori ASEAN Renewable Energy Project Awards menghasilkan sejumlah kemenangan bagi Malaysia.

Cenergi FJP melalui proyek pembangkit biogas berbasis Palm Oil Mill Effluent (POME) terbesar di Malaysia meraih Winner kategori On-Grid Utility Scale. TONIBUNG melalui proyek Walou Micro: Hydro Solar Hybrid juga meraih Winner kategori On-Grid Small Scale.

Penghargaan Winner lainnya diraih Indah Water Konsortium melalui proyek Waste to Energy Integration at Langat RSTP, Sarawak Energy Berhad melalui proyek sistem hidrogen tenaga surya PowerCube, serta N.U.R. Power Sdn. Bhd. melalui integrasi sistem Battery Energy Storage System (BESS) di Kulim Hi-Tech Park.

GLT BP Power Sdn. Bhd. juga meraih Winner pada kategori National Strategic Excellence melalui proyek Centralised Biogas Hub, yang disebut sebagai fasilitas terintegrasi POME-to-Power pertama Malaysia.

Selain delapan pemenang kategori, tujuh proyek Malaysia meraih First Runner-Up dan lima proyek lainnya menempati posisi Second Runner-Up.

Capaian tersebut dinilai mencerminkan perkembangan sektor energi Malaysia dalam mengembangkan solusi efisiensi energi dan energi terbarukan sekaligus memperkuat kontribusinya terhadap agenda energi berkelanjutan di kawasan ASEAN.