South Queen Hadir Bawa Hipdut, Dangdut dan Hip-Hop Jadi Musik Generasi Muda

HIBURAN108 Dilihat

JAKARTA, SINKAP.info – Warna baru mewarnai industri musik Indonesia. South Queen, girl group yang memperkenalkan konsep hipdut, hadir dengan memadukan karakter musik dangdut, groove hip-hop, serta produksi musik modern untuk menyasar generasi muda.

South Queen memperkenalkan identitas musikal tersebut dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (9/10/2026). Grup ini sekaligus memperkenalkan single debut berjudul “WAW (What Are We) Baby?”, karya CongQ Perwira dan Azmita Putri Sherlian.

Bagi South Queen, lagu tersebut bukan sekadar debut, melainkan menjadi pintu masuk untuk memperkenalkan konsep hipdut yang mereka usung. Musiknya memadukan unsur dangdut dengan hip-hop, pop modern, rap, harmonisasi vokal, serta pendekatan visual yang dirancang lebih dekat dengan budaya populer generasi masa kini.

Dangdut Bertemu Hip-Hop

South Queen menjadikan dangdut sebagai fondasi utama musik mereka. Ketukan kendang, karakter melodi dan vokal khas dangdut dipadukan dengan beat modern serta koreografi enerjik.

Pendekatan tersebut menjadi upaya South Queen menunjukkan bahwa dangdut tetap dapat berkembang mengikuti perubahan zaman tanpa harus kehilangan identitasnya sebagai musik yang berakar dari budaya Indonesia.

Konsep hipdut juga tidak hanya diterapkan melalui musik. Koreografi, busana, visual artistik, hingga karakter masing-masing personel dirancang sebagai satu kesatuan untuk membangun identitas grup.

MENARIK DIBACA:  Ayana Moon, Hidayah Menyapa Bidadari Asal Korea

Dengan pendekatan feminin, playful, dan bold, South Queen ingin membawa musik berakar lokal lebih dekat dengan generasi muda sekaligus membuka peluang agar dangdut memiliki daya tarik yang lebih luas.

Diperkuat Empat Personel

South Queen diperkuat empat personel, yakni Syafira, Alika, Diva, dan Gaby. Keempatnya memiliki latar belakang berbeda di dunia hiburan, mulai dari tarik suara, akting, modeling, hingga industri digital.

Syafira atau @syaffebrina merupakan penyanyi yang sebelumnya mengikuti ajang Indonesian Idol musim ke-14. Pengalamannya di dunia tarik suara menjadi salah satu fondasi vokal dalam membangun karakter musikal South Queen.

Sementara Alika atau @aliikadinda memiliki pengalaman sebagai mantan trainee idol K-Pop sebelum berkembang sebagai aktris dan model. Pengalaman tersebut mendukung kemampuan performance, koreografi, dan pembentukan identitas visual grup.

Diva atau @divaratu melengkapi grup dengan pengalaman akting melalui sejumlah judul, di antaranya 12 IPA 4, Ipar Adalah Maut: The Series, dan Panggilan MKF. Kemampuan membangun karakter menjadi salah satu kekuatan dalam penampilan South Queen.

Adapun Gaby atau @gabykelyan_ dikenal sebagai influencer, model, dan aktris yang tampil dalam Suara Kamar Sebelah. Pengalamannya di dunia digital menjadi modal bagi South Queen dalam membangun komunikasi dengan audiens yang dekat dengan media sosial.

MENARIK DIBACA:  Wamen Ossy Hadiri HUT TNI, Ungkap Pesan Penting soal Kekuatan dan Rakyat

Perbedaan latar belakang tersebut justru menjadi kekuatan bagi South Queen. Kemampuan bernyanyi, rap, dance, akting, hingga pengalaman di industri digital dipadukan untuk membangun chemistry dan karakter grup.

Siapkan Rilisan Berikutnya

Perjalanan South Queen tidak berhenti pada single debut. Grup tersebut telah menyiapkan sejumlah lagu berikutnya dengan melibatkan sejumlah musisi Indonesia dalam proses penciptaan, aransemen, hingga produksi.

Langkah tersebut dilakukan untuk membangun katalog musik yang memiliki karakter kuat dan konsisten sekaligus memperluas eksplorasi konsep hipdut.

South Queen menyebut diri sebagai girl group hipdut pertama di Indonesia. Identitas tersebut mereka bangun bukan hanya melalui musik, tetapi juga melalui fashion, koreografi, visual, serta cara berkomunikasi dengan penggemar.

Kehadiran South Queen menjadi bagian dari perkembangan dangdut yang terus beradaptasi dengan perubahan zaman. Setelah berinteraksi dengan berbagai genre, seperti pop, rock, dan elektronik, hipdut menjadi salah satu bentuk eksplorasi baru yang mempertemukan akar musik lokal dengan tren musik kontemporer.

Melalui konsep tersebut, South Queen ingin membuktikan bahwa dangdut tetap memiliki ruang untuk bereksperimen, tampil modern, dan menjangkau generasi baru tanpa harus meninggalkan identitas budayanya.