JAKARTA, SINKAP.info – Grup musik independen asal Indonesia, Float, resmi merilis album rekaman panggung bertajuk Live at Float2Nature 2026 di seluruh platform streaming digital pada Rabu (28/10/2026). Album tersebut mengabadikan suasana konser berbasis alam Float2Nature 2026 yang berlangsung di kawasan pesisir Pantai Madasari–Batukaras, Pangandaran, Jawa Barat.
Album ini menghadirkan pengalaman musikal yang berbeda dengan merekam langsung penampilan Float di tengah suasana alam terbuka. Perpaduan musik, suara deburan ombak, gemerisik pepohonan, serta nyanyian bersama penonton menjadi bagian dari rekaman yang ingin diabadikan dalam album tersebut.
Float2Nature (F2N) merupakan konser berbasis alam yang digagas Float sejak 2012 dengan filosofi “When music travels back to mother nature”. Sejak pertama kali digelar di Dataran Tinggi Dieng, kegiatan ini telah berpindah ke sejumlah lokasi alam, di antaranya Tanakita Sukabumi pada 2013, Teluk Kiluan Lampung pada 2014, hingga Taman Nasional Gede Pangrango, Situgunung pada 2022.
Pada penyelenggaraan di Situgunung, sebanyak 295 tiket dilaporkan habis terjual hanya dalam dua hari. Konsep konser dengan kapasitas terbatas ini menjadi ciri khas Float2Nature yang mengedepankan kedekatan antara musik, alam, dan komunitas pendengarnya yang dikenal dengan sebutan Floatmates.
Edisi 2026 juga menjadi momentum bagi Float untuk kembali menyapa para pendengarnya sekaligus merayakan perilisan EP Constant Changes.
Dalam penampilannya di kawasan pesisir Madasari–Batukaras, Float menghadirkan formasi Hotma “Meng” Roni Simamora pada vokal dan gitar akustik, David Qlintang pada gitar elektrik, Binsar Tobing pada bas, serta Timur Segara pada drum.
Mereka membawakan sejumlah lagu yang telah dikenal pendengar dengan aransemen panggung yang organik dan hangat. Penampilan tersebut semakin istimewa dengan nyanyian bersama ratusan Floatmates yang hadir menyaksikan konser.
Medley Empat Lagu Rangkum Perjalanan Float
Salah satu bagian yang menjadi sorotan dalam album Live at Float2Nature 2026 adalah medley berdurasi 5 menit 26 detik yang menggabungkan empat lagu, yakni Reborn, I.H.I, Waltz Musim Pelangi, dan 3 Hari Untuk Selamanya.
Rangkaian lagu tersebut merangkum perjalanan musikal Float selama hampir dua dekade. 3 Hari Untuk Selamanyamerupakan bagian dari album soundtrack film karya Riri Riza yang meraih penghargaan Soundtrack Terbaik di Jakarta Film Festival.
Sementara itu, Waltz Musim Pelangi masuk dalam kompilasi Songs Inspired by Laskar Pelangi (2008), disusul single I.H.I yang dirilis pada 2011, serta Reborn yang menjadi lagu tema kampanye Wonderful Indonesia.
Vokalis sekaligus penulis lagu utama Float, Hotma “Meng” Roni Simamora, mengatakan album tersebut menjadi dokumentasi perjalanan musik yang berusaha menangkap suasana konser secara utuh, termasuk berbagai elemen alam yang menyertainya.
“Album live ini adalah dokumen hidup. Kami ingin menangkap energi yang tidak bisa direplikasi di dalam studio — suara tawa, debur ombak, hingga gemerisik daun yang berpadu dengan petikan gitar dan nyanyian bersama para Floatmates,” ujar Meng.
Album Live at Float2Nature 2026 kini dapat didengarkan melalui Spotify, Apple Music, YouTube Music, dan berbagai platform streaming digital lainnya. Selain album, video penampilan langsung lagu Ke Sana dari panggung Batukaras juga dapat disaksikan melalui kanal YouTube resmi Float.
Melalui perilisan ini, Float tidak hanya menghadirkan rekaman pertunjukan musik, tetapi juga mengabadikan pengalaman konser yang mempertemukan karya musik, komunitas pendengar, dan keindahan alam dalam satu ruang pertunjukan.





