Viral Marahi BNPB, Camat Lamba Leda Akhirnya Buka Suara dan Minta Maaf

Peristiwa69 Dilihat

MANGGARAI TIMUR, SINKAP.info – Camat Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Agus Supratman, menyampaikan permintaan maaf kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terkait insiden pengecekan bantuan bagi masyarakat terdampak gempa.

Permintaan maaf tersebut disampaikan Agus melalui video klarifikasi pada Rabu (26/8/2026). Klarifikasi itu dibuat untuk meluruskan informasi mengenai insiden yang sebelumnya viral di media sosial.

Agus mengakui kejadian tersebut telah menimbulkan berbagai persepsi dan berpotensi merugikan BNPB, pemerintah daerah, serta masyarakat penerima bantuan.

“Sesungguhnya, peristiwa itu lebih banyak tidak seperti yang dibagikan oleh beberapa pihak yang sangat merugikan BNPB dan Pak Deden sendiri dan pemerintah Kabupaten Manggarai Timur serta pihak-pihak penerima manfaat dari bantuan dari peristiwa gempa ini,” ujar Agus dalam video klarifikasi.

Ia juga secara khusus meminta maaf kepada Deden, pejabat BNPB yang terlibat dalam insiden tersebut.

“Sekali lagi saya mohon maaf semuanya. Pak Deden, terima kasih. Mohon maaf Pak Deden,” ucapnya.

Berawal dari Kesalahpahaman Distribusi Bantuan

Dalam klarifikasinya, Agus menjelaskan persoalan tersebut bermula dari kesalahpahaman mengenai mekanisme distribusi dan jumlah bantuan yang tersedia di wilayah Manggarai Timur.

Menurut Agus, bantuan dari pemerintah pusat disalurkan hingga tingkat kabupaten. Selanjutnya, pemerintah kabupaten menerbitkan berita acara dan mendistribusikan bantuan logistik ke tingkat kecamatan.

“Dari pusat hanya batasnya sampai di kabupaten. Kabupaten yang terbitkan berita acara dan distribusi logistiknya ke kecamatan,” jelas Agus.

MENARIK DIBACA:  Empat Orang Pekerja Sagu Diserang Lebah, Satu Orang Dikabarkan Hilang

Ia mengatakan jumlah bantuan yang dialokasikan untuk Kabupaten Manggarai Timur cukup banyak. Namun, pada saat insiden berlangsung, bantuan yang telah tiba di Kecamatan Lamba Leda Utara masih terbatas karena kendala transportasi.

“Untuk Kabupaten Manggarai Timur banyak. Tetapi situasinya pada saat itu baru satu pikap yang sudah masuk ke kecamatan terdaftar dan satu dump truk dan itu yang harus kami bagikan,” terangnya.

Agus kemudian meluruskan pernyataan mengenai jumlah bantuan yang disampaikan petugas BNPB. Menurutnya, informasi mengenai jumlah bantuan yang banyak merujuk pada logistik yang telah masuk ke seluruh wilayah Kabupaten Manggarai Timur, bukan seluruhnya sudah berada di Kecamatan Lamba Leda Utara.

“Yang dimaksud oleh Pak Deden adalah bantuan yang sudah masuk ke seluruh Kabupaten Manggarai Timur,” kata Agus.

Bantuan Terus Didistribusikan

Seiring berjalannya proses distribusi, Agus menyebut bantuan terus berdatangan ke wilayah Manggarai Timur dan kemudian disalurkan kepada masyarakat melalui 12 kecamatan.

Menurutnya, kondisi tersebut penting diketahui agar persoalan distribusi bantuan tidak dipahami hanya berdasarkan situasi saat insiden berlangsung.

Agus juga membantah dirinya mendapat tekanan untuk membuat video klarifikasi. Ia menegaskan bahwa keputusan memberikan penjelasan dan menyampaikan permintaan maaf dilakukan atas inisiatif pribadi.

“Saya tidak ditekan oleh siapa-siapa. Saya datang dengan inisiatif sendiri untuk memberikan klarifikasi,” tegas Agus.

Ia berharap klarifikasi tersebut dapat menghentikan kesimpangsiuran informasi yang berkembang di media sosial sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah dan BNPB dalam penanganan bencana.

MENARIK DIBACA:  Seorang Anak Tercebur ke Sungai Pinggan Masih dalam Pencarian

“Saya datang dengan niat baik untuk menyampaikan permohonan maaf kepada pemerintah daerah dan lebih khususnya kepada Pak Deden dan BNPB,” pungkasnya.

Video Insiden Sempat Viral

Sebelumnya, nama Camat Lamba Leda Utara, Agustinus Supratman, menjadi perhatian publik setelah video dirinya terlibat cekcok dengan seorang pejabat BNPB beredar luas di media sosial.

Dalam video tersebut, Agustinus mempersoalkan jumlah bantuan korban gempa yang tersedia di posko logistik. Ia menilai jumlah bantuan yang diterima di lokasi tidak sesuai dengan informasi jumlah bantuan yang disampaikan pejabat BNPB.

Dalam rekaman yang beredar, Agustinus terlihat menunjuk ke arah pejabat BNPB dan meluapkan emosinya. Ia juga terlihat membanting satu karung beras beberapa kali di hadapan pejabat tersebut.

Peristiwa itu diketahui berlangsung di posko utama Kecamatan Lamba Leda Utara pada Jumat (21/8/2026). Saat itu, Agustinus membenarkan dirinya terlibat dalam kejadian tersebut.

“Benar, kejadian di posko utama Kecamatan, di tenda logistik,” kata Agustinus.

Melalui klarifikasi terbaru, Agus berharap persoalan tersebut tidak kembali berkembang menjadi polemik yang dapat mengganggu proses penyaluran bantuan bagi masyarakat terdampak gempa.

Ia menekankan pentingnya pemahaman yang utuh mengenai alur distribusi logistik agar bantuan dapat diterima masyarakat secara tepat dan informasi mengenai penanganan bencana tidak menimbulkan kesalahpahaman.