NEW YORK, SINKAP.info – Perusahaan teknologi Novum Studio mengumumkan berhasil memperoleh pendanaan baru untuk memperluas bisnisnya ke sektor kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) melalui peluncuran Ahoy Project, platform komunikasi dan kolaborasi berbasis AI untuk kebutuhan perusahaan. Uji coba internal platform tersebut dijadwalkan dimulai pada Juli 2026.
Langkah ini menandai ekspansi Novum Studio dari bisnis aplikasi media sosial konsumen menuju solusi transformasi digital bagi dunia usaha. Selama ini, perusahaan dikenal sebagai pengembang Frog, aplikasi media sosial yang populer di kalangan Generasi Z dengan lebih dari 20 juta pengguna di Amerika Serikat dan Eropa.
Berbeda dengan perangkat lunak perkantoran konvensional yang dipasarkan dalam bentuk langganan, Ahoy Project dirancang sebagai solusi menyeluruh bagi perusahaan yang ingin bertransformasi menjadi organisasi berbasis AI (AI-native). Platform komunikasi menjadi fondasi utama yang dipadukan dengan layanan transformasi digital yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing perusahaan.
Novum Studio menyatakan pengalaman membangun platform media sosial berskala besar menjadi bekal penting dalam mengembangkan sistem komunikasi perusahaan yang lebih cerdas.
Selama bertahun-tahun, Frog berhasil membangun ruang komunikasi digital yang memungkinkan jutaan pengguna berinteraksi, membentuk komunitas, dan berkoordinasi secara real-time. Pengalaman tersebut kini diterapkan untuk menciptakan sistem kolaborasi yang mampu mendukung kebutuhan organisasi modern.
Pendanaan terbaru akan dimanfaatkan untuk mempercepat peluncuran Ahoy Project sekaligus mendukung ekspansi bisnis perusahaan ke pasar internasional, seiring meningkatnya pemanfaatan teknologi AI dalam komunikasi, kolaborasi, dan operasional perusahaan.
Novum Studio didirikan oleh Anna Danyi, lulusan London School of Economics and Political Science (LSE) pada 2018. Sebelum mendirikan perusahaan tersebut, Anna berkarier di bidang konsultasi dan teknologi serta berhasil mengembangkan sejumlah aplikasi konsumen yang kemudian diakuisisi. Pada 2025, ia juga masuk dalam daftar 100 Tokoh Tionghoa Global Paling Berpengaruh di Bidang Produk Digital AI versi Forbes China.
Menurut Anna Danyi, pengalaman memahami pola komunikasi jutaan pengguna menjadi dasar pengembangan teknologi baru yang lebih adaptif terhadap kebutuhan organisasi.
“Kami menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk memahami bagaimana jutaan orang berkomunikasi secara daring. Di era AI, komunikasi itu sendiri menjadi semakin cerdas. Kami percaya generasi platform berikutnya tidak hanya menghubungkan manusia, tetapi juga mampu memahami alur kerja, kolaborasi, dan perilaku organisasi,” ujarnya.
Novum Studio menilai banyak organisasi saat ini menghadapi tantangan karena informasi penting, keputusan, dan alur kerja tersebar di berbagai percakapan, rapat, maupun aplikasi yang tidak saling terhubung.
Melalui Ahoy Project, perusahaan menawarkan sistem kolaborasi berbasis percakapan yang mampu mengumpulkan konteks komunikasi sehari-hari menjadi basis pengetahuan perusahaan yang dapat dicari kembali, sekaligus membantu koordinasi pekerjaan secara lebih efisien.
Platform tersebut dilengkapi berbagai fitur, seperti pengelolaan pengetahuan berbasis percakapan, kolaborasi berbantuan AI, hingga dukungan otomatis terhadap alur kerja yang terintegrasi langsung dengan komunikasi tim.
Novum Studio meyakini perkembangan industri teknologi kini memasuki fase baru. Jika era media sosial sebelumnya didominasi platform berbasis distribusi konten seperti TikTok dan Instagram, maka masa depan akan lebih berfokus pada sistem AI yang mampu memahami cara manusia berkomunikasi dan bekerja sama.
“Kami tidak lagi sekadar membangun produk tempat orang membagikan konten. Kami sedang membangun sistem yang memahami bagaimana manusia berkomunikasi dan berkolaborasi,” kata Anna.
Melalui peluncuran Ahoy Project, Novum Studio berharap dapat memperkuat posisinya sebagai penyedia solusi transformasi perusahaan berbasis AI sekaligus memperluas kiprahnya di pasar teknologi global.







