PPLN Malaysia Tampil Memukau, Muktamar Al Washliyah Perkuat Dakwah Internasional dan Persaudaraan Umat

NASIONAL, Sosial147 Dilihat

JAKARTA, SINKAP.info – Muktamar XXIII Al Jam’iyatul Washliyah yang digelar di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, pada 7–10 Juli 2026, tidak hanya menjadi forum konsolidasi organisasi, tetapi juga menegaskan semakin luasnya jejaring internasional Al Washliyah. Hal itu terlihat dari kehadiran Pengurus Perwakilan Luar Negeri (PPLN) Al Washliyah Malaysia yang turut berpartisipasi aktif dalam rangkaian kegiatan muktamar.

Muktamar yang dibuka secara resmi oleh Ketua MPR RI Ahmad Muzani tersebut dihadiri ribuan peserta dari berbagai daerah di Indonesia serta delegasi dari luar negeri. Delegasi Malaysia dipimpin Ketua PPLN Al Washliyah Malaysia, Datuk Haji Jalidar Abd Rahim, didampingi Sekretaris Iwan Syahputra, Wakil Sekretaris Rasyid Riza, serta perwakilan Muslimah Al Washliyah Malaysia.

Berbeda dari pelaksanaan muktamar sebelumnya, PPLN Al Washliyah Malaysia mendapat kepercayaan dari panitia untuk mengisi panggung budaya dan hiburan Islami melalui penampilan Orkes Gambus Noor El Sabah. Grup musik yang dipimpin Datuk Haji Jalidar Abd Rahim sejak 1979 itu sukses menghibur para muktamirin dengan membawakan lagu-lagu bernuansa Islami.

Penampilan tersebut mendapat sambutan hangat dari peserta yang datang dari berbagai wilayah di Indonesia. Selain menjadi hiburan, pertunjukan Orkes Gambus Noor El Sabah dinilai sebagai simbol eratnya hubungan budaya dan dakwah antara Indonesia dan Malaysia, sekaligus memperkuat persaudaraan umat Islam di kawasan Asia Tenggara.

Datuk Haji Jalidar Abd Rahim mengatakan Al Washliyah merupakan organisasi Islam yang memiliki sejarah panjang dalam memperjuangkan dakwah, pendidikan, dan kegiatan sosial kemasyarakatan.

MENARIK DIBACA:  Dari Medan ke Senayan, Rais Khair Tunjukkan Kepemimpinan Remaja Inspiratif

“Al Washliyah sejak dahulu memiliki prinsip perjuangan yang sederhana, tetapi kokoh. Nilai-nilai itu membuat organisasi ini mampu bertahan menghadapi perubahan zaman, baik di tingkat nasional maupun global,” ujarnya.

Ia menambahkan, kepercayaan yang diberikan kepada PPLN Malaysia untuk tampil dalam Muktamar XXIII merupakan amanah sekaligus bentuk pengabdian dalam mengembangkan syiar Al Washliyah hingga ke mancanegara, termasuk di Sabah, Malaysia.

Sebanyak 19 personel Orkes Gambus Noor El Sabah turut ambil bagian dalam muktamar. Mereka terdiri atas pemusik, penyanyi, tim manajemen, dokumentasi, hingga teknisi. Kehadiran rombongan tersebut tidak hanya menghadirkan hiburan Islami, tetapi juga menjadi bagian dari diplomasi budaya yang mempererat hubungan masyarakat Indonesia dan Malaysia.

Menurut Datuk Jalidar, keberangkatan delegasi memperoleh dukungan dari Pemerintah Negeri Sabah. Ia menyampaikan apresiasi kepada Ketua Menteri Sabah, YAB Datuk Seri Panglima Haji Hajiji Haji Noor, beserta sejumlah lembaga pemerintah daerah yang telah mendukung keikutsertaan delegasi Malaysia dalam muktamar.

“Terima kasih kepada Pemerintah Negeri Sabah dan seluruh pihak yang telah membantu sehingga kami dapat hadir dan mempersembahkan penampilan terbaik demi mengharumkan nama Sabah sekaligus memperkuat ukhuwah Islamiyah di pentas Muktamar Al Washliyah,” katanya.

Sementara itu, Wakil Sekretaris PPLN Al Washliyah Malaysia, Rasyid Riza, menilai pelaksanaan Muktamar XXIII berlangsung lancar, tertib, dan penuh semangat persatuan. Menurutnya, kehadiran sejumlah menteri kabinet, tokoh nasional, dan pimpinan organisasi Islam menunjukkan besarnya perhatian pemerintah terhadap kontribusi organisasi keagamaan dalam pembangunan bangsa.

MENARIK DIBACA:  Pasangan "Berazam" Asmar dan Muzamil Mendapat Dukungan dari Partai Demokrat

“Kolaborasi antara pemerintah dan organisasi keagamaan menjadi modal penting dalam memperkuat persatuan nasional, membangun kualitas sumber daya manusia, serta memperkokoh kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujarnya.

Dalam sidang muktamar, peserta juga menetapkan kembali KH Dr. Masyhuril Khamis, SH., MM., AAAIS., AAAIL. sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Al Jam’iyatul Washliyah periode 2026–2031. Posisi Sekretaris Jenderal dipercayakan kepada Prof. Dr. H. Saifuddin Herlambang, MA, Bendahara Umum kepada Drs. H. Rizal Naibaho, M.Si, Ketua Dewan Fatwa kepada Prof. Dr. Mohd. Jamil, MA, serta Ketua Dewan Pertimbangan kepada Prof. Dr. Ridwan Nurdin, MCL.

Dengan kepengurusan baru tersebut, Al Washliyah diharapkan semakin memperkuat perannya sebagai organisasi Islam yang berkontribusi dalam pengembangan pendidikan, dakwah, pemberdayaan ekonomi umat, kaderisasi kepemimpinan, serta penguatan moderasi beragama. Di sisi lain, organisasi ini juga terus memperluas jejaring internasional melalui perwakilan di berbagai negara.

Keikutsertaan PPLN Al Washliyah Malaysia dalam Muktamar XXIII menjadi bukti bahwa Al Washliyah tidak hanya berkembang sebagai organisasi Islam berskala nasional, tetapi juga semakin mengukuhkan eksistensinya sebagai gerakan dakwah yang menjembatani persaudaraan umat Islam lintas negara, khususnya antara Indonesia dan Malaysia.