Hainan Gandeng Hong Kong, Perdagangan Melejit 54,6 Persen Berkat Kebijakan Bebas Tarif Baru

Bisnis, GLOBAL47 Dilihat

HONG KONG, SINKAP.info – Pemerintah Provinsi Hainan memperkuat kerja sama ekonomi dan perdagangan dengan Hong Kong seiring enam bulan pelaksanaan penuh operasi kepabeanan khusus di Hainan Free Trade Port (FTP). Langkah tersebut ditandai dengan penandatanganan sejumlah nota kesepahaman (MoU) bersama organisasi bisnis terkemuka di Hong Kong dalam kunjungan resmi delegasi Hainan selama tiga hari.

Dalam kunjungan tersebut, delegasi Hainan juga mempromosikan berbagai kebijakan terbaru yang diterapkan sejak kawasan perdagangan bebas itu mulai menjalankan sistem kepabeanan khusus di seluruh wilayah pulau.

Berdasarkan data yang dipublikasikan Pemerintah Provinsi Hainan, implementasi kebijakan tersebut mendorong peningkatan signifikan pada aktivitas perdagangan luar negeri. Hingga 17 Juni 2026, nilai ekspor dan impor barang Hainan mencapai 173,98 miliar yuan atau sekitar 24 miliar dolar AS, meningkat 54,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara itu, nilai impor barang bebas tarif mencapai 2,645 miliar yuan, atau melonjak 120 persen secara tahunan. Kebijakan tersebut menghasilkan penghematan bea masuk hingga 440 juta yuan bagi pelaku usaha.

Pertumbuhan investasi juga menunjukkan tren positif. Sebanyak 172.100 badan usaha baru tercatat berdiri di Hainan, meningkat 61 persen, termasuk 1.240 perusahaan dengan penanaman modal asing. Saat ini, sekitar 74 persen dari seluruh pos tarif telah memperoleh fasilitas bebas bea masuk yang dimanfaatkan oleh lebih dari 12.000 pelaku usaha.

MENARIK DIBACA:  Owner Dapur Bunda Fikri Member RKB Anita Afriani Adalah Seorang Ibu Bhayangkari

Dalam agenda kunjungan ke Hong Kong, China Council for the Promotion of International Trade (CCPIT) Hainanmenandatangani nota kesepahaman dengan Chinese General Chamber of Commerce dan Hong Kong General Chamber of Commerce.

Melalui kerja sama tersebut, para pihak sepakat membangun mekanisme komunikasi rutin untuk pertukaran informasi ekonomi dan perdagangan serta memperluas kolaborasi di berbagai sektor, termasuk jasa profesional, keuangan hijau, ekonomi digital, manajemen rantai pasok, dan pariwisata budaya.

Selain itu, kedua belah pihak akan membentuk pusat layanan bagi pelaku usaha yang menyediakan konsultasi mengenai kebijakan investasi maupun peluang proyek bisnis. Kerja sama ini diharapkan dapat mempermudah perusahaan dari daratan China memasuki pasar internasional melalui Hong Kong, sekaligus membuka akses perusahaan Hong Kong menuju pasar China melalui Hainan.

MENARIK DIBACA:  Disney Garden of Wonder Kembali Hadir, Frozen dan Toy Story Memukau

Delegasi Hainan juga mengadakan pertemuan dengan British Chamber of Commerce in Hong Kong dan American Chamber of Commerce in Hong Kong untuk membahas peluang investasi bagi perusahaan Inggris dan Amerika Serikat.

Dalam pembahasan tersebut, Hainan menawarkan berbagai insentif, termasuk fasilitas pembebasan tarif untuk kegiatan pemrosesan bernilai tambah serta penggunaan rekening perdagangan bebas multifungsi yang dinilai mampu mendukung investasi lintas negara dan integrasi ke dalam rantai pasok regional.

Sejumlah perusahaan asal Inggris, seperti HSBC dan De Beers, telah lebih dahulu beroperasi di Hainan. Selain itu, Inggris juga menjadi Guest of Honor Country pada ajang China International Consumer Products Expo 2025, yang semakin memperkuat hubungan ekonomi kedua wilayah.

Pengamat industri menilai, di tengah dinamika perdagangan global, Hainan memanfaatkan posisi strategis Hong Kong sebagai penghubung utama menuju pasar internasional. Di sisi lain, Hainan juga menjadi kawasan uji coba berbagai kebijakan ekonomi yang memberikan peluang bagi perusahaan Hong Kong untuk memperluas bisnis mereka ke pasar daratan China.