Ogilvy dan TikTok Shop Luncurkan Kompetisi Live Commerce, Creator Kini Jadi Mesin Penjualan Digital

GLOBAL, TEKNOLOGI95 Dilihat

SINGAPURA, SINKAP.info – Ogilvy bersama TikTok Shop meluncurkan Live-Fluence League, kompetisi live commerce pertama di Singapura yang mempertemukan delapan kreator penjualan (social sellers) untuk bersaing secara langsung dalam meningkatkan penjualan merek melalui siaran langsung (live streaming).

Ajang yang digelar pada Rabu (25/6/2026) tersebut menjadi tonggak baru dalam perkembangan ekonomi kreator (creator economy) di Singapura sekaligus menunjukkan bagaimana para kreator digital kini berkembang menjadi wirausaha yang mampu mendorong penjualan sekaligus membangun nilai merek dalam jangka panjang.

Dalam kompetisi tersebut, delapan kreator bersaing memasarkan produk secara real-time dengan sistem papan peringkat (leaderboard) yang menampilkan capaian penjualan secara langsung. Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini juga menghadirkan analisis dari pakar TikTok Shop mengenai strategi penjualan, teknik pemasaran, hingga pengambilan keputusan bisnis yang dilakukan para peserta.

Head of Influence Ogilvy Asia Pacific, James Baldwin, mengatakan Live-Fluence League menjadi bukti bahwa creator commerce mampu menjadi mesin pertumbuhan bisnis sekaligus membuka peluang karier baru bagi generasi muda.

“Dengan mempertemukan kreator, merek, dan platform digital, kami ingin menunjukkan bahwa creator commerce tidak hanya mendorong pertumbuhan bisnis, tetapi juga menciptakan peluang ekonomi baru bagi para wirausaha digital,” ujarnya.

MENARIK DIBACA:  Pameran Mesin Asia 2026 Dibuka, Hubungkan Pembeli Global dengan Produsen Unggulan Regional

Menurutnya, Ogilvy berkomitmen membangun ekosistem kreator yang lebih berkelanjutan melalui penyediaan peluang, edukasi, serta koneksi industri bagi para kreator.

Chief Executive Officer Ogilvy Group Singapore, Shirley Tay, menilai perubahan lanskap perdagangan digital menuntut merek untuk memanfaatkan ekonomi kreator sebagai saluran pertumbuhan baru.

“Creator commerce bukan lagi sekadar menghasilkan konten, tetapi bagaimana mengubah keterlibatan audiens menjadi penjualan yang terukur. Dengan mengintegrasikan media sosial, live streaming, dan affiliate commerce ke dalam ekosistem merek, kami membantu perusahaan membangun pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan,” katanya.

Ogilvy mengusung konsep “Sales Overnight. Brand Over Time”, yakni strategi yang menggabungkan kemampuan creator commerce dalam menghasilkan penjualan secara cepat dengan pembangunan citra merek dalam jangka panjang.

Menurut perusahaan tersebut, pendekatan strategis lebih dibutuhkan dibanding sekadar memanfaatkan kreator secara sesaat, agar kolaborasi mampu memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan bisnis sekaligus memperkuat loyalitas konsumen.

Peluncuran Live-Fluence League juga didorong oleh perubahan perilaku konsumen di kawasan Asia Pasifik.

Berdasarkan riset yang dikutip Ogilvy, tiga dari empat konsumen di Asia Pasifik kini cenderung mengabaikan iklan konvensional yang dianggap terlalu dibuat-buat. Sementara itu, sekitar 90 persen konsumen mengaku lebih percaya pada konten autentik yang dibuat kreator sebelum memutuskan membeli suatu produk.

MENARIK DIBACA:  Kesepakatan Rupiah-Yuan USD 160 M Perkuat Ekonomi dan Keuangan ASEAN

Ogilvy memperkirakan ekonomi kreator di kawasan Asia Pasifik akan memberikan kontribusi hingga US$1,2 triliunterhadap perekonomian regional pada 2030. Di sisi lain, social commerce diproyeksikan menjadi salah satu kanal perdagangan dengan pertumbuhan tercepat di dunia, seiring meningkatnya penggunaan platform seperti TikTok Shop.

Melalui kompetisi tersebut, Ogilvy ingin menunjukkan bahwa kreator digital kini tidak lagi hanya berperan sebagai pembuat konten, melainkan telah berkembang menjadi pelaku bisnis yang menguasai berbagai kemampuan, mulai dari membangun cerita pemasaran, meningkatkan interaksi dengan audiens, menganalisis data penjualan, hingga menyusun strategi komersial.

Selain kompetisi, kegiatan tersebut juga menghadirkan diskusi bersama para pemimpin industri, pakar perdagangan digital, serta kreator sukses untuk membahas masa depan social commerce, perubahan perilaku konsumen, dan transformasi peran kreator dalam industri ritel modern.

Ogilvy menilai merek yang mampu memanfaatkan creator commerce secara strategis akan memiliki peluang lebih besar memenangkan persaingan di era perdagangan digital yang semakin kompetitif.