Thailand Pangkas Perizinan Investasi Hingga 50 Persen, Investor Langsung Bergerak

Bisnis, GLOBAL64 Dilihat

BANGKOK, SINKAP.info – Pemerintah Thailand resmi meluncurkan program Thailand FastPass untuk mempercepat realisasi investasi strategis di sektor teknologi tinggi senilai lebih dari 700 miliar baht atau sekitar 21 miliar dolar AS. Program ini dirancang untuk memangkas waktu perizinan dan persetujuan regulasi hingga 50 persen guna meningkatkan daya saing negara dalam menarik investasi global.

Peluncuran program dilakukan oleh Perdana Menteri Thailand, Anutin Charnvirakul, di Government House, Bangkok, Senin (23/6/2026). FastPass mengintegrasikan delapan lembaga pemerintah dalam satu sistem koordinasi guna mempercepat proses investasi dari tahap perizinan hingga operasional pabrik.

Sektor yang menjadi sasaran utama program ini meliputi elektronik canggih, teknologi dirgantara, mesin presisi dan sistem otomasi, serta industri daur ulang plastik.

Melalui mekanisme baru tersebut, pemerintah Thailand berupaya menghapus berbagai hambatan birokrasi yang selama ini memperlambat investasi, termasuk proses perizinan industri, analisis dampak lingkungan, kepabeanan, hingga koneksi infrastruktur energi.

Pada acara peluncuran, delapan lembaga pemerintah menandatangani nota kesepahaman (MoU) yang berisi komitmen memangkas waktu persetujuan dan perizinan antara 20 hingga 50 persen pada berbagai tahapan investasi.

“Di tengah ekonomi global saat ini, kecepatan menjadi faktor pembeda utama dalam persaingan. Pemerintah Thailand bertransformasi dari regulator menjadi fasilitator aktif bagi dunia usaha,” ujar Perdana Menteri Anutin Charnvirakul.

MENARIK DIBACA:  VinFast Jalin Kemitraan dengan Amarta untuk Kembangkan 22 Showroom di Indonesia

Ia menambahkan, penyederhanaan regulasi dan peningkatan transparansi kebijakan diharapkan mampu mendorong investasi fisik yang menciptakan lapangan kerja generasi baru sekaligus memperkuat daya saing Thailand di kawasan.

Peluncuran FastPass dilakukan di tengah lonjakan minat investasi yang masuk ke Thailand. Dewan Investasi Thailand (BOI) mencatat nilai pengajuan investasi sepanjang 2025 mencapai 1,8 triliun baht atau sekitar 54,5 miliar dolar AS, menjadi rekor tertinggi dalam sejarah negara tersebut.

Tren positif itu berlanjut pada kuartal pertama 2026 dengan nilai pengajuan investasi yang telah menembus 1 triliun baht atau sekitar 30,3 miliar dolar AS.

Program FastPass mencakup dua gelombang proyek investasi. Pada tahap pertama, pemerintah berhasil menyelesaikan berbagai hambatan regulasi terhadap 76 proyek investasi senilai 474 miliar baht. Sementara tahap kedua yang diluncurkan saat ini mencakup 25 proyek dari 23 perusahaan dengan nilai investasi mencapai 223 miliar baht.

Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Keuangan Thailand, Ekniti Nitithanprapas, mengatakan program tersebut difokuskan pada investasi yang benar-benar terealisasi dan memberikan dampak langsung terhadap perekonomian nasional.

“Sebanyak 25 proyek percontohan dari 23 perusahaan diproyeksikan menciptakan lebih dari 13.000 lapangan kerja berketerampilan tinggi. Jika digabungkan dengan fase sebelumnya, total investasi yang berhasil dimobilisasi telah melampaui 700 miliar baht,” katanya.

MENARIK DIBACA:  Ascott Cetak Rekor Ekspansi Asia Tenggara, Tambah Ribuan Properti dan Kuasai Pasar Hotel

Menurut pemerintah Thailand, investasi yang masuk akan memberikan manfaat ekonomi melalui peningkatan pertumbuhan produk domestik bruto (PDB), penciptaan lapangan kerja berkualitas, transfer teknologi, integrasi usaha kecil dan menengah (UKM), serta penguatan ekonomi daerah.

Sekretaris Jenderal BOI Thailand, Narit Therdsteerasukdi, menilai FastPass menjadi terobosan penting dalam mempercepat pelayanan investasi.

“Kami menyatukan delapan lembaga dalam satu jalur koordinasi. Proses perizinan yang sebelumnya memakan waktu berbulan-bulan kini dapat dipangkas hingga setengahnya. Ini mempercepat pembangunan pabrik, menciptakan pekerjaan berketerampilan tinggi, dan menghubungkan pemasok lokal dengan rantai pasok global,” ujarnya.

Sejumlah perusahaan internasional yang mengikuti program tersebut mengaku tertarik berinvestasi di Thailand karena didukung lokasi strategis, infrastruktur modern, rantai pasok yang kuat, tenaga kerja terampil, serta kebijakan pemerintah yang proinvestasi.

Untuk menunjukkan kesiapan industri masa depan, pemerintah Thailand juga menampilkan berbagai teknologi yang telah dikembangkan di dalam negeri, seperti robot humanoid, sistem sensor LiDAR, teknologi dirgantara, serta perangkat elektronik canggih.

Melalui Thailand FastPass, pemerintah berharap dapat mempercepat realisasi investasi strategis, meningkatkan daya saing nasional, menciptakan lapangan kerja berkualitas, serta memperkuat posisi Thailand sebagai pusat industri teknologi tinggi di Asia Tenggara.