Shangcheng Buktikan Warisan Ribuan Tahun Bisa Jadi Mesin Inovasi Modern

GLOBAL, TEKNOLOGI59 Dilihat

HANGZHOU, SINKAP.info – Distrik Shangcheng di Kota Hangzhou, Provinsi Zhejiang, China, terus memperkuat posisinya sebagai pusat inovasi digital sekaligus kawasan pelestarian budaya bersejarah. Perpaduan antara warisan budaya Dinasti Song Selatan, perkembangan teknologi mutakhir, dan pertumbuhan konsumsi internasional menjadikan kawasan ini sebagai salah satu contoh transformasi perkotaan modern di China.

Langkah terbaru ditunjukkan dengan rencana pendirian Google Cross-border E-commerce Acceleration Center di Shangcheng. Pusat akselerasi perdagangan elektronik lintas negara tersebut diumumkan pada 1 Juni 2026 dan diharapkan menjadi motor penggerak bagi perusahaan lokal untuk memperluas pasar ke tingkat global.

Pemerintah Distrik Shangcheng menyebut kehadiran pusat tersebut menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem digital kelas dunia yang mampu mendukung ekspansi bisnis internasional sekaligus meningkatkan daya saing ekonomi kawasan.

Sebagai kawasan yang menjadi pusat perkembangan Hangzhou sejak era Dinasti Sui dan Tang, Shangcheng memiliki kekayaan sejarah yang kuat. Wilayah ini merupakan lokasi bekas Kota Kekaisaran Dinasti Song Selatan yang telah menjadi bagian penting perjalanan peradaban China selama lebih dari 800 tahun.

Pemerintah setempat dalam beberapa tahun terakhir aktif mengembangkan berbagai program pelestarian budaya, termasuk pembangunan museum terbuka dan jalur wisata bertema budaya Song. Program tersebut dirancang untuk menjaga keseimbangan antara pelestarian kawasan bersejarah dan pembaruan kota.

Kawasan Bersejarah Qinghefang masih mempertahankan tata ruang arsitektur era Dinasti Ming dan Qing. Berbagai warisan budaya seperti pengobatan tradisional Tiongkok Hu Qing Yu Tang dan kerajinan kipas Wang Xing Ji tetap dilestarikan dan menjadi daya tarik wisata budaya.

MENARIK DIBACA:  Batik Air Pindah Terminal 4 Changi, Luncurkan Rute Baru Desember 2025

Di sisi lain, inovasi teknologi menjadi pilar utama pembangunan ekonomi Shangcheng. Pada 2025, pemerintah distrik meluncurkan pembangunan Central Innovation District (CID) yang mencakup area seluas 122 kilometer persegi. Kawasan tersebut dikembangkan sebagai pusat inovasi berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

Untuk mendukung pengembangan industri teknologi, Shangcheng membentuk dana industri senilai 10 miliar yuan yang difokuskan pada sektor kecerdasan buatan dan robotika. Dukungan tersebut mencakup pembiayaan penelitian, pengembangan hingga komersialisasi produk teknologi.

Saat ini, Shangcheng memiliki lebih dari 420 ribu talenta profesional, termasuk lebih dari 50 ribu lulusan perguruan tinggi berusia di bawah 35 tahun. Indeks komersialisasi hasil riset dan inovasi teknologi di kawasan ini juga termasuk yang tertinggi di Provinsi Zhejiang.

Salah satu simbol transformasi teknologi Shangcheng adalah Xizi Smart Industrial Park. Kawasan yang sebelumnya merupakan kompleks industri lama itu kini menjadi pusat pengembangan robot humanoid dan menampung lebih dari 30 perusahaan robotika.

Pada awal 2026, Zhejiang Humanoid Robot Training Base resmi beroperasi di kawasan tersebut. Berbagai robot humanoid telah digunakan dalam aktivitas industri maupun kehidupan sehari-hari, didukung pengembangan teknologi pengendalian gerak dan sistem persepsi lingkungan yang semakin canggih.

MENARIK DIBACA:  Yazhou Bay Jadi Pusat Talenta Global, Inovasi Teknologi Asia Pasifik Melesat

Transformasi teknologi juga mendorong pertumbuhan sektor konsumsi dan pariwisata. Shangcheng tengah mempercepat pembangunan pusat konsumsi dan fesyen internasional berbasis teknologi digital.

Hubin Pedestrian Street yang berada di dekat Danau Barat (West Lake) menjadi salah satu ikon kawasan dengan jumlah kunjungan mencapai sekitar 40 juta wisatawan setiap tahun. Area tersebut menampung lebih dari 1.200 merek nasional dan internasional yang didukung berbagai layanan digital dan teknologi pintar untuk meningkatkan pengalaman pengunjung.

Sementara itu, Sijiqing Fashion Street yang dikenal sebagai salah satu pusat distribusi pakaian terbesar di China sedang bertransformasi menjadi destinasi wisata dan belanja internasional. Pemanfaatan desain digital, manufaktur fleksibel, serta kehadiran merek-merek desainer lokal menjadi bagian dari strategi modernisasi kawasan tersebut.

Pemerintah Distrik Shangcheng menilai keberhasilan kawasan ini terletak pada kemampuannya menjaga keseimbangan antara pelestarian budaya dan inovasi teknologi.

“Berakar pada sejarah dan budaya, didorong inovasi teknologi, serta terhubung melalui konsumsi internasional, Shangcheng menunjukkan bagaimana kawasan perkotaan di Timur dapat menyeimbangkan pelestarian dan inovasi sehingga warisan ribuan tahun tetap relevan di era modern,” ujar perwakilan pemerintah distrik.

Melalui pendekatan tersebut, Shangcheng kini berkembang sebagai model pembangunan perkotaan yang mengintegrasikan warisan budaya, teknologi masa depan, dan ekonomi global dalam satu ekosistem yang berkelanjutan.