Remaja Filipina Pecahkan Rekor Dunia Rubik Satu Tangan Hanya Dalam 5,33 Detik

GLOBAL51 Dilihat

KOTA TAGAYTAY, SINKAP.info – Remaja asal Filipina, Crimson Arradaza, mencatat sejarah baru di dunia speed cubing setelah memecahkan rekor dunia kategori 3x3x3 One-Handed atau penyelesaian kubus Rubik dengan satu tangan dalam waktu 5,33 detik.

Prestasi tersebut diraih Arradaza dalam ajang perdana Philippine National Speed Cubing Open yang digelar pada 27–28 Mei 2026 di Tagaytay City Combat Arena, Filipina.

Turnamen tersebut diselenggarakan oleh Asian Mind Sports Association (AMSA) bersama Philippine Olympic Committee (POC) dan menjadi kompetisi speed cubing besar pertama yang mendapat dukungan nasional dalam gerakan Olimpiade Filipina.

Catatan waktu 5,33 detik yang dibukukan Arradaza berhasil memecahkan rekor dunia sebelumnya, yakni 5,66 detik yang dicetak Dhruva Sai Meruva dari Swiss pada 2024.

Pencapaian itu sekaligus menempatkan Filipina sebagai salah satu kekuatan baru dalam komunitas speed cubing internasional dan olahraga pikiran di Asia Tenggara.

MENARIK DIBACA:  Singapura dan ILO Bahas Standar Global Pekerjaan Platform Digital Lewat Dialog Internasional

“Saya telah menekuni speed cubing selama empat tahun terakhir dan ini adalah hadiah ulang tahun terbaik untuk diri saya sendiri,” ujar Arradaza yang sehari sebelumnya genap berusia 15 tahun.

Remaja asal Kota Baguio tersebut menempuh perjalanan sekitar delapan jam menuju Tagaytay bersama kedua orang tuanya untuk mengikuti kompetisi tersebut.

Direktur Jenderal AMSA, Jim Yu, menyebut pencapaian Arradaza bukan hanya kebanggaan bagi Filipina, tetapi juga bagi kawasan Asia.

“Ini bukan hanya pencapaian Filipina. Ini adalah pencapaian Asia. Masa depan olahraga pikiran berada di tangan generasi muda, dan hari ini Filipina menunjukkan kemampuan talenta Asia Tenggara kepada dunia,” katanya.

Ajang tersebut turut dihadiri Presiden Philippine Olympic Committee Abraham “Bambol” Tolentino serta Wali Kota Tagaytay Ross Tolentino yang menyaksikan langsung momen pemecahan rekor dunia itu.

MENARIK DIBACA:  Siber Kroll's Umumkan Karyawan Baru untuk Mendukung Ekspansi APAC

Presiden POC, Abraham Tolentino, mengatakan olahraga tidak hanya berkaitan dengan kemampuan fisik, tetapi juga kecerdasan, fokus, dan disiplin.

“Masyarakat Filipina memiliki bakat alami dalam olahraga pikiran, dan rekor dunia ini membuktikan bahwa kami mampu bersaing dengan yang terbaik di dunia,” ujarnya.

Selain kompetisi, kegiatan selama dua hari itu juga menghadirkan pelatihan wasit, lokakarya operasional, serta dialog pengembangan guna memperkuat ekosistem speed cubing di kawasan Asia.

AMSA menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan olahraga pikiran melalui kolaborasi dengan komite Olimpiade nasional, federasi olahraga, dan penyelenggara lokal di berbagai negara Asia.

Organisasi tersebut juga berencana memperluas kompetisi regional, jalur pembinaan talenta muda, sistem siaran langsung, pengembangan perwasitan, hingga program pertukaran internasional guna meningkatkan popularitas olahraga pikiran di tingkat global.