Startup Asia Tenggara tridorian Ekspansi ke AS Usai Tembus ARR US$15,6 Juta

GLOBAL, TEKNOLOGI140 Dilihat

SINGAPURA, SINKAP.info – Perusahaan transformasi digital berbasis Google Cloud, tridorian, resmi memperluas operasinya ke Amerika Serikat dengan membuka kantor pusat regional di Chicago. Ekspansi ini dilakukan setelah perusahaan mencatat pertumbuhan pesat dengan pendapatan tahunan berulang (Annual Recurring Revenue/ARR) mencapai US$15,6 juta dalam kurun waktu 24 bulan, yang sebagian besar dibangun dari pasar Asia Tenggara.

Langkah ekspansi ke Amerika Serikat tersebut menandai babak baru bagi tridorian, yang dikenal sebagai salah satu perusahaan transformasi digital dengan pertumbuhan tercepat di kawasan Asia Tenggara. Sebelumnya, tridorian membangun fondasi bisnisnya di Singapura dan Thailand, sebelum memperluas layanan ke berbagai negara di kawasan.

Peluncuran operasional di Amerika Serikat mencerminkan meningkatnya permintaan global terhadap kapabilitas tridorian, khususnya dalam membantu organisasi mengimplementasikan sistem kecerdasan buatan (AI) yang aman, terkelola, dan siap digunakan dalam lingkungan produksi. Pendekatan ini menekankan pemanfaatan data nyata yang terintegrasi langsung dengan alur kerja bisnis sehari-hari, bukan sekadar uji coba teknologi.

Chief Executive Officer tridorian, Jimmy Jigmo, mengatakan bahwa pencapaian tersebut merupakan hasil kerja kolaboratif yang dibangun bersama pelanggan dan tim di Asia Tenggara.

MENARIK DIBACA:  Ascott Meluncurkan Rebranding The Unlimited Collection, Portofolio Meningkat Tiga Kali Lipat

“Kami membangun bisnis ini di Asia Tenggara, bersama pelanggan dan tim kami. Mencapai ARR US$15,6 juta dalam dua tahun bukan soal mengikuti tren, melainkan memastikan AI benar-benar dapat berjalan andal di lingkungan nyata. Undangan untuk membawa pendekatan ini ke Amerika Serikat menunjukkan bahwa apa yang kami bangun mampu bersaing di tingkat global,” ujarnya.

Di Asia Tenggara, tridorian telah bekerja sama dengan berbagai perusahaan di sektor yang teregulasi dan berpertumbuhan tinggi untuk memodernisasi infrastruktur cloud, mengoptimalkan beban kerja kritis, serta menyiapkan platform data yang siap mendukung implementasi AI skala besar.

Sejumlah proyek sukses telah dicatat perusahaan. Di Singapura, tridorian membantu Ryobi-G membangun sistem pemantauan real-time berbasis Google Cloud dengan tingkat ketersediaan 99 persen, menggandakan kapasitas proyek, dan memangkas waktu deployment lebih dari 50 persen. Sementara itu, Nanyang Inc. berhasil mengotomatisasi sistem pemrosesan pesanan, menghemat 850 jam kerja per bulan, meningkatkan retensi klien hingga 65 persen, serta mencatatkan ROI sebesar 257 persen pada tahun pertama.

Di Thailand, tridorian mendukung Thai Wacoal dalam mempercepat siklus “trend-to-market” melalui otomatisasi pembuatan konten produk dan ulasan merek. Proyek lain mencakup implementasi pencarian berbasis AI dan personal shopper untuk Shop Global yang mendorong peningkatan pendapatan sebesar 20 persen. Di Indonesia, FDC Dental Clinic berhasil memangkas waktu pemesanan pasien hingga 87 persen setelah memodernisasi sistem layanan pasien.

MENARIK DIBACA:  Menara Ikonik Dunia Menyala Merah Rayakan Imlek sebagai Warisan Budaya UNESCO

Chief Revenue Officer tridorian, Andhika, menyatakan bahwa tantangan transformasi digital kini bersifat global.

“Baik di Singapura maupun Chicago, para pemimpin bisnis mengajukan pertanyaan yang sama: bagaimana membangun bisnis di era AI-Native. Pengalaman kami di Asia Pasifik kini kami bawa ke pasar Amerika Serikat,” katanya.

Meski memperluas jangkauan global, tridorian menegaskan akan tetap berinvestasi pada pengembangan talenta, kapabilitas regional, dan keunggulan layanan di Asia Tenggara. Perusahaan juga berkomitmen mendukung pelanggan dengan kebutuhan transformasi digital yang semakin kompleks.

Sebagai informasi, tridorian merupakan mitra utama Google Cloud yang berfokus pada layanan dan solusi modernisasi platform, data, serta aplikasi. Dengan operasi di delapan negara dan melayani pelanggan di 14 negara, tridorian mengedepankan pendekatan people-centric dalam membangun sistem AI yang aman, terkelola, dan siap digunakan secara luas.