MERANTI, SINKAP.info – Bupati Kepulauan Meranti, AKBP (Purn.) H. Asmar, memimpin upacara peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 tingkat Kabupaten Kepulauan Meranti di Lapangan Bola Desa Gogok Darussalam, Kecamatan Tebing Tinggi Barat, Minggu (25/10/2026).
Mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat peran santri dalam pembangunan bangsa, sekaligus mendorong generasi muda pesantren agar menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi tanpa meninggalkan nilai-nilai agama serta akhlak mulia.
Upacara diikuti para kiai, pengasuh pondok pesantren, tenaga pendidik, serta santri dan santriwati dari berbagai pondok pesantren di Kabupaten Kepulauan Meranti.
Turut hadir jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Wakil Ketua DPRD Kepulauan Meranti Antoni Sidharta, Wakapolres Kompol Detis Mayer Silitonga, Danposal Selatpanjang Lettu Laut Adu Ismanto, Plt. Kepala Kantor Kementerian Agama Kepulauan Meranti Misyamto, Sekretaris Daerah Sudandri, Ketua TP PKK Hj. Ismiatun, Ketua FKPP Kiai M. Nurdin, serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) dan tokoh agama.
Dalam upacara tersebut, Bupati Asmar membacakan amanat Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, M.A., yang menekankan pentingnya peran santri dalam memperkuat bangsa, baik melalui perjuangan mempertahankan kemerdekaan maupun kontribusi nyata dalam pembangunan.
Melalui tema peringatan tahun ini, para santri didorong mengambil peran strategis dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045. Santri tidak hanya dituntut menguasai ilmu agama, tetapi juga perlu meningkatkan pengetahuan umum, menguasai teknologi, berinovasi, dan mengembangkan kemandirian.
Meski demikian, kemajuan tersebut harus tetap diiringi dengan pelestarian tradisi pesantren, penguatan karakter, serta penerapan akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari.
Santri juga memiliki peluang untuk berkiprah di berbagai bidang, mulai dari pendidikan, ilmu pengetahuan, kewirausahaan hingga kepemimpinan. Karena itu, pondok pesantren diharapkan terus menjadi pusat pembentukan karakter, persatuan, dan kerukunan di tengah masyarakat.
Dalam arahannya, Asmar menekankan pentingnya peran guru, kiai, dan pengelola pondok pesantren dalam membina generasi muda agar tumbuh menjadi pribadi berkualitas, santun, dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Didiklah anak-anak kita dengan sebaik-baiknya. Kita berharap mereka menjadi santri yang berkualitas, berakhlak mulia, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi daerah maupun bangsa. Jaga sopan santun dan etika dalam kehidupan sehari-hari,” pesan Asmar.
Ia juga mengimbau generasi muda agar bijak dalam pergaulan, menjaga perilaku, serta menjadikan nilai-nilai agama sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Terkait isu yang beredar mengenai dugaan aktivitas LGBT di Kepulauan Meranti, Asmar menyampaikan bahwa berdasarkan penelusuran aparat kepolisian di lapangan, pihaknya belum memperoleh temuan yang mengonfirmasi isu tersebut.
Meski demikian, pemerintah daerah akan terus mendorong sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, termasuk kalangan pendidik dan generasi muda, mengenai pentingnya menjaga etika, perilaku, serta membangun lingkungan sosial yang sehat.
Santri Terlibat Langsung dalam Upacara
Peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Kepulauan Meranti juga melibatkan para santri dari sejumlah pondok pesantren sebagai petugas upacara.
Muhammad Nawawi, Ketua Pondok Pesantren Alhusna Mantiasa, bertindak sebagai perwira upacara. Sementara itu, M. Farhan Nur Rasyid dari Pondok Pesantren Darul Fikri Selatpanjang dipercaya menjadi komandan upacara.
Pasukan pengibar bendera berasal dari Pondok Pesantren Hidayatul Muttaqin Mantiasa, sedangkan paduan suara diisi santri Pondok Pesantren Al Muawanah. Santri lainnya turut bertugas dalam pembacaan ikrar santri, Undang-Undang Dasar 1945, dan kalam ilahi.
Keterlibatan para santri tersebut menjadi bagian dari upaya menumbuhkan rasa tanggung jawab, kedisiplinan, dan semangat kebangsaan di kalangan generasi muda pesantren.
Menutup rangkaian kegiatan, Asmar berharap peringatan Hari Santri Nasional menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, ulama, dan pondok pesantren dalam mencetak generasi yang religius, berkarakter, mandiri, serta mampu berkontribusi bagi kemajuan Kabupaten Kepulauan Meranti dan Indonesia.
Ia berharap para santri terus meningkatkan kualitas diri, memperluas wawasan, serta menjaga akhlak agar mampu menghadapi tantangan zaman dan mengambil bagian dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.







