45 Kasus Kekerasan Anak Terungkap di Labuhanbatu, Pemkab Soroti Ancaman Serius Era Digital

Labuhan Batu38 Dilihat

LABUHANBATU, SINKAP.info – Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu menyoroti tingginya kasus kekerasan terhadap anak yang terjadi sepanjang 2026. Berdasarkan data Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (SIMFONI PPA), tercatat 45 kasus kekerasan terhadap anak di daerah tersebut sepanjang Januari hingga September 2026.

Data tersebut disampaikan Pj. Sekretaris Daerah (Sekda) Labuhanbatu Abdi Jaya Pohan, SH., MH., saat memimpin Apel Gabungan Kelompok I di lingkungan Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu, di Lapangan BKPP, Senin (5/10/2026).

Dari 45 kasus tersebut, sebanyak 16 kasus merupakan kekerasan seksual, 11 kasus kekerasan psikis, 9 kasus kekerasan fisik, 6 kasus kekerasan lainnya, dan 3 kasus eksploitasi anak.

Abdi Jaya mengatakan angka tersebut berpotensi lebih besar karena masih terdapat kasus kekerasan terhadap anak yang belum dilaporkan kepada pihak berwenang.

“Angka ini kemungkinan besar hanyalah puncak gunung es, mengingat masih banyak kasus kekerasan yang belum dilaporkan oleh masyarakat,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Abdi Jaya membacakan pidato Bupati Labuhanbatu dr. Maya Hasmita, Sp.OG., MKM. Dalam pidato itu, Bupati mengingatkan bahwa dampak kekerasan terhadap anak tidak hanya meninggalkan luka fisik, tetapi juga dapat memengaruhi kondisi mental dan masa depan anak.

MENARIK DIBACA:  Plt Bupati Resmikan Gedung Baru Puskesmas Negeri Lama

“Ketika seorang anak mengalami kekerasan, trauma masa kecil dapat menjadi bayang-bayang gelap yang merusak mental, menurunkan rasa percaya diri, bahkan berpotensi membentuk mereka menjadi pelaku kekerasan di masa depan. Kita harus memutus mata rantai ini sekarang juga,” tegasnya.

Ancaman Kekerasan di Era Digital

Selain kekerasan fisik dan verbal di lingkungan sekitar, Pemkab Labuhanbatu turut menyoroti ancaman terhadap anak di ruang digital.

Abdi Jaya menyebut cyberbullying dan eksploitasi anak secara daring menjadi tantangan baru yang perlu mendapat perhatian serius dari orang tua, sekolah, pemerintah, dan masyarakat.

Untuk mencegah kekerasan terhadap anak, ia mengajak seluruh elemen masyarakat menerapkan tiga langkah konkret, yakni menjadikan rumah sebagai “istana nyaman”, meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar, serta mendampingi anak dalam menggunakan ruang digital.

Menurutnya, keluarga memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan yang aman bagi tumbuh kembang anak. Orang tua juga diharapkan tidak melepas pengawasan terhadap aktivitas anak di dunia maya.

Sekolah Diminta Bertindak Tegas

MENARIK DIBACA:  Bupati Open Tournament Football U-15 Tingkat Kabupaten

Terkait maraknya perundungan atau bullying di lingkungan sekolah yang kerap dianggap sebagai candaan, Abdi Jaya meminta pihak sekolah dan Dinas Pendidikan mengambil langkah cepat dan tegas.

Ia menekankan pentingnya koordinasi antarpemangku kepentingan untuk mencegah kasus perundungan berulang serta memastikan setiap laporan dapat ditangani secara tepat.

Selain membahas perlindungan anak, apel gabungan tersebut juga menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi, memperkuat jiwa korsa pegawai, serta meningkatkan disiplin dan etos kerja di lingkungan Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu.

Abdi Jaya mengingatkan seluruh ASN dan pegawai di lingkungan Pemkab Labuhanbatu agar terus meningkatkan kedisiplinan dalam menjalankan tugas dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Disiplin kinerja merupakan pondasi utama dalam menjalankan roda pemerintahan dan pelayanan masyarakat. Saya berharap momentum peringatan Hari Jadi ke-81 Kabupaten Labuhanbatu ini dijadikan ajang untuk meningkatkan semangat kebersamaan, menjaga integritas, serta memberikan yang terbaik bagi daerah kita,” tandasnya.

Ia sekaligus mengajak seluruh masyarakat untuk turut menyemarakkan peringatan Hari Jadi ke-81 Kabupaten Labuhanbatu dengan semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap pembangunan daerah.