Bupati Asmar Buka OMI 2026, Dorong Siswa Madrasah Kuasai Sains Berbasis Islam

MERANTI, SINKAP.info – Bupati Kepulauan Meranti AKBP (Purn.) H. Asmar secara resmi membuka Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) Kementerian Agama Kabupaten Kepulauan Meranti Tahun 2026 di Aula MTsN 1 Kepulauan Meranti, Selatpanjang, Jumat (4/9/2026).

Ajang kompetisi akademik tersebut mengusung tema “Islam, Sains, dan Ekoteknologi: Menumbuhkan Talenta serta Menggerakkan Inovasi Madrasah untuk Indonesia Maju.”

Sebanyak 370 peserta didik dari jenjang MI/SD, MTs/SMP, hingga MA/SMA se-Kabupaten Kepulauan Meranti mengikuti OMI 2026. Para peserta berkompetisi dalam berbagai bidang, di antaranya Matematika, IPAS, IPA, IPS, Biologi, Fisika, Kimia, Ekonomi, dan Geografi.

Turut hadir dalam pembukaan kegiatan tersebut Plt. Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kepulauan Meranti Misyanto, Kasi Pendidikan Islam H. Hasbullah, Kepala Cabang Bank Syariah Indonesia Reza, Kepala Cabang BRK Syariah Wowid Syahputra, Ketua MUI H. Mustafa, Sekretaris Disparpora Meranti Husni Mubarak, Ketua Komite Madrasah, para kepala madrasah se-Kabupaten Kepulauan Meranti, serta tamu undangan lainnya.

Bupati Asmar mengatakan OMI bukan sekadar menjadi ajang kompetisi akademik, tetapi juga sarana untuk menumbuhkan semangat belajar, kreativitas, inovasi, serta memperkuat karakter generasi muda yang berlandaskan nilai-nilai Islam.

“OMI merupakan ajang bergengsi yang tidak hanya menjadi wadah kompetisi, tetapi juga sarana untuk menumbuhkan semangat belajar, kreativitas, inovasi, serta memperkuat karakter generasi muda sesuai dengan nilai-nilai Islam,” ujar Asmar.

Menurutnya, tema yang diusung dalam OMI 2026 menjadi momentum untuk meningkatkan mutu akademik, mengembangkan talenta peserta didik, serta mendorong inovasi di bidang sains dan riset tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman.

Melalui berbagai bidang kompetisi, peserta didik diharapkan mampu mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif, memecahkan persoalan, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.

MENARIK DIBACA:  Bupati Asmar Hadiri Haflah Akhirussanah Ponpes Babus Sa’adah

“Di tengah perkembangan teknologi dan persaingan global, madrasah dituntut mampu melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki keterampilan abad ke-21, berakhlak mulia, adaptif, inovatif, dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun global,” katanya.

Asmar mengajak seluruh peserta untuk mengikuti kompetisi dengan penuh semangat serta menjunjung tinggi sportivitas dan integritas. Ia juga meminta para guru dan pembina terus memberikan bimbingan, motivasi, dan dukungan kepada peserta didik.

“Saya mengajak seluruh peserta mengikuti kompetisi dengan penuh semangat, menjunjung tinggi integritas, dan menjadikan setiap tantangan sebagai kesempatan untuk belajar dan berkembang,” tuturnya.

Bupati Asmar, yang mengaku sebagai lulusan madrasah, menegaskan pendidikan madrasah memiliki peluang besar dalam mencetak generasi yang mampu berkarier dan berkontribusi di berbagai bidang.

Ia juga menyampaikan komitmennya untuk membantu penyelesaian pembangunan halaman MTsN 1 Kepulauan Meranti yang masih dalam tahap renovasi.

Dukungan pembiayaan, kata Asmar, akan diupayakan melalui hibah Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti serta program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR, termasuk dari sektor perbankan.

Usai membuka OMI 2026, Bupati Asmar turut meninjau kondisi gedung MTsN 1 Kepulauan Meranti. Ia menilai bangunan madrasah tersebut sudah baik dan representatif sehingga perlu dijaga serta dirawat secara optimal.

Sementara itu, Plt. Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kepulauan Meranti Misyanto menjelaskan pembangunan gedung MTsN 1 Kepulauan Meranti telah selesai dikerjakan melalui proyek yang bersumber dari Surat Berharga Syariah Negara (SBSN).

MENARIK DIBACA:  Kapolres Meranti  AKBP Eko Wimpiyanto Hardjito SIK, Jalin Silaturahmi Dengan OKP dan BEM

Namun, pembangunan halaman madrasah belum termasuk dalam anggaran proyek tersebut.

“Untuk halamannya belum selesai. Pembangunan halaman ini sementara dilakukan melalui gotong royong dan infak kawan-kawan. Namun, yang terlaksana baru sebagian sehingga masih membutuhkan dana tambahan,” jelas Misyanto.

Ia berharap Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti dan pihak lainnya dapat memberikan dukungan agar pembangunan halaman madrasah dapat segera diselesaikan.

Misyanto juga berpesan kepada seluruh peserta agar mengikuti kompetisi dengan semangat, sportif, dan menjadikan OMI sebagai motivasi untuk meningkatkan prestasi.

“Saya berharap dengan adanya Olimpiade Madrasah Indonesia ini dapat menjadi motivasi untuk meningkatkan prestasi madrasah dan peserta didik,” ujarnya.

Menurutnya, pelaksanaan OMI yang digelar setiap tahun menjadi momentum bagi madrasah untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan serta pembinaan peserta didik.

Ia juga mengingatkan pentingnya penerapan nilai-nilai dalam Kurikulum Berbasis Cinta yang diluncurkan Kementerian Agama, termasuk kecintaan kepada Allah SWT, ilmu pengetahuan, dan diri sendiri.

Sementara itu, Ketua Panitia OMI 2026 menjelaskan kompetisi tersebut menjadi wadah untuk mengembangkan talenta peserta didik, tidak hanya dalam bidang akademik, tetapi juga dalam membangun generasi yang inovatif dan mampu memadukan nilai-nilai Islam, penguasaan sains, serta perspektif ekoteologi.

Selain meningkatkan motivasi belajar dan kemampuan berpikir kritis, kreatif, serta inovatif, OMI juga menjadi ajang menjaring peserta didik berprestasi untuk mewakili Kabupaten Kepulauan Meranti pada kompetisi tingkat Provinsi Riau.

Pembukaan OMI 2026 ditandai dengan pengalungan tanda peserta secara simbolis oleh Bupati H. Asmar kepada perwakilan peserta.