Perusahaan Bioteknologi AS Uji Terapi HPV Berbasis Teh Hijau, Hasilnya Dinantikan Banyak Pasien

GLOBAL96 Dilihat

HONG KONG, SINKAP.info – Perusahaan bioteknologi asal Amerika Serikat, Amplexd Therapeutics, memulai uji klinis fase 2 untuk terapi investigasi berbasis epigallocatechin gallate (EGCg) dalam penanganan lesi prakanker serviks yang berkaitan dengan infeksi human papillomavirus berisiko tinggi (hr-HPV).

Uji klinis tersebut telah memperoleh persetujuan dari Departemen Kesehatan Hong Kong dan akan dilaksanakan di The Chinese University of Hong Kong bekerja sama dengan Prince of Wales Hospital. Saat ini proses perekrutan peserta penelitian telah dimulai.

Penelitian dilakukan dengan metode acak dan terkontrol plasebo untuk mengevaluasi keamanan serta efektivitas terapi pada perempuan yang didiagnosis mengalami ASC-US dan low-grade squamous intraepithelial lesions (LSIL) disertai infeksi hr-HPV.

Amplexd menargetkan data klinis awal dari penelitian tersebut dapat diperoleh pada kuartal pertama tahun 2027.

MENARIK DIBACA:  Tragedi Rinjani: Keluarga Pendaki Brasil Gugat Kinerja Tim Penyelamat

Terapi investigasi yang dikembangkan Amplexd berupa supositoria vagina stabil berbasis EGCg, senyawa bioaktif yang berasal dari teh hijau. Produk tersebut dirancang untuk penggunaan mandiri langsung pada area yang terdampak penyakit.

Chief Executive Officer Amplexd Therapeutics, Alia Rahman, mengatakan saat ini masih terdapat kebutuhan besar terhadap terapi lokal nonbedah untuk menangani lesi ringan akibat hr-HPV.

“Penanganan standar saat ini umumnya masih berupa pemantauan berkala dan pendekatan wait and see yang dapat menimbulkan beban psikologis maupun finansial bagi pasien,” ujar Rahman.

Menurutnya, keterbatasan akses terhadap tindakan bedah dan layanan tindak lanjut di sejumlah wilayah Asia-Pasifik juga menjadi tantangan dalam penanganan penyakit tersebut.

Ia menambahkan, sejumlah studi praklinis dan klinis sebelumnya telah mengeksplorasi penggunaan formulasi topikal berbasis EGCg dalam pengobatan HPV dan lesi serviks. Berdasarkan penelitian tersebut, Amplexd mengembangkan formulasi yang dapat digunakan secara mandiri untuk intervensi dini.

MENARIK DIBACA:  BinaryX Inovasi Investasi Blockchain di Dunia Real Estat dan GameFi

Uji klinis fase 2 ini akan menilai sejumlah indikator utama, di antaranya regresi lesi, pembersihan virus, serta profil keamanan terapi secara keseluruhan.

Infeksi hr-HPV diketahui menjadi penyebab utama kanker serviks yang hingga kini masih menjadi masalah kesehatan global, khususnya di kawasan Asia-Pasifik. Data penelitian menunjukkan prevalensi hr-HPV pada perempuan di China mencapai sekitar 12,8 persen, sementara negara tersebut menyumbang sekitar 23 persen kasus kanker serviks dunia.

Amplexd Therapeutics merupakan perusahaan bioteknologi yang fokus mengembangkan terapi inovatif di bidang kesehatan perempuan dan penyakit dengan kebutuhan pengobatan yang masih tinggi.