Di Tengah Tekanan Fiskal, Mahasiswa STAI Nyatakan Dukungan untuk Pemda Meranti

MERANTI, SINKAP.info — Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) STAI Nurul Hidayah Selatpanjang menyatakan dukungan moral kepada Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti yang tengah menghadapi tekanan fiskal akibat keterbatasan anggaran daerah.

Dukungan tersebut disampaikan langsung Ketua DEMA STAI Nurul Hidayah, M. Subhi, bersama sejumlah pengurus saat melakukan audiensi dengan Bupati Kepulauan Meranti, Asmar, di ruang kerja bupati, Rabu (7/1/2026) sekitar pukul 09.00 WIB.

Dalam audiensi tersebut, Subhi menyampaikan bahwa kehadiran mahasiswa merupakan bentuk kepedulian terhadap kondisi pemerintahan daerah yang saat ini menghadapi tantangan serius, khususnya dalam pengelolaan keuangan daerah yang berdampak pada belum optimalnya pelaksanaan sejumlah program sepanjang tahun 2025.

“Kami hadir untuk memberikan dukungan di tengah berbagai kritik yang muncul akibat belum maksimalnya beberapa program pemerintah daerah. Kondisi ini perlu dipahami secara objektif karena salah satu faktor utamanya adalah keterlambatan dan pemangkasan dana transfer dari pemerintah pusat,” ujar Subhi.

Ia menjelaskan, pada tahun 2025 Kementerian Keuangan Republik Indonesia melakukan pemangkasan anggaran Transfer ke Daerah (TKD) secara nasional sebesar Rp50,59 triliun. Kebijakan tersebut berdampak signifikan terhadap daerah yang sangat bergantung pada dana transfer pusat, termasuk Kabupaten Kepulauan Meranti.

MENARIK DIBACA:  Tinjauan Vaksinasi di SDN 025 Selatpanjang, Kapolres Berharap Wali Murid Tak Ragu Bawa Anaknya Vaksin

Menurut Subhi, dana yang terdampak meliputi Dana Bagi Hasil (DBH), khususnya sektor migas dan pajak, serta Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik dan nonfisik yang pencairannya tidak sepenuhnya terealisasi sesuai jadwal. Kondisi tersebut menyebabkan sejumlah program pembangunan dan pelayanan publik di daerah harus disesuaikan bahkan ditunda.

“Sekitar 90 persen APBD Kepulauan Meranti bersumber dari dana transfer pusat dan provinsi. Ketika DBH terlambat dan DAK tidak tersalurkan optimal, tekanan fiskal daerah menjadi cukup berat,” katanya.

Meski demikian, Subhi optimistis kondisi keuangan daerah pada tahun 2026 dapat membaik di bawah kepemimpinan Bupati Asmar. Ia menilai Kepulauan Meranti memiliki potensi besar di sektor perkebunan sagu, perikanan tangkap dan budidaya, industri hilir sagu, serta wisata bahari dan budaya yang dapat menjadi penggerak ekonomi daerah.

MENARIK DIBACA:  Kompak dan Bersemangat, Kafilah Kepulauan Meranti Ikuti Pawai Taaruf MTQ Ke-42 Provinsi Riau

Sementara itu, Bupati Kepulauan Meranti, Asmar, menyambut baik dan mengapresiasi dukungan konstruktif yang disampaikan oleh kalangan mahasiswa. Ia menegaskan bahwa persoalan fiskal tidak hanya dialami Kepulauan Meranti, melainkan hampir seluruh daerah di Indonesia.

“Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan adik-adik mahasiswa. Hampir seluruh kabupaten dan kota di Indonesia, khususnya di Provinsi Riau, saat ini menghadapi tantangan fiskal yang serupa,” ujar Asmar.

Ia menambahkan, pemerintah daerah terus berupaya mengelola anggaran secara bijak dengan memprioritaskan program-program yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat. Bupati berharap kondisi fiskal daerah dapat membaik seiring dengan perbaikan kebijakan transfer pusat pada tahun 2026.

“Jika kondisi keuangan daerah membaik, kami akan memprioritaskan program strategis, termasuk beasiswa bagi mahasiswa kurang mampu dan berprestasi serta penguatan sektor unggulan daerah,” katanya.

Dengan dukungan berbagai elemen masyarakat, termasuk kalangan mahasiswa, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti optimistis dapat memaksimalkan potensi daerah guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat pada tahun 2026 dan tahun-tahun mendatang.