Minimalisir Resiko Bencana, PLN UP3 Pematangsiantar Gandeng Damkar & Brimob Gelar Simulasi Tanggap Bencana

Pematangsiantar687 Dilihat

PEMATANGSIANTAR, SINKAP.info – PT PLN (Persero) UP3 Pematangsiantar bekerjasama dengan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Pematangsiantar serta Brimob Kompi-2 Batalyon-B Kota Pematangsiantar menggelar simulasi tanggap darurat, guna mengoptimalkan kesiapan hadapi kondisi darurat. Simulasi ini digelar di kantor UP3 Pematangsiantar, Selasa (7/5).

Manager PLN UP3 Pematangsiantar Hasudungan Siahaan menjelaskan tujuan dari pelatihan ini untuk meningkatkan kemampuan seluruh karyawan untuk antisipasi menyelamatkan diri, menanggulangi dan mengurangi risiko bencana ketika kejadian yang tidak diinginkan seperti kebakaran melindungi investasi pada perusahaan agar aman terhadap bencana, memberikan perlindungan dan keselamatan kepada pegawai dari dampak bencana di lingkungan kerja, membekali dan mengingatkan kembali pegawai dan tenaga alih daya ilmu tanggap darurat. Serta supaya dapat menjalankan fungsi dan tugasnya dengan maksimal apabila terjadi kondisi darurat.

“Kita tidak pernah berharap akan terjadi kondisi darurat, tetapi apabila kondisi tersebut menimpa suatu saat nanti, kami berharap melalui program pelatihan dan simulasi ini. Kondisi darurat dapat ditangani secara maksimal, efektif dan efisien” ujar Hasudungan.

Adapun rangkaian kegiatan simulasi tanggap darurat ini lanjut di untuk membekali pegawai dan tenaga alih daya dengan berbagai macam ilmu seperti, penanganan hura hara, penjinakan bom, pelatihan pemadaman kebakaran, serta ilmu pertolongan pertama pada kecelakaan.

PLN berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat, salah satunya dengan meningkatkan rasa aman kepada masyarakat melalui peningkatan system keamanan yang sesuai baik secara teknologi maupun personilnya.

“Pelayanan PLN tidak terbatas hanya dalam penyaluran listrik, karenanya dalam faktor kemanan masyarakat PLN juga ingin berkontribusi. Melindungi area sekitar kantor adalah salah satu cara kami, karena keselamatan manusia adalah yang utama”, pungkas Hasudungan.

SINKAP.info | Laporan: Ais

Komentar