Aksi Demo Gerakan Pemuda Merbau Bersatu Tuntut PT EMP ITA

TELUK BELITUNG, SINKAP.info – Sejumlah pemuda di Kelurahan Teluk Belitung, Kecamatan Merbau, Kepulauan Meranti, yang mengatasnamakan Gerakan Pemuda Merbau Bersatu, menggelar aksi damai di perusahaan minyak EMP ITA, Selasa (14/5).

Aksi dengan massa yang berjumlah 100 orang itu dilakukan di depan Kantor EMP Kurau Base Camp ini terkait dengan masalah perekrutan tenaga kerja lokal yang dinilai kurang memperhatikan masyarakat setempat.

Para pemuda tersebut menuntut agar perusahaan lebih transparan dan memberikan kesempatan yang lebih besar kepada tenaga kerja lokal.

Aksi ini dipimpin oleh Koordinator Lapangan, Rizaldi Ilham dan Koordinator Umum yakni Zuriyadi Fahmi.

Adapun yang hadir untuk pengamanan massa demonstrasi tersebut yakni Kabag Ops Polres Kepulauan Meranti, Yudi Setiawan serta didukung oleh personel Polsek Merbau, Koramil Merbau dan Security EMP ITA yakni Nawakara.

Dalam orasinya, para pemuda ini berpendapat bahwa perusahaan seharusnya memberikan prioritas lebih kepada tenaga kerja lokal dalam proses perekrutan.

“Kami menginginkan perusahaan lebih memperhatikan dan memberi kesempatan yang lebih besar kepada tenaga kerja lokal. Banyak pemuda di sini yang memiliki kemampuan dan siap bekerja, namun merasa kurang mendapatkan peluang,” ujar salah satu peserta aksi.

“Kami ingin perusahaan EMP ITA memberikan prioritas kepada masyarakat lokal dalam perekrutan tenaga kerja. Ini penting untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar dan memberikan kesempatan kerja yang adil,” ujar yang lainnya.

Aksi damai ini berlangsung dengan tertib, dimana para pemuda membawa spanduk dan poster berisi tuntutan mereka. Mereka juga menyampaikan aspirasi mereka melalui orasi dan dialog dengan perwakilan perusahaan.

“Kami berharap perusahaan dapat mendengar dan merespons tuntutan kami dengan tindakan nyata,” tambah perwakilan tersebut.

Adapun tuntutan aspirasi para massa aksi tersebut diantaranya ;

Meminta PT ITA segera membuka lowongan kerja untuk supir yang berjumlah 16 unit Mobil di Kurau.

Selanjutnya menuntut PT ITA untuk tidak menganaktirikan Kecamatan Merbau dalam hal perekrutan tenaga kerja, selain itu mereka juga minta apabila ada pekerjaan di area Kecamatan Merbau, maka yang boleh melamar hanya KTP Kecamatan Merbau dan Kecamatan lain di ring 1 tidak boleh dibuka.

Mengembalikan transportasi umum khususnya untuk karyawan di PT. ITA yaitu Bus karyawan sehinga kesehatan dan keselamatan tenaga kerja putra daerah bisa lebih terjaga.

Meminta PT. ITA menyediakan Ambulance Darat dan Laut untuk kepentingan urgen masyarakat Kecamatan Merbau. Selanjutnya meminta Mobil Pemadam Kebakaran wajib disediakan di area Pedas.

Meminta kepada PT. ITA membuka Program PPLK untuk putra daerah Kecamatan Merbau, menyediakan transportasi anak sekolah dari Sagu-sagu ke Teluk Belitung, meminta kepada PT. ITA untuk lebih mengutamakan putra daerah menjadi Vendor di setiap kegiatan di PT. ITA dan yang terakhir meminta data Subcon yang ada sebagai Vendor di PT. ITA.

Perusahaan EMP ITA menyatakan akan menampung aspirasi dari para pemuda dan berkomitmen untuk meningkatkan komunikasi serta transparansi dalam proses perekrutan tenaga kerja.

“Kami mengapresiasi aksi damai ini dan berjanji akan mengevaluasi kebijakan perekrutan kami untuk lebih memperhatikan tenaga kerja lokal,” ujar
Manager Area PT ITA, Bonar Ari Nindito.

Aksi damai ini diharapkan dapat menjadi awal dari dialog yang konstruktif antara perusahaan dan masyarakat setempat.

Selanjutnya PT. ITA dalam hal ini Manager Area Bonar Ari Nindito menjawab tuntutan para massa aksi dengan membuat berita acara.

Adapun kesepakatan yang telah dilakukan pertemuan antara GAM Bersatu dengan Field Operation PT. Imbang Tata Alam (PT. ITA) dan PT Safara Abadi Sentosa (PT. SAS) diantaranya ;

Terkait dengan tuntutan Gerakan Pemuda Merbau Bersatu point I mengenai tenaga kerja supir 16 unit kendaraan operasional lapangan PT. ITA, sampai saat ini manajemen belum dapat memenuhi permohonan tersebut. Adapun pihak Gerakan Pemuda Merbau Bersatu akan bersurat ke Manajemen Jakarta untuk memohon tuntutan tenaga kerja supir tersebut dengan waktu 7 x 24 jam sejak surat diterima oleh Manajemen Jakarta.

Apabila sampai waktu yang ditentukan belum ada jawaban maka pihak Gerakan Pemuda Merbau Bersatu akan melakukan aksi kembali.

Untuk peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia masyarakat disekitar area operasi wilayah ring-1 dan mengejar target produksi, PT. ITA akan melakukan penerimaan tenaga kerja dibawah kontrak TPC.

Terkait dengan tuntutan Point 2 Pihak Field Operation PT. ITA menyatakan tidak menganaktirikan Kecamatan Merbau dalam setiap penerimaan tenaga kerja, dimana Tenaga skilled terbuka untuk 3 wilayah operasional ring-1 dan untuk non skilled diserahkan kepada wilayah operasional proyek berada.

Untuk tuntutan khusus Pekerjaan Proyek PT. SAS, pekerja skilled tetap sesuai prosedur dari PT. ITA, adapun untuk pekerja non skilled akan dikoordinasikan dengan pihak Kecamatan yang melibatkan desa wilayah ring-1 Kecamatan Merbau. Terkait tuntutan point 3 sampai 9 akan dijawab secara tertulis oleh field operation PT. TTA dengan waktu 7 x 24 jam.

“Kami meminta waktu 7 x 24 jam untuk dijawab poin no 3 sampai 9 dan meminta difasilitasi untuk bisa langsung bisa koordinasi dengan Pihak GM PT. ITA di Jakarta dan diberikan waktu yang sama 7 x 24 jam untuk merespon surat yang di layangkan terhitung dari surat dimasukan, apabila dalam waktu tersebut tidak ada tanggapan, maka kami mengancam akan melakukan aksi lanjutan dengan membawa masa lebih ramai pada hari ini,” kata Koordinator Umum yakni Zuriyadi Fahmi.

 SINKAP.info | Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *