Beranda KOLOM Opini

Obor Harapan, Selamat Tahun Baru 2022

338

MALUKU, SINKAP.info – Pandemi COVID-19 masih menjadi tantangan dan berpotensi memberikan ketidakpastian serta kecemasan, dan pada akhirnya dapat memengaruhi wajah Indonesia. Meskipun demikian, tahun baru selalu dipenuhi dengan optimisme dan harapan untuk masa depan Indonesia yang lebih baik.

Menyongsong tahun 2022, KEMITRAAN berupaya meneruskan perjuangan meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan lebih adil, demokratis, dan berkelanjutan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia. Tahun ini kami menempatkan isu anti-korupsi dan keberlanjutan lingkungan sebagai prioritas.

Perang melawan praktik lacur korupsi terasa semakin berat. Revisi UU KPK terbukti melemahkan gerakan anti korupsi, dan mengerdilkan peran lembaga KPK yang kini tidak lagi ditakuti oleh para koruptor. Bila terus dibiarkan, kondisi ini akan mendegradasi kualitas demokrasi Indonesia, salah satunya Pemilu serentak di tahun 2024.

Pada sisi lain, koruptor juga berpotensi menyelewengkan dana penanganan pandemi COVID-19. Oleh karenanya, kami berkomitmen untuk terus melanjutkan monitoring terhadap penggunaan dana COVID-19 agar jauh dari penyelewengan. Kami melaksanakan serangkaian pelatihan bagi jurnalis, aktivis, lembaga pers kampus serta masyarakat sipil di empat wilayah (Medan, Surabaya, Denpasar dan Kendari) untuk meningkatkan kemampuan menulis laporan jurnalisme warga dengan tujuan memonitor penggunaan anggaran COVID-19 di berbagai daerah.

Saat ini kami sedang dalam tahap finalisasi program dukungan kepada Pemerintah dalam mencegah korupsi melalui peningkatan keterlibatan masyarakat, penguatan budaya integritas serta akuntabilitas baik di sektor publik maupun swasta. Fokus program adalah pencegahan konflik kepentingan yang menjadi dasar maraknya korupsi di tingkat nasional dan daerah.

Korupsi juga merusak modal sumber daya alam Indonesia dalam menghadapi krisis iklim yang sudah di depan mata. Tahun 2021 menjadi saksi semakin seringnya cuaca ekstrem dan bencana yang diakibatkan oleh krisis iklim sehingga mengakibatkan kerugian yang tidak terduga, dari infrastruktur hingga nyawa manusia. Oleh karenanya, semua pihak harus lebih sadar dan bergerak mencegah serta meminimalisasi potensi terjadinya bencana paling dahsyat abad ini.

Melalui dukungan dari Adaptation Fund (AF) dan Green Climate Fund (GCF), kami bersama mitra kerja di daerah membangun kesadaran akan pentingnya beradaptasi terhadap bencana serta meningkatkan ketahanan terhadap perubahan iklim di berbagai daerah terdampak, seperti Kota Pekalongan di Jawa Tengah, Kabupaten Bulu Kumba dan masyarakat adat Kajang di Sulawesi Selatan, Kabupaten Tana Toraja, Toraja Utara, Pinrang dan Enrekang di Sulawesi Selatan, Kota Samarinda di Kalimantan Timur dan Kabupaten Maluku Utara.

Sebagai lembaga yang mendapatkan akreditasi dari AF dan GCF, KEMITRAAN berperan signifikan untuk lahirnya program-program adaptasi dan mitigasi perubahan iklim di wilayah lain di Indonesia. Dengan semangat kolaboratif, kami mengajak pemerintah daerah, organisasi non pemerintah, dunia usaha, akademisi, serta masyarakat sipil untuk bersama-sama membangun proposal program di wilayah lain untuk kemudian diajukan kepada AF dan GCF sebagai pemegang dana.

Tahun ini, kami akan melakukan riset tentang perubahan iklim. Fokus penelitian akan melihat upaya daerah dalam menjalankan program adaptasi dan mitigasi, serta seberapa besar dana publik dialokasikan untuk mendukung upaya-upaya tersebut. Di Papua, kami mendukung pemerintah untuk menjalankan pembangunan hijau sesuai dengan piagam Manokwari dan Visi 2100.

Di sektor kehutanan, kami akan melanjutkan upaya mendukung inisiatif negara dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang telah dilakukan sejak tahun 2017 atas inisiasi dari Kementerian Koordinator Perekonomian, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana melalui skema south-south cooperation dengan Afrika Selatan. Di tiga wilayah pilot, Kabupaten Pulang Pisau di Kalimantan Tengah, Kabupaten Pelalawan di Riau dan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) di Sumatera Selatan, kami fokus membangun upaya pembentukan pencegahan kebakaran melalui skema klaster dengan melakukan penguatan pada sisi kelembagaan, regulasi, hingga merumuskan alternatif sumber pendanaan.

Dengan semangat keterbukaan, integritas dan partisipasi semua pihak, KEMITRAAN optimis Indonesia di tahun 2022 akan mampu menyelesaikan persoalan pandemi dan mencegah potensi bencana akibat dari perubahan iklim, serta membasmi wabah korupsi yang sudah semakin akut menyerang sendi-sendi negeri. Terima kasih banyak atas berbagai bentuk dukungan yang telah diberikan terhadap kerja-kerja kami, dan mari kembali berkolaborasi di tahun ini dan tahun-tahun mendatang.

Facebook Comments