Beranda NASIONAL

Misteri SUPERSEMAR, Naskah Asli Masih dalam Pencarian

965
Foto: Istimewa - Sumber foto: Historis.id

SEJARAH peralihan kekuasaan dari Presiden Soekarno kepada penerusnya pejabat kepresidenan Soeharto pada tahun 1967 hingga kini masih gelap mengundang kontroversi karena secara peralihan kekuasaan menurut sejumlah peneliti sejarah merupakan pertarungan politik yang sengit antara Presiden Soekarno dengan kelompok Angkatan Darat di bawah pimpinan Mayjen Soeharto.

Menurut laporan Central Intelligence Amerika serikat (CIA) dalam laporannya  menuliskan urutan kronologis kelahiran Surat Perintah 11 Maret atau Supersemar yang disebut CIA sebagai keberhasilan Mayor Jenderal Soeharto mengambil alih wewenang kekuasaan Presiden Soekarno.

Dalam perjalanan sejarah Indonesia tersebut ternyata Supersemar mengubah wajah Indonesia dalam sekejap dan Supersemar juga menjadi senjata peralihan kekuasaan antara Order Lama menuju kekuasaan Orde Baru yang dipimpin oleh Soeharto.

Tidak banyak yang diketahui tentang Surat Sakti yang membuka jalan kekuasaan Soeharto itu, menurut Prof. Mahfud MD pakar Hukum Tata Negara menuturkan masalah Supersemar dalam sejarah sudah tidak bisa dipersoalkan lagi.

“Kita harus move on untuk berdamai dengan sejarah, kita harus bisa menerima perjalanan sejarah bangsa sebagai fakta,” tanggap Mahfud MD dalam cuplikan channel video Matahadipemuda diunggah (15/11/2020).

Hingga hari ini, Kamis (11/03) Supersemar telah berumur 55 tahun. Dokumen rahasia Keberadaan Supersemar (Surat Perintah 11 Maret 1966) masih diselimuti misteri. Padahal Supersemar adalah dokumen penting dalam sejarah Indonesia.

Melansir detik.com, menurut Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) menyimpan tiga versi Supersemar. Enam tahun lalu, ANRI bekerja sama dengan Pusat Laboratorium Forensik Badan Reserse Kriminal Polri telah menguji tiga versi Supersemar. Kesimpulannya, tak ada satu pun yang orisinal.

“ANRI mengakui arsip Supersemar yang dimilikinya kini tidak asli. Pengakuan itu disampaikan pada 13 Desember 2020 oleh Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Konservasi ANRI, Multi Siswanti,” kutipan Antara.

Pencarian naskah Supersemar asli masih terus dilakukan. Keberadaan Supersemar yang kini berusia 55 tahun ternyata masih misterius.

“Kita memiliki arsip Supersemar, tapi itu dari berbagai versi. Setelah kita lihat dari autentikasinya, ternyata itu bukan arsip yang asli,” kata Multi Siswanti saat diskusi daring dilansir detik.com.[MF]

Facebook Comments