Beranda RIAU Kepulauan Meranti

Mantan Wapresma UIN SUSKA Angkat Bicara Terkait Aksi Mahasiswa Meranti

977

MERANTI, Sinkap.infoBebicara pergerakan tentunya hal yang sangat umum kita dengarkan di kalangan mahasiswa Riau bahkan seluruh Indonesia melakukan hal yang sama, khususnya di kabupaten Kepulauan Meranti. Ruh Demokrasi dalam pergerakan selalu kita dengar dengan memperhatikan adik adik mahasiswa melakukan gerakan unjuk rasa baik di DPRD mau pun di kelembagaan lain.

Hal tersebut disampaikan Padhil Alwi, S.Hi Mantan Wakil Presiden Mahasiswa UIN SUSKA 2006-2007 terkait aksi yang terjadi kemarin, Selasa (09/02). Wapresma UIN SUSQA menuturkan kepada media ini, kita berharap apa yang menjadi hajatan adik adik mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi maupun melakukan pembelaaan terhadap suatu masalah harus dilakukan sejalan dengan diskusi yang matang baik terhadap tuntutan sampai ke tekknis lapangan.

Yang terpenting, pesan Padhil, dalam melakukan penyampaian tuntutan kita menjaga etika sehinga tidak melakukan anarkis dan terkesan arogansi dalam melakukan pergerakan.

“Ini lah yang terjadi beberapa hari yang lalu unjuk rasa yang dilakukan mahasiswa mengatasnamakan GEMPUR di depan kantor Bupati Kabupaten Kepulauan Meranti, sehinga terjadi keos antar mahasiswa dan pihak aparat keamanan,” ungkap Padhil, Kamis (11/02).

Ketua KADIN kabupaten Kepulauan Meranti itu melanjutkan, saya sepakat atas apa yang dilakukan adik adik mahasiswa yang ingin menyampaikan pendapat di depan muka umum, tapi ingat kita baru saja melakukan pesta demokrasi pemilihan Kepala Daerah,  saya khawatir akan menjadi gorengan.

“Silakan menyampaikan aspirasi tapi harus diinggat jaga etika dan tidak melakukan anarkis sehinga kita tidak terkesan arogan, karena saya kawatir jika gerakan adik adik mahasiswa dimanfaatkan oknum masyarakat yang tinggal diluar Meranti untuk mencoba melakukan provokasi terhadap mahasisawa sehingga kondisi kondusif kabupaten Kepulauan Meranti saat ini menjadi tidak kondusif karena ada kepentingan yang meboncengi,” kata Padhil mengakhiri.

Facebook Comments