Prof Reda Soroti Tata Kelola Desa, Sampah hingga Insentif Linmas yang Masih Terabaikan

NASIONAL, Sosial49 Dilihat

JAKARTA, SINKAP.info – Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen (Jamintel) Kejaksaan Agung RI sekaligus Ketua Dewan Pengawas DPP Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (Abpednas), Prof. Reda Manthovani, meminta jajaran Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) memperkuat soliditas dalam menjalankan tugas serta pengabdian kepada masyarakat.

Menurut Reda, penguatan koordinasi dan tanggung jawab organisasi penting untuk mendukung ketertiban lingkungan, mengawal tata kelola pemerintahan desa, serta memastikan program pembangunan berjalan sesuai tujuan.

Pesan tersebut disampaikan Reda dalam rangkaian kegiatan Kemah Bhakti Satya Linmas, pengukuhan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Asosiasi Linmas (Aslinmas) Kota Bandar Lampung dan DPC Aslinmas se-Provinsi Lampung, serta DPC Abpednas Kota Bandar Lampung pada Kamis (24/9/2026).

Reda menekankan, pengurus yang baru dikukuhkan harus menjalankan peran organisasi secara nyata dan tidak sekadar memenuhi tanggung jawab administratif.

“Untuk bisa solid dalam mengurus masalah-masalah di lingkungannya. Karena mereka kan sudah jadi pengurus DPC, berarti bertanggung jawab di lingkungannya masing-masing,” kata Reda.

Ia juga menyoroti pentingnya peran Abpednas dalam mengawal tata kelola pemerintahan desa, terutama terkait pengelolaan keuangan dan pelaksanaan program pembangunan.

Reda menilai kekompakan organisasi dibutuhkan agar fungsi pengawasan dan pendampingan di tingkat desa dapat berjalan optimal serta mendukung penyelenggaraan pemerintahan yang bertanggung jawab.

“Abpednas juga sama. Jadi mereka ini supaya solid untuk bisa menjaga tata kelola keuangan desa dan program-program yang ada di desa,” ujarnya.

Soroti Pengelolaan Sampah

Selain penguatan organisasi, Reda menyebut tata kelola sampah sebagai salah satu program jangka pendek yang tengah disiapkan.

MENARIK DIBACA:  Nusron dan Tito Terbitkan Aturan Baru, LP2B Tak Lagi Tertunda

Dukungan berupa kendaraan telah disiapkan untuk menunjang pelaksanaan program tersebut. Menurut Reda, sarana itu salah satunya akan digunakan untuk mendukung pengelolaan sampah di lingkungan masyarakat.

“Jangka pendek itu yang tadi kan sudah disiapkan mobil, salah satunya untuk tata kelola sampah,” kata dia.

Program tersebut diharapkan tidak hanya berfokus pada penyediaan sarana dan prasarana. Keterlibatan organisasi, pemerintah daerah, dan masyarakat juga dinilai penting untuk membangun kebiasaan memilah sampah serta menjaga kebersihan lingkungan secara berkelanjutan.

Insentif Linmas Jadi Perhatian

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Abpednas, Aditya Yusma, mengatakan kehadiran jajaran pengurus pusat di daerah merupakan bagian dari upaya memperkuat semangat pengabdian anggota Satlinmas.

Ia mengingatkan setiap anggota Linmas untuk mempertahankan jiwa patriotisme dan menjalankan perannya sebagai pelindung masyarakat di lingkungan masing-masing.

“Yang pertama Linmas harus tetap berjiwa patriot. Makanya Aslinmas itu Patriot Pelindung Masyarakat,” kata Aditya.

Selain semangat pengabdian, Aditya menyoroti persoalan insentif Satlinmas yang dinilai masih membutuhkan perhatian pemerintah daerah.

Menurut dia, besaran insentif anggota Linmas berbeda-beda di sejumlah wilayah. Bahkan, terdapat anggota yang belum memperoleh insentif atas pengabdian mereka.

Kondisi tersebut, kata Aditya, perlu menjadi perhatian pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota agar kesejahteraan anggota Satlinmas tidak terabaikan.

“Harapan kami hadir ke provinsi, kota, kabupaten itu agar pemerintah kota, kabupaten, provinsi sadar dan peduli memperhatikan nasib para Satlinmas ini, pejuang, patriot pelindung masyarakat,” ujarnya.

MENARIK DIBACA:  Presiden Prabowo Instruksikan Pencabutan Izin PBPH Bermasalah Seluas Satu Juta Hektare

Dorong Pembangunan Dimulai dari Desa

Aditya mengatakan Aslinmas dan Abpednas memiliki peran strategis karena bersinggungan langsung dengan kehidupan masyarakat dan penyelenggaraan pemerintahan desa.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, terdapat dua agenda utama yang menjadi perhatian, yakni gerakan pemilahan sampah oleh masyarakat serta penguatan pembangunan yang dimulai dari tingkat desa.

Gerakan pemilahan sampah diarahkan untuk mendukung program Presiden Prabowo Subianto bertajuk Indonesia Asri. Keterlibatan organisasi dan masyarakat diharapkan dapat meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan sekaligus mendorong pengelolaan sampah yang lebih tertata.

Agenda berikutnya berkaitan dengan dukungan terhadap Asta Cita keenam Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pembangunan dari bawah, dengan desa menjadi salah satu titik penting dalam pemerataan ekonomi dan pengentasan kemiskinan.

Dalam konteks tersebut, penguatan peran BPD dan organisasi yang berhubungan langsung dengan masyarakat diharapkan dapat membantu mengawal pelaksanaan program pembangunan agar sesuai dengan kebutuhan warga.

“Tujuannya cuma dua. Yang pertama, gerakan pemilahan sampah oleh masyarakat mendukung program Presiden ‘Indonesia Asri’. Yang kedua, Asta Cita nomor 6 Presiden Prabowo mengenai bagaimana membangun dari bawah, dari desa untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan,” kata Aditya.

Melalui penguatan soliditas Satlinmas, Aslinmas, dan Abpednas, sinergi antarlembaga diharapkan semakin kuat dalam menjawab kebutuhan masyarakat.

Perhatian terhadap tata kelola desa, pengelolaan sampah, dan kesejahteraan anggota Linmas menjadi bagian penting dalam membangun lingkungan yang tertib dan bersih sekaligus mendukung pemerataan pembangunan hingga tingkat desa.