Investasi Energi Vietnam Tembus US$136,3 Miliar, GEEC 2027 Jadi Penghubung Global

GLOBAL47 Dilihat

HANOI, SINKAP.info – Vietnam memasuki fase besar investasi sektor energi dengan pipeline investasi pembangkit listrik dan jaringan mencapai US$136,3 miliar hingga 2030. Besarnya kebutuhan tersebut membuka peluang bagi perusahaan teknologi, produsen peralatan, hingga penyedia jasa teknik untuk memperluas pasar di Vietnam.

Momentum itu akan diperkuat melalui penyelenggaraan Global Energy Exhibition & Congress Vietnam (GEEC) 2027yang dijadwalkan berlangsung di Vietnam Exposition Center (VEC) pada 24–26 Februari 2027.

GEEC 2027 diselenggarakan oleh Vietnam Exhibition Fair Centre Joint Stock Company (VEFAC), operator VEC, bekerja sama dengan dmg events yang berbasis di Dubai. Ajang tersebut ditargetkan menjadi titik temu antara kebutuhan investasi energi domestik Vietnam dan pemasok teknologi serta peralatan dari berbagai negara.

Data Vietnam Electricity (EVN) menunjukkan, produksi dan impor listrik sistem nasional Vietnam mencapai 171,54 miliar kWh pada semester I 2026. Angka itu meningkat 9,85 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pada periode tersebut, beban puncak sistem kelistrikan juga mencapai rekor 57.537 MW. Kondisi ini mendorong kebutuhan percepatan investasi pada pembangkit dan jaringan listrik.

Berdasarkan revisi National Power Development Plan VIII (PDP8), Vietnam menargetkan produksi listrik komersial sekitar 500,4–557,8 miliar kWh dan kapasitas pembangkit sebesar 183.291–236.363 MW pada 2030.

Kebutuhan investasi hingga periode tersebut diperkirakan mencapai sekitar US$118,2 miliar untuk pembangkit listrik dan US$18,1 miliar untuk jaringan transmisi.

Skala investasi itu diperkirakan meningkatkan permintaan terhadap berbagai peralatan dan jasa teknik, mulai dari desain, instalasi, pengoperasian hingga pemeliharaan.

Dorong Energi Terbarukan dan Penyimpanan

Revisi PDP8 juga meningkatkan target kapasitas penyimpanan energi baterai menjadi 10.000–16.300 MW pada 2030. Target tersebut meningkat beberapa kali lipat dibandingkan target awal sebesar 300 MW.

Pembangkit listrik tenaga surya skala utilitas juga diwajibkan mengintegrasikan penyimpanan baterai sekurang-kurangnya 10 persen dari kapasitas pembangkit dengan durasi penyimpanan dua jam.

MENARIK DIBACA:  Huawei Gelar Forum IP Keenam, Dorong Inovasi Terbuka dan Penghargaan Teknologi

Perubahan kebijakan tersebut turut mendorong kebutuhan terhadap sistem konversi daya, manajemen energi, pengendalian, keselamatan, serta layanan integrasi teknologi.

Di sektor jaringan, Vietnam menargetkan pembangunan 12.944 kilometer jaringan 500 kV dan 15.307 kilometer jaringan 220 kV sepanjang 2025–2030.

Peluang tersebut mencakup kebutuhan terhadap peralatan gardu induk, sistem proteksi dan kendali, desain teknik, konstruksi, hingga pengoperasian dan pemeliharaan jaringan secara digital.

EVN dan unit-unitnya juga mencatat percepatan pembangunan jaringan. Dalam tujuh bulan pertama 2026, sebanyak 98 proyek jaringan mulai dibangun dan 100 proyek jaringan bertegangan 110 kV hingga 500 kV telah dialiri listrik.

Dengan kondisi tersebut, kemampuan pemasok memenuhi standar teknis, jadwal pengiriman, serta kebutuhan operasional menjadi salah satu kriteria penting.

GEEC 2027 Hubungkan Investor dan Pemasok Global

GEEC 2027 dirancang untuk menghubungkan kebutuhan investasi domestik dengan rantai pasok energi global. Pameran tersebut akan mencakup seluruh rantai nilai energi, mulai dari sumber energi konvensional, energi terbarukan, teknologi baru hingga solusi transisi energi.

Selain pameran, GEEC 2027 akan menghadirkan konferensi, business matchmaking, dan pertukaran teknis. Investor dapat mengeksplorasi teknologi sekaligus menilai pemasok, sementara peserta pameran berkesempatan bertemu mitra yang memiliki kebutuhan investasi, pengadaan maupun pelaksanaan proyek.

Ajang ini ditargetkan memiliki area hingga 80.000 meter persegi, menghadirkan lebih dari 800 peserta pameran, serta menarik lebih dari 30.000 pengunjung. Selain itu, lebih dari 450 pembicara dan 1.000 delegasi senior dari Vietnam maupun luar negeri diproyeksikan hadir.

GEEC merupakan inisiatif pertama dari kerja sama strategis VEFAC dan dmg events yang mulai dibangun melalui penandatanganan nota kesepahaman pada November 2025 dalam ajang ADIPEC di Abu Dhabi.

MENARIK DIBACA:  Misteri Satoshi dan Perjalanan Bitcoin: Peran Gavin Andresen dalam Evolusi Kripto

Melalui jaringan dmg events yang memiliki lebih dari 115 event, GEEC juga diharapkan membuka akses perusahaan Vietnam terhadap perusahaan energi internasional, pengembang proyek, lembaga investasi, dan penyedia teknologi dari Timur Tengah, Eropa, Amerika Utara, serta Asia.

Pemerintah Dorong Kerja Sama Energi Internasional

Dukungan terhadap GEEC 2027 turut datang dari pemerintah Vietnam. Dalam pertemuan pada 28 Juli 2026, Wakil Perdana Menteri Tetap Pham Gia Tuc menyoroti pentingnya penyelenggaraan ajang tersebut dan menyambut kerja sama VEFAC dengan dmg events.

Menurutnya, kerja sama tersebut dapat menjadi peluang bagi Vietnam untuk terhubung dengan jaringan perusahaan, korporasi, dan investor global, sekaligus memperkuat perdagangan, investasi, dan kerja sama internasional di sektor energi.

Sehari sebelumnya, Menteri Luar Negeri Le Hoai Trung juga menerima Presiden dmg events Christopher Hudson di kantor kementerian.

Pertemuan tersebut memperlihatkan perhatian pemerintah Vietnam terhadap pengembangan jaringan event internasional di dalam negeri, khususnya yang berkaitan dengan sektor energi dan pembangunan.

Pemerintah juga menyatakan kesiapan untuk memperkenalkan rencana pengembangan sektor energi Vietnam serta proyek-proyek prioritas yang membutuhkan investasi kepada mitra internasional.

Periode 2026–2030 dinilai menjadi momentum penting karena sejumlah proyek pembangkit listrik berbasis LNG, transmisi, energi terbarukan, penyimpanan energi, serta infrastruktur terkait mulai memasuki tahap implementasi secara bersamaan.

Dengan dukungan infrastruktur VEC dan jaringan global dmg events, GEEC 2027 diharapkan tidak hanya menjadi ajang pameran, tetapi juga menjadi titik temu antara kebijakan, proyek investasi, modal, teknologi, rantai pasok, dan mitra strategis.

Gelombang investasi energi senilai US$136,3 miliar tersebut pada akhirnya membuka peluang lebih besar bagi perusahaan Vietnam untuk mengakses teknologi, menemukan mitra bisnis, dan mengambil bagian dalam perkembangan ekosistem energi Asia Tenggara.