Uty Rilis EP Perdana Pacar Virtual, Tampil Bertopeng dan Angkat Cinta Era Digital Indonesia

HIBURAN75 Dilihat

JAKARTA, SINKAP.info – Penyanyi wanita Uty resmi merilis EP (Extended Play) perdananya bertajuk “Pacar Virtual” yang dirilis bersamaan dengan single utama berjudul sama. Melalui karya terbarunya ini, Uty mengangkat fenomena percintaan di era digital sekaligus memperkenalkan identitas artistik yang unik dengan selalu tampil mengenakan topeng.

EP “Pacar Virtual” memuat empat lagu, terdiri atas tiga karya baru, yakni Pacar Virtual, Entah Kapan, dan Berat Yang Indah, serta satu lagu yang telah lebih dulu diperkenalkan kepada publik, Panggil Namaku, yang kini hadir dalam versi aransemen ulang berformat live session akustik.

Penggunaan topeng yang menjadi ciri khas Uty disebut bukan sekadar konsep visual, melainkan bagian dari identitas artistiknya. Menurutnya, topeng merupakan simbol kebebasan berekspresi dan keinginan agar publik lebih mengenal karya musiknya dibandingkan penampilan fisiknya.

“Saya menggunakan topeng bukan untuk menyembunyikan siapa saya, tapi untuk membiarkan musik saya berbicara lebih jujur. Saya ingin orang-orang lebih fokus untuk mengenal karya-karya saya,” ujar Uty.

Sebelum merilis EP tersebut, Uty telah memperkenalkan diri ke industri musik Indonesia melalui dua single bergenre pop, yakni Panggil Namaku dan Berserah. Pada pertengahan 2026, ia memilih merangkum karya-karya terbarunya dalam sebuah mini album sebagai langkah baru dalam perjalanan karier bermusiknya.

MENARIK DIBACA:  Kota Tua Padang, Simbol Toleransi yang Tercipta dari Perdagangan Rempah

Uty berharap lagu-lagu yang dibawakannya mampu diterima penikmat musik Tanah Air sekaligus menyampaikan pesan tentang cinta yang dikemas melalui karakter misterius yang dibangunnya.

“Saya ingin pendengar musik Indonesia ikut merasakan pesan cinta yang saya sampaikan, yang tersembunyi di balik lagu-lagu dan topeng misteri saya. Semoga karya saya ini bisa memberikan kesan tersendiri di kuping dan hati penikmat musik Indonesia,” katanya.

Single utama “Pacar Virtual” mengangkat kisah hubungan asmara yang terjalin melalui perangkat digital, seperti media sosial, aplikasi percakapan, hingga aplikasi pencarian pasangan. Lagu tersebut ditulis oleh Lilik Purwaning Astuti, yang juga merupakan pemilik WYG Production, label rekaman yang menaungi Uty.

“Lagu ini tentang sepasang kekasih yang dipertemukan lewat gawai dan ini rasanya relate dengan kondisi perkembangan zaman digital saat ini. Di era sekarang banyak orang mencari pasangan hidupnya melalui chat, media sosial, aplikasi kencan, dan sejenisnya,” jelas Uty.

Aransemen musik digarap oleh Raditya Ibrahim dengan balutan musik pop yang dipadukan sentuhan musik Amerika Latin. Lagu dibuka dengan petikan gitar bergaya Spanyol yang memberikan nuansa ceria dan ritmis, namun tetap mempertahankan karakter pop yang mudah dinikmati berbagai kalangan.

MENARIK DIBACA:  Afiza Ghania, Penyanyi Cilik dengan Mimpi Besar dari Kota Lima Dimensi

Uty mengaku lagu tersebut menjadi tantangan tersendiri karena berbeda dengan karya-karya sebelumnya yang lebih bernuansa ballad.

“Pengerjaan lagu ini membutuhkan waktu sekitar dua minggu, mulai dari proses aransemen hingga rekaman vokal. Tantangannya karena saya belum terbiasa membawakan lagu dengan tempo yang lebih cepat, sehingga menjadi pengalaman baru bagi saya,” ungkapnya.

Selain lagu utama, EP ini juga menghadirkan Entah Kapan, karya Ahmad Fauzi yang mengusung nuansa dream pop, ambient, dan slowcore, kemudian Berat Yang Indah, lagu ciptaan Aqil Raihan yang mengisahkan dinamika perjalanan cinta dalam balutan musik pop ballad.

Sementara itu, lagu Panggil Namaku yang sebelumnya telah dirilis kembali dihadirkan dalam format live session sederhana hanya dengan iringan gitar akustik dan vokal.

Saat ini EP “Pacar Virtual” beserta video musik lagu utamanya telah tersedia di berbagai platform musik digital serta kanal YouTube Uty Official Music/WYG Production. Melalui karya tersebut, Uty berharap dapat memberikan warna baru bagi industri musik Indonesia sekaligus menjangkau lebih banyak pendengar di berbagai kalangan.