Meranti dan Kepri Teken MoU Strategis, Hilirisasi Kelapa-Sagu Jadi Fokus Utama

T Pinang73 Dilihat

TANJUNGPINANG, SINKAP.info — Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti bersama Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) dan perjanjian kerja sama strategis untuk memperkuat sinergi pembangunan daerah, pelayanan publik, hingga pengembangan potensi ekonomi kawasan perbatasan.

Penandatanganan dilakukan langsung oleh Bupati Kepulauan Meranti, AKBP (Purn) H. Asmar bersama Hj. Ismiatun, S.E., dan Gubernur Kepulauan Riau H. Ansar Ahmad di Gedung Daerah Provinsi Kepulauan Riau, Tanjungpinang, Jumat (8/5/2026).

Kerja sama tersebut mencakup sejumlah sektor strategis, di antaranya bidang perhubungan, pelayanan terpadu satu pintu (PTSP), dan kesehatan. Penandatanganan turut dilanjutkan oleh masing-masing kepala organisasi perangkat daerah (OPD) dari kedua pemerintahan.

Kegiatan yang berlangsung dalam suasana silaturahmi itu dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Kepri Misni, Sekda Kepulauan Meranti Sudandri Jauzar SH, jajaran pejabat tinggi pratama, staf ahli, asisten, hingga kepala OPD dari kedua daerah.

Dalam sambutannya, Bupati Kepulauan Meranti H. Asmar menyampaikan apresiasi atas sambutan Pemerintah Provinsi Kepri terhadap rombongan Pemkab Meranti. Menurutnya, kerja sama tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergitas antardaerah guna mendorong percepatan pembangunan dan peningkatan kualitas pelayanan publik.

“Kerja sama ini diharapkan mampu memberikan dampak positif dalam optimalisasi potensi masing-masing daerah, baik di bidang sumber daya manusia, sumber daya alam, teknologi, hingga sektor perkebunan,” ujar Asmar.

Ia mengatakan, Kepulauan Meranti memiliki potensi besar di sektor perkebunan, terutama komoditas sagu, kelapa, dan kopi yang dinilai perlu dikelola secara maksimal melalui kolaborasi lintas daerah.

Asmar juga berharap hubungan kerja sama dan silaturahmi antara Pemkab Meranti dan Pemprov Kepri dapat terus terjalin semakin solid ke depan.

Sementara itu, Gubernur Kepulauan Riau H. Ansar Ahmad menegaskan komitmen Pemprov Kepri dalam mendukung pembangunan Kabupaten Kepulauan Meranti di berbagai sektor.

Menurut Ansar, Kepri dan Kepulauan Meranti memiliki keterkaitan geografis dan geoekonomi yang kuat karena sama-sama berada di kawasan strategis Selat Malaka, salah satu jalur pelayaran tersibuk di dunia.

Ia menyebutkan, setiap tahun sekitar 80 ribu kapal melintasi Selat Malaka dengan aktivitas perdagangan mencapai sekitar 70 juta kontainer.

“Potensi besar ini sayang jika tidak dimanfaatkan secara optimal. Karena itu dibutuhkan kerja sama antardaerah hingga pemerintah pusat agar manfaat ekonominya dapat dirasakan bersama,” kata Ansar.

Ansar menilai, kerja sama antardaerah menjadi penting di tengah kondisi fiskal dan fluktuasi APBD saat ini. Menurutnya, pemerintah daerah dituntut lebih inovatif dalam membangun ekonomi kawasan.

Salah satu sektor yang menjadi perhatian adalah pengolahan sagu dan kelapa. Ansar mengungkapkan industri hilir kelapa di Kepri saat ini membutuhkan sekitar 200 ribu butir kelapa per hari, sementara pasokan yang tersedia baru mencapai sekitar 100 ribu butir per hari.

Dengan besarnya potensi kelapa yang dimiliki Kepulauan Meranti, ia optimistis kebutuhan bahan baku industri di Kepri dapat dipenuhi dari daerah tersebut.

“Ini menjadi peluang besar bagi petani kelapa Meranti. Pasokan ke industri dalam negeri tentu akan memberikan nilai ekonomi lebih baik dan meningkatkan daya saing dibanding hanya diekspor mentah,” jelasnya.

Selain itu, Pemprov Kepri juga berencana mendorong pengoperasian jalur RoRo Meranti–Kepri guna memperkuat konektivitas serta memperlancar arus barang dan mobilitas masyarakat.

Ansar turut memaparkan capaian ekonomi Kepri berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025. Pertumbuhan ekonomi Kepri tercatat mencapai 7,48 persen atau berada di peringkat ketiga nasional. Sementara Indeks Pembangunan Manusia (IPM) telah menembus angka 80 dengan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) mencapai lebih dari Rp381 triliun.

“Semoga Kepri dan Meranti dapat terus melaju bersama dan saling menguatkan dalam pembangunan kawasan,” tutup Ansar Ahmad.