Resmi! Kampung Tangguh Anti Narkoba Meranti Diresmikan, Tegaskan Zero Tolerance Sekarang

MERANTI, SINKAP.info — Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Riau Brigjen Pol. Hengki Haryadi bersama Wakil Bupati Kepulauan Meranti Muzamil Baharudin meresmikan Kampung Tangguh Anti Narkoba di Desa Banglas Barat, Selatpanjang, Sabtu (2/5/2026). Program ini bertujuan memperkuat peran masyarakat dalam mencegah peredaran dan penyalahgunaan narkotika hingga ke tingkat desa.

Peresmian ditandai dengan deklarasi bersama serta penandatanganan komitmen oleh unsur Forkopimda dan tokoh masyarakat. Kegiatan juga dirangkai dengan pelantikan kader anti narkoba dan duta narkoba sebagai ujung tombak edukasi di lingkungan masyarakat.

Dalam sambutannya, Wakapolda Riau menegaskan bahwa program Kampung Tangguh Anti Narkoba merupakan upaya pencegahan berbasis masyarakat yang diinisiasi oleh Polri dan didukung pemerintah daerah.

“Melalui program ini, masyarakat diharapkan menjadi garda terdepan dalam menjaga lingkungannya dari ancaman narkoba,” ujar Hengki.

Ia juga menyoroti posisi strategis Kepulauan Meranti sebagai wilayah perbatasan yang berpotensi menjadi jalur masuk narkotika dari luar negeri. Menurutnya, kondisi tersebut menuntut kewaspadaan dan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat.

MENARIK DIBACA:  Pemkab Meranti Cairkan Beasiswa Pendidikan bagi 698 Mahasiswa

Hengki mengungkapkan, angka penyalahgunaan narkoba di Riau masih cukup tinggi. Setiap bulan, aparat kepolisian rata-rata mengamankan sekitar 300 tersangka, termasuk 33 tersangka di wilayah Polres Kepulauan Meranti dalam satu bulan terakhir.

“Penyalahgunaan narkoba tidak hanya merusak kesehatan, tetapi juga memicu berbagai tindak kriminal,” katanya.

Ia menegaskan komitmen zero tolerance terhadap peredaran narkoba serta mengajak masyarakat untuk berperan aktif melaporkan aktivitas mencurigakan. Sementara itu, pengguna narkoba diarahkan untuk menjalani rehabilitasi.

Wakil Bupati Kepulauan Meranti Muzamil Baharudin turut menyampaikan apresiasi kepada jajaran kepolisian atas keberhasilan mengungkap kasus peredaran narkoba dalam jumlah besar, termasuk 27 kilogram sabu yang baru-baru ini diamankan.

MENARIK DIBACA:  Bupati Meranti Sambut Hangat Kedatangan Danlanal Dumai, Perkuat Sinergi Maritim

“Ini bukti sinergi nyata antara aparat penegak hukum dan pemerintah daerah. Untuk narkoba, tidak ada toleransi,” tegasnya.

Muzamil mengingatkan bahwa peredaran narkoba menjadi ancaman serius bagi masa depan generasi muda. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya kerja sama antara masyarakat dan aparat dalam upaya pencegahan.

Ia berharap Desa Banglas Barat dapat menjadi percontohan kampung bersih narkoba yang dapat direplikasi di wilayah lain di Kepulauan Meranti.

“Kita semua memiliki tanggung jawab yang sama. Narkoba bukan hanya urusan aparat, tetapi urusan bersama,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, ia juga berpesan kepada kader dan duta anti narkoba yang telah dilantik untuk aktif melakukan edukasi dan sosialisasi di tengah masyarakat.

Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran Polda Riau, Polres Kepulauan Meranti, unsur DPRD, tokoh adat, tokoh agama, serta masyarakat setempat.