Bupati Meranti Tutup Festival Perang Air, Cian Cui Resmi Masuk 125 Nasional

MERANTI, SINKAP.info — Bupati Kepulauan Meranti, Asmar, secara resmi menutup Festival Perang Air (Cian Cui) 2026 yang digelar di Jalan Ahmad Yani, Selatpanjang, Selasa (21/2/2026). Penutupan berlangsung meriah dan dihadiri pejabat pusat, tokoh lintas agama, serta ribuan masyarakat.

Hadir dalam kegiatan tersebut Makhruzi Rahman, Deputi Bidang Produksi Wisata dan Penyelenggaraan Kegiatan (Event) Visensius Jemadu, Kelompok Ahli BNPP RI Hamidin, Nur Kholis, S.H., M.A., jajaran Forkopimda, Konsulat Indonesia di Johor Bahru, pimpinan OPD, tokoh adat, tokoh agama, organisasi kepemudaan, serta perwakilan masyarakat Tionghoa.

Dalam sambutannya, Bupati Asmar mengapresiasi seluruh pihak yang menyukseskan festival tahunan ini.

“Terima kasih kepada panitia, relawan, aparat keamanan, dan masyarakat yang telah berpartisipasi dengan antusias. Tanpa kebersamaan, acara ini tidak akan berjalan seindah hari ini,” ujar Asmar.

MENARIK DIBACA:  Bupati Meranti Tinjau Lokasi Kebakaran, Salurkan Bantuan dan Janji Bangun Rumah

Ia berharap semangat persatuan yang tercermin dalam festival dapat terus terjaga.

Deputi Kemenparekraf, Vinsensius Jemadu, mengungkapkan bahwa Festival Perang Air Kepulauan Meranti berhasil lolos kurasi nasional dan masuk dalam 125 event unggulan Karisma Event Nusantara (KEN).

“Event ini bersaing dengan hampir seribu kegiatan dari 38 provinsi di Indonesia. Prestasi ini patut dibanggakan,” katanya.

Ia juga mendorong peningkatan infrastruktur pariwisata dan investasi penginapan seiring meningkatnya kunjungan wisatawan.

Sekretaris Utama BNPP RI, Komjen Pol. Makhruzi Rahman, menilai festival ini sebagai bukti kuatnya harmoni sosial masyarakat Meranti. Pelaksanaan yang bertepatan dengan Imlek hari ke-6 dan menjelang Ramadan menunjukkan tingginya toleransi di wilayah perbatasan Indonesia–Malaysia.

MENARIK DIBACA:  Wakil Ketua DPRD Meranti Hadiri Pelantikan IMM, Dorong Peran Strategis Mahasiswa Daerah

“Selatpanjang hari ini menjadi panggung kegembiraan. Ribuan orang bersuka cita dengan aman dan damai. Meranti menunjukkan wilayah perbatasan yang tertib, kondusif, dan ramah,” ujarnya.

Festival Perang Air atau Cian Cui merupakan tradisi masyarakat Tionghoa pesisir Selatpanjang yang telah berlangsung turun-temurun. Tradisi saling siram air ini dimaknai sebagai simbol pembersihan diri, keberkahan, dan mempererat persaudaraan antarwarga. Masuknya festival dalam Karisma Event Nusantara diharapkan meningkatkan posisi Kepulauan Meranti sebagai destinasi wisata budaya unggulan nasional sekaligus membuka peluang investasi dan kunjungan wisatawan, khususnya dari Malaysia.