Dapur MBG Mantiasa Resmi Beroperasi: 43 Ribu Warga Meranti Terima Manfaat Gizi

MERANTI, SINKAP.info Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Kepulauan Meranti terus menunjukkan progres signifikan. Terbaru, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mantiasa Agro Mulya resmi beroperasi di Desa Mantiasa, Kecamatan Tebingtinggi Barat, Senin (6/4/2026).

Dengan beroperasinya unit baru ini, total dapur SPPG di seluruh kecamatan kini berjumlah 22 unit, dengan total penerima manfaat mencapai 43.000 orang.

Target 60 Ribu Penerima Manfaat

Sekretaris Satgas MBG Kepulauan Meranti, Ifwandi, mengungkapkan bahwa program ini adalah langkah konkret daerah dalam mendukung misi nasional menuju Indonesia Emas 2045. Ia memastikan ekspansi dapur gizi tidak akan berhenti di sini.

“Ke depan, akan ditambah 36 dapur lagi, terutama menyasar wilayah terpencil. Target kami, penerima manfaat bisa mencapai 60.000 orang di seluruh pelosok Meranti,” ungkap Ifwandi saat peresmian.

MENARIK DIBACA:  Wabup Meranti Lantik 32 Pejabat, Dorong Semangat Baru Wujudkan Pelayanan Optimal

Dampak Ganda: Gizi Anak dan Ekonomi Desa

Selain fokus pada pemenuhan gizi untuk menekan angka stunting, program MBG terbukti menjadi motor penggerak ekonomi baru di desa-desa.

Berikut adalah dampak nyata program MBG di Kepulauan Meranti:

  • Penyerapan Tenaga Kerja: Lebih dari 1.000 warga lokal telah terserap menjadi pekerja di dapur-dapur SPPG.

  • Kapasitas Lokal: Dapur Desa Mantiasa sendiri mampu memproduksi makanan untuk 719 penerima manfaat.

  • Ketahanan Pangan: Pihak pengelola (Yayasan PPSDI Al-Fityah Pekanbaru) berkomitmen menyerap hasil pertanian desa sebagai bahan baku utama.

Pengawasan Standar Kesehatan

Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional Kepulauan Meranti, Suryani, memberikan catatan penting mengenai standarisasi kualitas makanan yang didistribusikan.

MENARIK DIBACA:  Anggota DPRD Meranti Kosong, FALMA: Matinya Aspirasi Rakyat

“Kami berharap dukungan semua pihak untuk memastikan makanan yang sampai ke tangan anak-anak adalah makanan yang sehat, layak, dan memenuhi standar gizi nasional,” tegasnya.

Harapan Tekan Angka Stunting

Camat Tebing Tinggi Barat, M. Nazir, menyambut baik kehadiran dapur kedua di wilayahnya (setelah Desa Insit). Ia optimis program ini menjadi senjata utama pemerintah kecamatan dalam memerangi masalah gizi buruk.

“Kami berharap ini berkontribusi langsung dalam menurunkan angka stunting di wilayah kami,” harap Nazir.

Sementara itu, Kepala Desa Mantiasa, Muhajir, mengimbau agar operasional di lapangan selalu dikomunikasikan dengan baik untuk menghindari kesalahpahaman. Ia berharap keterlibatan tenaga kerja setempat terus dioptimalkan guna mendorong perputaran ekonomi desa secara berkelanjutan.