SINGAPURA, SINKAP.info – Grab mengumumkan komitmen pendanaan sebesar 3,2 juta dolar AS untuk tahun 2026 melalui GrabForGood Fund. Dana tersebut akan digunakan untuk mendukung program pendidikan, kepedulian komunitas, dan bantuan bencana di kawasan Asia Tenggara.
Program ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Grab dalam memperkuat dampak sosial di wilayah operasionalnya. Dana tersebut akan difokuskan pada tiga pilar utama, yakni pendidikan, perawatan komunitas, serta ketahanan terhadap bencana.
Salah satu program unggulan yang akan dilanjutkan adalah GrabScholar, yang menyediakan bantuan pendidikan bagi siswa kurang mampu serta beasiswa penuh bagi mahasiswa berprestasi dengan keterbatasan finansial. Selain itu, program ini juga mencakup dukungan nutrisi dan kesehatan bagi pelajar.
Group CEO sekaligus Co-Founder Grab, Anthony Tan, menyatakan bahwa pendanaan ini bertujuan membuka akses peluang yang lebih luas bagi masyarakat.
“Kami ingin memastikan setiap individu memiliki kesempatan membangun masa depan yang lebih baik, baik melalui pendidikan maupun dukungan kebutuhan dasar,” ujarnya.
Sepanjang 2025, GrabForGood Fund telah menyalurkan lebih dari 2 juta dolar AS dan mendukung lebih dari 3.600 pelajar di Asia Tenggara. Sejak diluncurkan pada 2022, program GrabScholar telah menjangkau lebih dari 8.200 penerima manfaat di berbagai negara, termasuk Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand, dan Vietnam.
Selain sektor pendidikan, Grab juga mendukung berbagai inisiatif sosial lainnya, seperti program nutrisi sekolah di Filipina yang menyediakan makanan bergizi bagi ribuan anak, serta pelatihan keterampilan melalui GrabAcademy bagi mitra pengemudi untuk meningkatkan pendapatan.
Di bidang lingkungan, perusahaan turut mendukung proyek konservasi dan keberlanjutan melalui fitur Green Programme dalam aplikasinya, yang memungkinkan pengguna berkontribusi pada program lingkungan di kawasan.
Melalui GrabForGood Fund, Grab menegaskan komitmennya untuk tidak hanya mendorong pertumbuhan bisnis, tetapi juga menciptakan dampak sosial dan lingkungan yang berkelanjutan di Asia Tenggara.







