Wenchang Jadi Pusat Roket dan Wisata, Industri Antariksa China Melejit

GLOBAL, TEKNOLOGI58 Dilihat

WENCHANG, SINKAP.info — China berhasil meluncurkan roket Long March-12 dari Wenchang, membawa grup ke-19 satelit internet orbit rendah ke orbit yang telah ditentukan, Kamis (12/2/2026). Peluncuran ini menandai misi ke-12 sejak situs peluncuran komersial pertama di negara itu mulai beroperasi, menunjukkan fase operasi rutin dan padat telah dimulai.

Wenchang, di Provinsi Hainan, memanfaatkan keunggulan geografis dan alamnya. Lokasinya yang paling selatan di China dekat ekuator meningkatkan efisiensi payload roket, sementara wilayah laut yang luas menjamin keselamatan zona jatuh roket. Transportasi laut yang mudah juga memudahkan pengiriman komponen besar.

Kapasitas peluncuran yang stabil, ditambah kebijakan Hainan Free Trade Port seperti tarif nol, pajak rendah, dan sistem pajak sederhana, menarik perusahaan aerospace dari seluruh dunia. Saat ini, lebih dari 700 perusahaan ruang angkasa telah menempati Wenchang International Aerospace City (WIAC), mencakup seluruh rantai industri dari manufaktur roket, desain satelit, hingga aplikasi data.

MENARIK DIBACA:  VinFast Menjadi Sorotan di IIMS Surabaya 2025, VF 3 Raih "Best EV City Car"

Pada 2025, WIAC mencatat pendapatan tahunan lebih dari 20 miliar yuan (sekitar 2,9 miliar USD). Infrastruktur inti yang mulai beroperasi mendukung terbentuknya rantai industri lengkap, dari manufaktur, perakitan, hingga operasi peluncuran.

“Yang menarik bagi kami bukan hanya kemampuan peluncuran, tetapi ekosistem industri secara keseluruhan,” kata seorang eksekutif senior perusahaan satelit yang berbasis di WIAC.

“Menemukan mitra dan menguji solusi di sini sangat efisien.”

MENARIK DIBACA:  Festival Cahaya Beijing 2025 Padukan Teknologi Modern dan Keindahan Budaya Kuno Tiongkok

Peluncuran roket juga mengubah wajah pariwisata lokal. Wenchang mencatat lebih dari satu juta kunjungan wisatawan pada 2025, banyak di antaranya adalah ‘rocket-chasers’. Area penonton peluncuran roket dan pusat sains serta pendidikan aerospace setempat menjadi destinasi populer, mendorong bisnis penginapan, restoran, dan layanan terkait.

“Kami dulu hidup bergantung pada cuaca, sekarang hidup bergantung pada roket,” kata seorang pengelola homestay lokal, menekankan transformasi wilayah dari komunitas nelayan tradisional menjadi pusat aerospace modern.

Sejumlah landasan peluncuran baru juga sedang dibangun di Hainan Commercial Space Launch Site, menandakan terbentuknya ‘Space Town’ yang memadukan industri aerospace dan wisata bertema di sepanjang pantai selatan China.