Resmi Masuk Program 2026, Kepulauan Meranti Bangun Gudang Bulog Perkuat Ketahanan Pangan

Batam111 Dilihat

BATAM, SINKAP.info — Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti resmi masuk dalam program pembangunan Gudang Bulog tahun 2026. Kepastian tersebut ditandai dengan penyerahan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) dan Berita Acara Serah Terima (BAST) lahan, sekaligus penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) kerja sama beras dengan PT Perum Bulog.

Kegiatan berlangsung di Kota Batam, Jumat (6/2/2026), dan dihadiri langsung oleh Bupati Kepulauan Meranti AKBP (Purn) H. Asmar bersama jajaran pimpinan PT Perum Bulog.

Direktur Human Capital PT Perum Bulog, Sudarsono Hardjosoekarto, mengapresiasi langkah cepat Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti dalam menuntaskan seluruh proses administrasi hibah lahan. Menurutnya, kelengkapan administrasi menjadi syarat utama bagi daerah untuk masuk dalam program pembangunan gudang Bulog.

“Kami telah memproses pembangunan gudang di sejumlah daerah. Kabupaten dan kota yang mampu menyelesaikan administrasi dalam waktu 1–2 minggu akan dimasukkan dalam kelompok pembangunan tahun 2026. Untuk Kepulauan Meranti, Karimun, dan Bengkalis yang sudah siap, kami tetapkan masuk kelompok 2026,” ujar Sudarsono.

MENARIK DIBACA:  Cari Peluang Investasi, Plt Bupati Asmar Undang PT Roteq ke Meranti

Ia menjelaskan, pembangunan gudang Bulog merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Republik Indonesia dalam rangka memperkuat ketahanan pangan nasional, menjaga ketersediaan pasokan, serta menstabilkan harga pangan di tingkat produsen dan konsumen. Program ini menekankan pentingnya sinergi antara Bulog dan pemerintah daerah.

Selain pembangunan gudang, Bulog juga tengah menjalankan program hilirisasi pangan nasional. Di antaranya pembangunan pabrik pakan berbasis jagung di Gorontalo dan Jawa Tengah, serta pengembangan industri pengolahan pangan berbasis beras di Pulau Jawa guna memperkuat cadangan pangan pemerintah.

Sementara itu, Bupati Kepulauan Meranti AKBP (Purn) H. Asmar menilai pembangunan Gudang Bulog di wilayahnya merupakan langkah strategis untuk menjawab tantangan distribusi pangan di daerah kepulauan.

“Kondisi geografis Kepulauan Meranti menuntut sistem logistik pangan yang kuat dan andal. Kehadiran Gudang Bulog akan menjamin ketersediaan beras, menjaga stabilitas harga, serta memperkuat cadangan pangan daerah,” kata Asmar.

MENARIK DIBACA:  Bupati Kasmarni Yakinkan Eksportir Agar Tak Ragu Berbisnis di Kabupaten Bengkalis

Ia berharap keberadaan gudang Bulog dapat memperpendek rantai distribusi sehingga penyaluran beras menjadi lebih cepat dan efisien, terutama saat terjadi gejolak harga, kondisi darurat, maupun pelaksanaan program bantuan pangan pemerintah.

Lebih lanjut, Asmar menjelaskan bahwa penandatanganan MoU kerja sama beras antara Pemkab Kepulauan Meranti dan PT Perum Bulog menjadi dasar kerja sama jangka menengah dan panjang, khususnya dalam pengadaan, penyimpanan, dan distribusi beras.

“Melalui kerja sama ini, kami berharap ketersediaan beras bagi masyarakat dapat terjamin, inflasi daerah terkendali, serta penyaluran bantuan pangan lebih efektif dan tepat sasaran,” ujarnya.

Bupati Asmar juga menyampaikan apresiasi kepada PT Perum Bulog serta seluruh organisasi perangkat daerah terkait yang telah berperan aktif dalam memfasilitasi hibah lahan hingga kerja sama tersebut terealisasi.

“Kami berharap pembangunan Gudang Bulog ini dapat segera direalisasikan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kepulauan Meranti,” pungkasnya.