SELATPANJANG, SINKAP.info – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti menggelar rapat koordinasi (Rakor) bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), organisasi kemasyarakatan, tokoh masyarakat, serta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, guna menjaga kerukunan, ketertiban, dan keharmonisan masyarakat menjelang perayaan Imlek 2026 yang beririsan dengan pelaksanaan ibadah Ramadan. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Kantor Bupati Kepulauan Meranti, Rabu (15/1/2026).
Rakor dipimpin langsung oleh Bupati Kepulauan Meranti H. Asmar, didampingi Ketua DPRD Meranti H. Khalid Ali, Sekretaris Daerah Sudandri, SH, Wakapolres Kepulauan Meranti Kompol Detis Mayer Silitonga, serta Pabung Kodim 0303/Bengkalis Mayor Rusli Dalimunthe. Hadir pula Ketua LAMR Meranti Dt. Afrizal Cik, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Kepala Kemenag Meranti H. Zulman, Danposal Selatpanjang, Ketua Pengadilan Agama, perwakilan PSMTI, dan unsur terkait lainnya.
Diketahui, pada 2026 perayaan Imlek dan ibadah puasa Ramadan berlangsung bersamaan selama enam hari. Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti berharap kondisi tersebut tidak mengganggu keamanan, ketertiban, dan keharmonisan kehidupan beragama di daerah yang dihuni beragam suku, agama, dan etnis tersebut.
Dalam sambutannya, Bupati H. Asmar menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan Imlek dan ibadah Ramadan merupakan agenda tahunan umat beragama yang sama-sama memberikan dampak positif bagi pembangunan daerah. Menurutnya, perayaan Imlek, khususnya melalui event Perang Air (Cian Cui), terbukti mampu menarik puluhan ribu wisatawan yang berdampak pada peningkatan perekonomian masyarakat.
“Imlek dan Ramadan harus kita dukung bersama. Namun, pelaksanaannya perlu diatur dengan baik agar Kepulauan Meranti tetap aman, damai, dan harmonis, sejalan dengan visi Meranti yang unggul, agamis, dan sejahtera,” ujar H. Asmar.
Sekretaris Daerah Meranti Sudandri memaparkan, selama pelaksanaan Imlek, khususnya event Perang Air, jumlah wisatawan yang datang mencapai lebih dari 50 ribu orang, melibatkan sekitar 2.500 pelaku UMKM, ratusan pengemudi becak, tingkat hunian hotel mencapai 5.000 kamar, serta perputaran uang di masyarakat mencapai sekitar Rp60 miliar. Sementara itu, Bazar Ramadan turut meningkatkan pendapatan UMKM sektor perdagangan hingga 15 persen.
Ketua DPRD Meranti H. Khalid Ali menegaskan pentingnya mendukung kedua kegiatan tersebut karena sama-sama memberikan kontribusi positif terhadap perekonomian daerah. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga toleransi antarumat beragama.
Kepala Kemenag Meranti H. Zulman menyampaikan bahwa indeks kerukunan umat beragama di Kepulauan Meranti tergolong tinggi, yakni di atas 72 persen. Ia menilai pelaksanaan Imlek yang beririsan dengan Ramadan tidak akan mengganggu keharmonisan, selama aspek teknis diatur dengan baik, seperti penyesuaian lokasi dan waktu pelaksanaan Perang Air agar tidak mengganggu ibadah salat Magrib.
Hal senada disampaikan perwakilan MUI Meranti, Ustadz Asep Darul Tah Kik, yang menekankan bahwa pelaksanaan ibadah merupakan hak seluruh umat beragama. Ia mengimbau agar peserta Perang Air mengenakan pakaian sopan, kegiatan dihentikan sebelum waktu Magrib, serta tidak menyalakan petasan saat pelaksanaan salat Tarawih.
Ketua LAMR Meranti Dt. Afrizal Cik menambahkan bahwa hubungan harmonis antara etnis Melayu dan Tionghoa yang telah terjalin selama ini harus terus dijaga. Ia meminta agar seluruh kesepakatan rakor benar-benar diamankan oleh aparat TNI dan Polri, terutama di lokasi dan rute Perang Air serta pemindahan lokasi Bazar Ramadan.
Menanggapi hal tersebut, Wakapolres Kepulauan Meranti Kompol Detis Mayer Silitonga menyatakan kesiapan pihak kepolisian untuk melakukan pengamanan secara maksimal dengan koordinasi intensif bersama seluruh pihak terkait.
Sementara itu, perwakilan PSMTI Meranti mengapresiasi dukungan seluruh pihak dan menegaskan bahwa perayaan Imlek, khususnya Perang Air yang telah dilaksanakan sejak 2010, selama ini berlangsung tertib, aman, dan kondusif sebagai wujud nyata toleransi antarumat beragama di Kepulauan Meranti.
Sebagai kesimpulan sementara rakor, Pemkab Kepulauan Meranti memastikan kegiatan Perang Air tetap dilaksanakan. Untuk menghindari gangguan terhadap Bazar Ramadan, pemerintah berencana merelokasi Bazar Ramadan dari sekitar Jalan A. Yani ke kawasan Taman Cik Puan, Jalan Merdeka. Sementara bazar yang berada di luar jalur Perang Air tetap berjalan seperti biasa.







