Beranda RIAU Pekanbaru

DMI Wujudkan Masjid Preneur Perdana di Pekanbaru

183

PEKANBARU, Sinkap.info – Bertepatan dengan Hari Buruh Internasional, Sabtu (1/5) dan juga milad Bank Muamalat Indonesia (BMI) ke-29, Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Pekanbaru bersama BMI Goes to Masjid, menggelar kegiatan perdananya, yakni Masjid Preneur di Masjid Al-Muhsinin Tangkerang, Pekanbaru pada Sabtu (1/5) malam .

Di Masjid Al-Muhsinin Tangkerang Pekanbaru ini, DMI dan BMI Goes to Masjid menjalankan dakwah ekonomi berbasis masjid, dengan menggelar kegiatan Salat Isya berjamaah dilanjutkan Salat Tarawih, ceramah agama, MoU dan edukasi program ekonomi berbasis masjid.

Dalam kegiatan itu, Ketua DMI Pekanbaru, Ustaz Dr Marabona Munthe ME Sy dan Kepala Cabang BMI, Muhammad Amin menanda tangani nota kesepakatan (MoU) yang disaksikan pengurus dan jamaah Masjid Al-Muhsinin, untuk mewujudkan masjid preneur atau masjid sebagai central ekonomi ummat.

Ketua DMI Kota Pekanbaru Ustaz Dr Marabona Munthe ME Sy usai melakukan MoU dengan BMI menyebutkan, ini merupakan momen kebangkitan ekonomi Islam melalui masjid. Karena fungsi masjid ini sangat sentral sejak zaman Rasulullah Muhammad SAW.

“Kami berupaya mengembalikan fungsi masjid seperti zaman Nabi Muhammad SAW, yakni tidak hanya sebagai tempat ibadah, namun sebagai pusat kebangkitan ekonomi Islam. Marilah kita mengukir sejarah bagi umat Islam, dengan ikut mendukung penguatan ekonomi ummat dengan hijrah dari bank-bank ribawi ke bank syariah,’’ ujarnya.

Pada kesempatan itu, Ketua DMI Pekanbaru juga memberikan tausyiah dan mengingatkan jamaah, bahwa saat ini pelaksanaan ibadah ramadan sudah memasuki malam ke-20. Ini artinya sudah memasuki 10 hari terakhir di bulan Ramadan.

“Rasul SAW dan para sahabat memberi teladan justeru lebih bersemangat untuk melakukan amaliyah di bulan Ramadan termasuk melakukan syari’at i’tikaf di masjid-masijid,’’ terangnya.

Ia juga mengkutip hadis Nabi SAW, riwayat Muslim bahwa jika masuk 10 terakhir Ramadan Rasul SAW menghidupkan malam-malamnya, membangunkan keluarganya dan memgetatkan ikat pinggangnya (tidak menggauli istrinya). Maka Beliau mengajak untuk semakin memakmurkan masjid dengan amal-amal soleh dan menjaga diri untuk tidak merusak nilai pahala puasa dengan menjaga berbagai larangan yang ada supaya puasa tidak sia-sia.

Sementara itu, Kepala Cabang BMI, Muhammad Amin juga mengatakan, bahwa BMI berdiri sejak tahun 1991 dan beroperasi 1992, merupakan bank syariah pertama di Indonesia, bahkan ikut menginisiasi lahirnya bank-bank Islam di berbagai negara.

Ia menyebutkan, BMI juga tahan krisis ekonomi 1998, sehingga banyak bank konvensional membuka bank syariah untuk meniru sistem syariah di bank Muamalat. Ia juga menyampaikan beberapa program Bank Muamalat untuk penguatan ekonomi masjid. Di antaranya, memberi fasilitas gratis masjid sebagai sentral pembayaran. Seperti pembelian pulsa, pembayaran listrik dan tagihan-tagihannya. Sistem ini bisa menjadi sumber pendapatan bagi masjid.

Menurutnya, selain itu masjid juga dideklarasikan sebagai agen pendaftaran haji yang setiap ada yang mendaftar, masjid akan mendapatkan fee dari Bank Muamalat. Juga sistem teknologi perbankan juga ditawarkan kepada masjid, sehingga memudahkan pencatatan bahkan penghimpunan dana infak dan sedekah bagi masjid-masjid.

Selain itu teranya lagi, Bank Muamalat juga berkomitmen untuk membantu Masjid yang sudah menjadi mitranya untuk kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan masjid tersebut.

Sedangkan Sekteraris Masjid Al-Muhsinin Effendi S.EI juga mengungkapkan rasa bahagia didatangi oleh DMI Kota Pekanbaru dan Bank Muamalat. Terkait program yang disampaikan Masjid Al-Muhsinin berkomitmen untuk menjadi pelopor masjid preneur.

Makanya untuk mewujudkan visi yang disampaikan dewan masjid Indonesia, yaitu Memakmurkan dan Dimakmurkan Masjid. Kedepan kami mengharapkan masjid bisa makmur dengan jamaah, tapi masjid juga berupaya untuk memakmurkan jamaah, di antaranya adalah melalui program yang dicanangkan tersebut,’’ harapnya.

SINKAP.info | Rls
Facebook Comments