Beranda ADVERTORIAL Gubri Syamsuar Janji Priotas Program Pembangunan Pesisir

Gubri Syamsuar Janji Priotas Program Pembangunan Pesisir

103

MERANTI, Sinkap.info – Gubernur Riau H. Syamsuar M.Si, didampingi Wakil Bupati Meranti H. Said Hasyim melakukan kunjungan kerja ke Desa Tj. Pranap Kecamatan Tebing Tinggi Barat, Kunker ini untuk melihat progres pembangunan proyek Infrastruktur Pemerintah Provinsi Riau di Kepulauan Meranti, salah satunya pembangunan jalan Kampung Balak sepanjang 6 KM, pada kesempatan itu selain berjanji akan segera menuntaskan jalan Kampung Balak, Gubernur juga menegaskan akan memprioritaskan pembangunan dikawasan Pesisir, Minggu (23/8).

Turut hadir dalam rombongan, Tokoh Masyarakat dan Kantan Gubernur Riau H. Wan Abu Bakar, Kepala Dinas PU Meranti Taufik, Anggota DPRD Meranti H. Hatta, Kapolres Meranti AKBP. Eko Wimpianto Harjito, Danramil Selatpanjang Mayor Inf. Bismi Tambunan, Kadis Perhubungan Meranti Dr. Aready, Kadis Perkebunan Meranti T. Effendi, Kasatpol PP Meranti Rudi MH, Kabag Humas dan Protokol Meranti Rudi MH, Kabid Bina Marga Dinas PU Meranti Fajar Triasmoko MT, Ketua PKS Meranti Ustadz Rauf, Kades Tj. Pranap Aswandi, Tokoh Agama/Masyarakat dan lainnya.

Seperti telah diberitakan sebelumnya, Pemerintah Provinsi Riau telah mengupayakan pembangunan jalan menuju Mengkikip dari Selatpanjang-Alai-Kampung Balak sepanjang 26 KM. Namun mengalami kendala pada pembangunan jalan yang berada di Kampung Balak sepanjang 6 KM dimana akibat kondisi alam tak memungkinkan untuk dilanjutkan, jadi solusinya akan dilakukan perubahan trase jalan yang saat ini sedang diupayakan. Bahkan dari evaluasi yang dilakukan oleh dinas terkait perubahan trase ini jauh lebih efisien sepanjang 16 KM dari rute semula atau jarak dari Alai menuju Mengkikip hanya menjadi 9.8 KM saja.

Nantinya jika jalan ini terbangun akan membuat terbukanya Isolasi daerah artinya masyarakat Meranti sudah dapat menuju daratan Pulau Sumatera setiap saat tanpa bergantung lagi dengan angkutan umum seperti yang selama ini terjadi.

Masyarakat yang berada di Pulau Tebing Tinggi dapat menyeberang ke daratan Pulau Sumatera melalui Pelabuhan Kampung Balak menuju Pelabuhan Penyengat, Desa Tj. Pal, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak menuju daerah lainnya.

Dari pantauan media, Kedatangan Gubernur Riau bersama Wakil Bupati dan rombongan di Desa Tj. Pranap disambut antusias oleh masyarakat dan Kepala Desa Tj. Pranap Aswandi karena memang sudah sangat dinanti-nantikan warga setempat, warga berharap kedatangan Gubernur dapat menggesa berbagai pembangunan di Desa Mengkikip salah satunya jalan Kampung Balak.

MENARIK DIBACA:  Wabup Meranti Ikuti Rakornas Pencegahan Karhutla Bersama Presiden RI

“Kedatangan pak Gubernur memang sudah sangat dinanti-nanti untuk memberikan solusi kepada Meranti khususnya Desa Tj. Pranap untuk membuka Isolasi daerah,” ujar Kades Aswandi.

Bahkan untuk menggesa terwujudnya hal ini, diakui Aswandi, masyarakat dengan sukarela mewakafkan sebahagian tanahnya untuk diperuntukan sebagai badan jalan. Didukung oleh pihak Perusahaan PT. Energi Mega Persana (EMP) Mallaca Strait.

“Semoga dengan terbukanya akses ini akan mempercepat pembangunan di Desa Tj. Pranap,” harap Aswandi.

Mendengar harapan masyarakat yang disampaikan oleh Kades Aswandi. Disambut positif oeh Gubernur Syamsuar, dikatakannya pembangunan ruas jalan Kampung Balak tersebut merupakan tanggung jawab Pemerintan Provinsi Riau. Dan kedatanganya kali ini adalah untuk melihat Trase baru yang akan dibangun oleh Dinas PU Provinsi.

“Karena kita menilai perubahan Trase ini lebih efisien dan kita juga berharap dukungan dari PT. EMP untuk membuka jalan yang menghubungkan Pulau Tebing Tinggi dengan Pulau Sumatera ini,” ucap Gubernur Syamsuar.

Dukungan dari pihak PT. EMP bukannya tidak beralasan disamping dapat membantu Pemerintah Daerah dan masyarakat sekaligus dapat mempermudah mobilitas perusahan karena memang jalur yang dilalui searah.

“Ini juga akan dapat membantu mobilitas perusahaan khususnya menuju sumur-sumur baru, dan kita juga berharap dengan adanya jalan ini akan memacu pertumbuhan ekonomi di Meranti khususnya di Desa Tj. Prabap.

“Jika jalan selesai dan masyarakat dapat menyeberang maka akan dibutuhkan area parkir yang luas, selai itu tempat makan minum yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk meningkatkan taraf ekonomi dan kesejahteraan,” jelas Syamsuar.

Dihadapan masyarakat Tj. Pranap Gubernur Syamsuar kedepan berjanji akan memprioritaskan pembangunan diwilayah Pesisir. Mantan Bupati Meranti pertama ini mengaku sangat memahami kondisi masyarakat yang sempat dipimpinya itu.

“Kedepan kita akan memprioritaskan pembangunan diwilayah Pesisir Riau,” ucap Syamsuar.

Selain memaparkan soal pembangunan jalan Kampung Balak, Gubernur Riau juga bercerita tentang berbagai program yang akan dilakukan dalam memacu peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di Meranti. Dikatakan Gubernur lahan Gambut yang luas di Meranti bukan saja dapat dimanfaatkan untuk tanaman Sagu dan Kelapa tapi juga dapat dikanfaatkan untuk tanaman lainnya yang memiliki nilai ekonomi tinggi.

MENARIK DIBACA:  Turnamen Rajawali Cup Resmi Dibuka, Wabup: Komitmen Kembalikan Kejayaan Sepak Bola

Diantaranya adalah Nanas, Kencur dan sayur-mayur lainnya yang sangat diminati oleh negara tetangga Malaysia. Seperti yang dilakukan oleh masyarakat di Desa Tj. Kuras Kab. Siak dengan berkebun Nenas seluas 900 Ha.

“Di Desa Tj. Kuras berapapun hasil panen Nenas habis terjual dibawa ke Jawa dan daerah lainnya,” aku Gubernur.

Begitu juga didaerah Indra Giri Hilir dengan menanam Kencur dan berbagai sayur-mayur untuk diekspor ke Malaysia. Dengan memanfaatkan area Gambut menjadi kawasan perkebunan potensial disamping dapat mendorong peningkatan ekonomi masyarakat juga mampu mengantisipasi lahan Gambut dari kebakaran hutan dan lahan.

“Masyarakat akan selalu menjaga lahannya tetap berair yang secara tidak langsung akan membuat ekosistem Gambut tetap lestari dan terbebas dari Karlahut ” ucap Syamsuar.

Menurut Gubernur kenapa Meranti tidak mengambil kesempatan itu padahal lahan Gambut yang dimiliki oleh Meranti sangat potensial. Masalah yang terjadi saat ini adalah masyarakat Meranti harus bisa merubah pola fikir dari yang biasa menjadi luar biasa.

“Kita harus mampu merubah sikap dari biasa menjadi luar biasa, kita tahu Meranti sangat dekat dengan Malaysia kenapa tidak dapat memanfaatkan potensi ekspor ini. Selain memiliki potensi ekonomi tinggi, potensi perkebunan ini juga dapat menjaga lahan Gambut Meranti dari Karlahut,” jelas Gubri.

Apa yang dipaparkan Gubernur Syamsuar ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat yang selanjutnya menantikan gebrakan dari Pemerintah Provinsi Riau berkolaborasi dengan Pemkab. Meranti untuk mewujudkannya.

Sekedar informasi pada kesempatan itu, Pemerintah Provinsu Riau juga melakukan Pencanagan Gerakan Masker Masif yang dimotori oleh Ketua PKK Provinsi Riau Hj. Misnarni Syamsuar.

Dengan Pencanangan Gerakan Masif Masker yang merupakan intruksi Pemerintah Provinsi kepada daerah ini, Gubernur Syamsuar berharap Provinsi Riau khususnya Kepulauan Meranti bebas dari penyebaran Virus Covid-19.

“Masker dapat menyelamatkan diri dan orang lain dari terjangkit Covid-19. Apalagi saat ini banyak orang yang OTG Covid-19. Dengan menggunakan masker kita telah membentengi diri dan orang lain dari Covid-19 dan jangan lupa diikuti cuci tangan dan jaga jarak,” pungkas Gubernur mengakhiri. (Humas Pemkab. Meranti).

SINKAP.info | Rls
Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here