Beranda GLOBAL Maraknya Penyemprotan Desinfektan di Jalan, WHO: Cara yang Konyol

Maraknya Penyemprotan Desinfektan di Jalan, WHO: Cara yang Konyol

660
Foto: ILustrasi Sumber: Tempo.co

GLOBAL, Sinkap.info – Pandemi corona atau Covid-19 menjadi perhatian serius dibeberapa Negara di belahan dunia ini. Beragam usaha pencegahan pun dilakukan demi terhindar dari penularan virus tersebut, salah satunya menyemprot jalanan dengan desinfektan.

Kegiatan itu diketahui sedang marak dilakukan di sejumlah negara. Kendati begitu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) justru menyebut tindakan tersebut sebagai cara yang konyol.

Tak cuma Indonesia hingga ke pelosok daerah, penyemprotan desinfektan di jalanan dan lingkungan luar ruangan juga dilakukan oleh negara lain seperti India, Meksiko, hingga Turki.

Dilansir dari DW News, Kepala Jaringan Wabah dan Tanggap Darurat Global WHO, Dale Fisher menegaskan jika pihaknya tidak pernah menyarankan penyemprotan jalanan dengan desinfektan.

MENARIK DIBACA:  Dana Bansos Pandemi Corona Rawan Korupsi, Begini Modusnya

“Mungkin itu adalah citra masyarakat yang kita anggap serius, saya tidak tahu. Yang jelas, itu adalah hal yang tidak kami rekomendasikan. Kami tidak percaya orang-orang tertular virus dari permukaan tanah,” kata Fisher menanggapi fenomena penyemprotan desinfektan di jalan, seperti diunggah DW News di akun YouTube, Kamis (2/4).

Fisher menyebut penggalakan kegiatan cuci tangan dengan sabun adalah upaya paling tepat alih-alih menyemprot jalanan dengan desinfektan mengandung klorin.

“Saya lebih melihat orang-orang mencuci tangan dan menjaga jarak, hal seperti itulah yang merupakan aksi tanggap masyarakat terhadap virus, bukan menyemprotkan klorin di mana-mana,” ujarnya.

Menurut Fisher, sebagaimana dikutip dari Reuters, menganggap langkah penyemprotan jalanan dengan desinfektan bisa berisiko merugikan kesehatan masyarakat, membuang waktu, dan menghamburkan sumber daya.

MENARIK DIBACA:  Ketum PBNU Terpilih sebagai Wakil Presiden Religion for Peace

“Itu adalah sebuah gambaran konyol di banyak negara,” tegas Fisher.

“Saya tidak percaya itu bisa berkontribusi apapun untuk merespons (Covid-19) dan bisa beracun bagi masyarakat. Virus itu tidak akan bertahan lama di lingkungan dan orang-orang pada umumnya juga tidak menyentuh permukaan,” jelas ahli penyakit menular itu.*

SINKAP.info | Rls | Editor: MF

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here