Sen. Agu 26th, 2019

SINKAP

Suara Anak Bangsa

Jakarta, Kota Eksotik Terindah di Berbagai Negara Diprediksi Tenggelam

SINKAP – Banjir yang menjadi langganan di Ibu kota Jakarta hampir setiap tahunnya menjadi salah satu kota yang diprediksi akan tenggelam dimasa yang akan datang, hal ini disebabkan letak geografis dimana 40% wilaya Jakarta berada dibawah permukaan laut merilis merdeka.com: Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) memprediksi Jakarta akan tenggelan pada tahun 2030 mendatang.

Sumber: jakartan.id

Hal ini mungkin saja bisa terjadi jika melihat kondisi alam Ibu kota Jakarta yang telah mencapai titik kronis karena minimnya daerah peresapan air, kondisi ini semakin diperparah dengan deficit air tanah sebanyak 66,6 Jt meter kubik yang mengakibatkan turunnya 2M meter kubik pertahun dengan daya serap air hanya 36% saja sementara sisanya terbuang ke selokan dan sungat yang mengakibatkan air hujan tak pernah teratasi bahkan menurut Direktur eksekutif WALHI, Ubaidillah menyampaikan saat ini pembangunan di Jakarta sama sekali kurang memperhatikan factor ekologis lingkungan dan hanya tersisa sedikit yang membuka ruang penghijauan. Selain Ibu Kota Jakarta yang diprediksi akan tenggelam ada beberapa kondisi kota lainnya yang beresiko tenggelam kedepannya.

Kota Bangkok, Thailand

Sumber: travel.kompas

Kota Bangkok adalah salah satu kota dengan perkembangan terpesat yang didukung teknologi yang dinamis dan progresif di Asia tenggara, dibalik perkembangannya yang cukup pesat di Tahun 2100 mendatang Bangkok diprediksi menjadi kota Atlantis kedua dan diprediksi akan tenggelan disebabkan oleh beberapa faktor antara lain perubahan iklim, efek rumah kaca, pergesaran tanah, dan semakin tingginya permukaan air laut. Menurut rilis hasil penelitian World Bank pada tahun 1970 silam menyampaikan bahwa tanah di Kota Bangkok dinyatakan mengalami penurunan 10 cm, hal utama yang menyebabkan terjadinya penurunan tanah dan resiko tenggelam karena pembangunan gedung gedung, pabrik serta pertumbuhan penduduk.

MENARIK DIBACA:  Mitra Youtube Tidak Diizinkan Menghasilkan Uang Sebelum Memiliki 10.000 Penayangan

Kota Vanencia, Italia

Sumber: Herdiansyah Reza YT

Sebuah kota yang eksotik indah dan tercantik dinegeri Pizza Italia yang merupakan kota industry dan tujuan wisata di Dunia, kota yang berada di utara Italia ini adalah salah satu kota yang dikelilingi kanal-kanal diantara gedung gedung tinggi dan dikenal dengan sarana transportasi air yaitu berondolan. Sayangnya keberadaan kota yang mendapat julukan Kota Apung ini diperkirakan akan tenggelam 5 tahun lebih cepat diluar perkiraan penelitian sebelumnya. Sejumlah Ilmuan mengatakan kota ini mulai miring ke Timur diakibatkan oleh banjir besar yang pernah terjadi sebelumnya. Kota Vanencia kini telah terendam air laut diakibatkan oleh peningkatan suhu bumi dan mencairnya pembekuan salju es

Meksiko, Amerika Utara

Sumber: keliling-duniaa

Negara yang terletak di Amerika Utara ini merupakan negera terbesar ke tiga dengan tingkat putaran ekonomi terbesar di Dunia. Kota yang sering dikunjungi oleh banyak tourist ini juga diprediksi akan tenggelam. Kota ini berdiri diatas daratan yang tidak terlalu kokoh dan membuat kota Meksiko ini beresiko tenggelam sedalam 2 cm setiap tahunnya.

MENARIK DIBACA:  PKH: Conditional Case Transfer dalam Pandangan World Bank

New york, Amerika

Sumber: musement.com

Kota New York terbesar di Amerika serikat ternyata tidak luput dari resiko tenggelam, kota yang pada tahun 2011 lalu dipadati oleh 8.2 Jt jiwa ini akan menghilang dan tenggelam akibat dari efek pemanasan Global dimana air laut yang mengarah ke Samudra atlantik ini lambat laut akan mengalami resiko kerusakan karena kenaikan permukaan air laut dan Badai Topez yang dahsyat. Para ahli melaporkan tingkat kenaikan air laut diperkirakan akan meningkat 2x lebih cepat dibandingkan dengan peningkatan permukaan air di seluruh dunia.

 Shanghai, China

Sumber: Fieldfisher

Perkembangan pesat kota Shanghai selama beberapa tahun terakhir sekaligus sebagai pelabuhan tesibuk di Dunia bersamaan dengan Singapura dan Rosterdam, kemajuan yang dialami kota ini beriringi dengan sturuktur tanah yang miring, struktur tanah yang awalnya adalah rawa sekarang dipenuhi dengan bangunan-bangunan yang mencakar langit dan menyebabkan permukaan dataran tanah dikota Shanghai menurun 0.5 cm setiap tahunnya.  (admin)

Sumber: On the Spot

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »