Sen. Agu 26th, 2019

SINKAP

Suara Anak Bangsa

Kopi Racikan Rempah Indonesia Diminati Pengunjung WTM London

JAKARTA – Paviliun Indonesia memperkenalkan kopi rempah-rempah dengan campuran cengkeh, pala, jahe merah, gula aren, vanila dan kayu manis serta bunga lawang.

Campuran kopi Indonesia itu diminati pengunjung Paviliun Indonesia di pameran pariwisata World Travel Market (WTM) London 2018 yang berlangsung di gedung Excel dari tanggal 5 sampai 7 November 2018.

“Saya mencampurkan bahan-bahan rempah-rempah dari Indonesia dengan kopi ternyata banyak diminati oleh pengunjung paviliun,” ujar Sujonsen di London, Rabu (7/11/2018).[lightbox thumb=”https://sinkap.info/wp-content/uploads/2018/11/Kopi-Rempah.jpg”]

Kopi Indonesia yang berasal dari berbagai daerah sangat digemari pengunjung Paviliun Indonesia yang setiap hari rela antre hanya untuk dapat mencicipi kopi Indonesia dengan campuran rempah-rempah yang juga punya khasiat bagi kesehatan.

Selain kopi yang dicampur rempah-rempah, pojok kopi di paviliun Indonesia juga menyediakan berbagai macam kopi, ujar Sujonsen, barista dari AEKI Cerita Kopi yang bertugas menyediakan kopi kepada pengunjung paviliun Indonesia di pameran pariwisata WTM London Aroma kopi yang semerbak mengundang pengunjung paviliun Indonesia yang tampil dengan ikon kapal Phinisi merefleksikan penghargaan bangsa Indonesia terhadap budaya bangsa, untuk mencicipi kopi asli dari Indonesia.

Sujonsen mengatakan banyak pengunjung yang bertanya tentang asal kopi, dan umumnya pengunjung rela antre untuk mencicipi kopi Gayo yang berasal dari Sumatra apalagi dengan adanya berbagai rempah-rempah tradisional Indonesia dan bahkan ada yang minta resep campuran rempah-rempahnya apa aja.

MENARIK DIBACA:  Rekrutmen Umum PLN 2017 “Mari Berkarya Untuk Negeri”

Menurut Sujonsen adapun kopi yang dipromosikan di antaranya adalah kopi Aceh Gayo, Flores, Sumatra Mandheling, Sumatra Toba Samosir Janji Maria , kopi Bali Kintamani dan kopi Toraja Mamasa dan Java.

Antusias pengunjung “Coffee Corner” di anjungan Indonesia sangat banyak dan beberapa pengunjung menikmati kopi asli Indonesia yang dibawa langsung dari daerahnya. Kopi yang khusus didatangkan dari daerah masih berupa kopi mentah dan baru diolah di Jakarta untuk bisa disajikan langsung kepada pengunjung.

Salah seorang penggemar kopi asal London mengatakan bahwa ia sangat suka akan rasa dan aroma kopi yang disajikan.

“Aromanya sangat harum dan rasanya asli kopi apalagi dengan ditambah berbagai rempah-rempah, ujar salah seorang pengunjung.

Coffee Corner Indonesia di paviliun Indonesia setiap hari menyediakan sebanyak 600 cangkir.

“Saya membawa coffee bean dari 8 jenis daerah yang berbeda,” katanya sambil memperlihatkan kopi yang dibawanya.

Sujonsen mengatakan sangat bangga akan kekayaan alam Indonesia salah satunya adalah kopi. Apalagi Indonesia dikenal sebagai salah satu pengekspor kopi nomor empat terbesar di dunia termasuk Inggris dimana masyarakatnya penggemar kopi.

MENARIK DIBACA:  Cara Mengubah Akun Google Adsense Hosted ke Non Hosted

Kehadiran Indonesia di pameran pariwisata London tidak disia-siakan untuk mempromosikan kopi Indonesia kepada pengunjung WTM London dan hasilnya sangat memuaskan karena banyak pengunjung yang tertarik ingin mencoba kopi Indonesia.

Selain menyediakan Pojok kopi paviliun Indonesia juga mempromosikan spa Indonesia dari Padma Spa Plataran Indonesia dengan therapis Ketut Armana Adiana yang juga banyak dikunjungi dan ingin merasakan kualitas dari treatmen spa Indonesia yang berhasil mendapatkan penghargaan terbaik pilihan pembaca majalah Selling Travel.

“Saya merasa sangat senang mendapat kesempatan diberikan Kementerian pariwisata untuk mempromosikan spa Indonesia,” ujar Ketut yang pernah meresmikan beberapa hotel bintang lima di Bali seperti Nihiwatu Resord Sumba Island dan pernah mempromosikan spa di luar negeri.

Selama pameran paviliun Indonesia juga dimeriahkan dengan penampilan musik angklung toel dibawakan Hamdani membawakan lagu daerah seperti ‘Es Lilin’ dan ‘Ilir-ilir’, serta ‘Meraih Bintang’ lagu dari Asian Games 2018.

Sumber: antara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »