Sen. Agu 19th, 2019

SINKAP

Suara Anak Bangsa

Amerika dan Eropa Barat Memilih Islam? Agama dengan Pertumbuhan Tercepat di Dunia

Sinkap – Muslim merupakan minoritas di benua Eropa, jumlahnya hanya 5% dari total populasi benua biru tersebut. Namun, di beberapa negara seperti Prancis dan Swedia, populasi muslim semakin meningkat. Dalam beberapa tahun ini, pertumbuhan mereka melesat hingga 2 kali lipat. Fenomena ini menjadi perhatian banyak pihak termasuk bagi politisi. Menanggapi hal ini, beberapa kebijakan politik dibuat berdasarkan isu-isu imigrasi, keberagaman, kesetaraan, dan hak asasi manusia.

Pertumbuhan muslim di Eropa telah menanjak dari tahun ke tahun. Menurut penelitian sejak tahun 2010, mereka bertumbuh 1% atau sekitar 6 juta orang setiap tahunnya. Diperkirakan di tahun 2050, penduduk muslim akan berjumlah 60 juta orang. Penelitian terbaru di Belanda (yang dilakukan oleh Vanessa Vroon) telah menepiskan ide umum bahwa kebanyakan wanita menerima Islam karena hubungan romantis dengan seorang pria Muslim. Kontak dengan teman-teman, tetangga atau rekan kerja Muslim dan pada saat yang sama mereka berpikir positif sering menjadi alasan non-Muslim tertarik pada Islam dan kemudian memilih untuk menjadi mualaf.

Untuk menjadi seorang Muslim, seseorang hanya perlu mengucapkan dua kalimat syahadat. Orang yang menyatakan kesaksian ini harus melakukannya tanpa paksaan. Mereka harus benar-benar tulus dalam hati, dan bukan hanya terucap lewat bibir. Saat itu, ia sudah sah dianggap sebagai Muslim. Meskipun bukan merupakan prasyarat yang ketat, sangat dianjurkan bagi seseorang untuk menyatakan kesaksian imannya di depan umum, misalnya di masjid atau pusat komunitas, atau setidaknya di depan umat Islam lainnya.

MENARIK DIBACA:  Kilas Balik Sejarah! Peran Penting Persaudaraan Umat Islam dari Berbagai Negara Dalam Memperjuangkan Kemerdekaan Indonesia

Untuk beberapa orang, ini mungkin merasa sedikit bertentangan dengan apa yang menjadi bagian keindahan Islam di mana mengajarkan bahwa Anda dapat berhubungan langsung dengan Allah, Sang Pencipta tanpa campur tangan orang-orang lain. Anda meminta pengampunan secara langsung kepada Allah, bukan melalui imam atau orang lain. Anda menyembah Allah secara langsung, bukan melalui seorang Nabi. Anda meminta Allah untuk perlindungan secara langsung, bukan melalui benda atau jimat.

Allah berfirman, Merekalah yang mendapat petunjuk dari Tuhannya, dan mereka itulah orang-orang yang beruntung, (Qs. Al-Baqarah: 5).

Ini sebenarnya membuat Islam lebih menarik, dengan pesan yang kuat dari hubungan pribadi dan unik dengan Allah. Kesaksian Islam iman merupakan salah satu dari lima rukun Islam dan ibadah bernilai tinggi, jadi mengapa kita dianjurkan untuk melakukan hal ini secara terbuka, bukan secara pribadi?

Ini merupakan cara Islam di mana Anda akan menemukan Islam menjadi berbeda dengan budaya Barat – Eropa atau Amerika. Di wilayah ini, selama dekade terakhir, pendekatan individualistik yang kuat kepada masyarakat telah berkembang, mengubah cara orang melihat peran mereka sendiri dalam lingkungan mereka.

MENARIK DIBACA:  Perlu Kita Ketahui, Berikut Isi Dialog Raja Salman Bersama Presiden RI

Di satu sisi, ini membuat Islam lebih menarik, dengan pesan yang kuat dari hubungan pribadi dan unik dengan Allah tanpa gangguan apapun. Tetapi pada saat yang sama, ada kesenjangan besar antara pola pikir individualistik dan prinsip-prinsip Islam dari persaudaraan universal antara umat manusia secara keseluruhan, antara keluarga, antar tetangga dan antara Muslim.

Islam sejatinya mengajarkan kepentingan yang lebih besar bagi kesejahteraan masyarakat daripada individu. Ini tidak berarti individu harus menderita untuk kebaikan kelompok, tetapi bahwa individu tidak harus sukses dengan mengorbankan kelompok. Harus ada keseimbangan. Nabi Saw. bersabda, Tidaklah seseorang di antara kalian dikatakan beriman, hingga dia mencintai saudaranya sebagaimana dia mencintai dirinya sendiri. (Al-Bukhari, 13, Muslim, 1414 )

“Dalam hadis lain, Rasul bersabda, Orang beriman bagaikan satu tubuh, jika salah satu anggota tubuh merasakan sakit, anggota tubuh lainnya pun akan merasakan sakit, (Al-Bukhari dan Muslim, 224)”

Sumber: OnIslam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »