TONGXIANG, SINKAP.info – Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) World Internet Conference Wuzhen 2026 akan dibuka pada 2 November mendatang. Ajang ini akan mempertemukan para pemimpin teknologi, peneliti, dan perusahaan di kota bersejarah Wuzhen, sekaligus menyoroti perkembangan industri kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) di Tongxiang, China.
Perusahaan-perusahaan di Tongxiang kini semakin luas menerapkan teknologi AI, mulai dari robot pembersih komersial dan kendaraan pengiriman otonom hingga sistem kendali industri serta teknologi pendingin pusat data.
Menjelang penyelenggaraan konferensi, sejumlah jurnalis mengunjungi tujuh perusahaan berbasis di Tongxiang yang bergerak di bidang robotika, kendaraan cerdas, data sintetis, otomasi industri, logistik, dan infrastruktur komputasi.
Bagi Tongxiang, yang selama ini dikenal sebagai tuan rumah konferensi internet tahunan tersebut, pertemuan internasional ini juga menjadi kesempatan untuk menunjukkan bagaimana perusahaan lokal mengembangkan dan mengomersialkan teknologi AI bagi pasar domestik maupun internasional.
Robot AI Tongxiang Tembus Pasar Internasional
Salah satu perusahaan yang mencuri perhatian adalah CenoBots, produsen robot pembersih otonom yang telah memperluas jangkauan pasarnya ke lebih dari 40 negara dan wilayah.
Bandara Changi Singapura pada awal 2026 kembali memesan robot pembersih komersial dari perusahaan tersebut untuk keempat kalinya. Produk CenoBots digunakan di berbagai fasilitas, seperti bandara, supermarket, rumah sakit, pabrik, dan gudang.
Sepanjang tahun ini, CenoBots memasok sekitar 600 robot pembersih otonom untuk jaringan toko Tesco Express di Inggris.
Salah satu pendiri sekaligus Wakil Presiden CenoBots, Shen Jizhong, mengatakan penggunaan robot pembersih terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan otomasi di berbagai sektor.
“Robot pembersih muncul di semakin banyak tempat. Ini mirip dengan kendaraan listrik yang semakin lazim terlihat di jalan raya—sebuah tren yang terus berkembang,” kata Shen.
Menurut perusahaan, robot pembersih dirancang sesuai kebutuhan setiap lingkungan. Robot untuk rumah sakit harus mampu bergerak di lorong yang ramai tanpa mengganggu pelayanan pasien. Sementara itu, robot di supermarket perlu menghindari pelanggan dan troli, sedangkan robot di pabrik harus beroperasi di sekitar forklift.
Untuk kebutuhan bandara, robot juga harus mampu membersihkan debu halus di area berkarpet serta mengatasi berbagai rintangan kecil di lantai yang licin.
CenoBots terus menyempurnakan produknya melalui pengujian langsung di berbagai lingkungan untuk meningkatkan keandalan dan konsistensi kinerja. Perusahaan itu juga memperluas fasilitas penelitian, pengembangan, dan produksinya di Tongxiang, dari sekitar 3.000 meter persegi pada masa awal menjadi lebih dari 20.000 meter persegi.
Sejumlah pusat perbelanjaan, rumah sakit, dan fasilitas olahraga setempat turut dimanfaatkan sebagai lokasi pengujian jangka panjang.
Kendaraan Otonom dan Teknologi Persepsi
Selain robot layanan, perusahaan TEEMO mengembangkan platform kendaraan yang mendukung mobilitas otonom. Perusahaan ini memproduksi sasis drive-by-wire dan komponen utama untuk kendaraan otonom yang digunakan dalam pengiriman jarak dekat, patroli, dan operasional logistik.
Sasis standar TEEMO dapat dipasangi berbagai jenis bodi kendaraan dan perangkat keras sesuai kebutuhan penggunaan. Salah satu pelanggan strategisnya, produsen kendaraan pengiriman otonom Zelos, terpilih dalam seluruh paket pengadaan terpusat China Post untuk 7.000 kendaraan pengiriman otonom.
Direktur Operasional TEEMO, Zhang Yongjian, mengatakan pelanggan perusahaan tersebut telah tersebar di Amerika Serikat, Timur Tengah, India, dan Rusia.
“Di beberapa pasar luar negeri, jarak pengiriman sangat jauh, penduduk tersebar, dan tenaga kerja untuk pengiriman tahap akhir sulit diperoleh. Kendaraan pengiriman otonom memiliki potensi besar di sana, sehingga bisnis internasional akan menjadi pendorong pertumbuhan penting bagi kami,” ujar Zhang.
Sementara itu, Dayan Technology mengembangkan layanan data sintetis dan perangkat pendukung bagi perusahaan kendaraan otonom serta robot humanoid. Didirikan di Tongxiang pada Mei 2025, perusahaan ini menggabungkan pengumpulan data dunia nyata, teknologi digital twin, dan simulasi untuk membantu pengembang melatih robot sebelum diterapkan di lapangan.
Perangkat yang dikembangkan Dayan dapat merekam gerakan manusia dan interaksi dengan objek. Sarung tangan haptik yang dilengkapi sensor logam cair dan tekanan, misalnya, mampu menangkap gerakan tangan, pergerakan jari, serta kekuatan sentuhan.
Sementara itu, perangkat kepala dengan banyak kamera merekam bidang pandang pengguna, postur tubuh, gerakan tangan, dan posisi objek di sekitarnya.
Dayan menyebut model persepsi sentuhannya mampu memproses sinyal dalam hitungan milidetik. Teknologi ini dirancang agar robot tidak hanya mengenali objek melalui penglihatan, tetapi juga mempelajari seberapa kuat suatu benda harus digenggam, mendeteksi saat benda mulai tergelincir, dan menyesuaikan tekanan agar tidak merusaknya.
AI Tingkatkan Efisiensi Manufaktur dan Industri
Penerapan AI juga terlihat di Freetech, perusahaan yang mengembangkan sistem berkendara cerdas dan radar pencitraan 4D untuk kendaraan penumpang maupun komersial.
Freetech menyatakan teknologinya telah dipilih untuk ratusan program kendaraan. Platform AI ODIN yang dikembangkan perusahaan mendukung produk dengan berbagai tingkat otomasi berkendara.
Teknologi radar tersebut dirancang untuk melengkapi kamera ketika kendaraan menghadapi hujan lebat, kabut, kondisi gelap, atau perubahan pencahayaan mendadak, termasuk saat memasuki maupun keluar dari terowongan.
Di basis manufakturnya yang berlokasi di Wuzhen, Freetech juga memanfaatkan AI untuk meningkatkan efisiensi produksi. Sistem internal perusahaan membaca pesanan pelanggan dan menghitung kebutuhan komponen serta bahan untuk setiap lini produksi sebelum proses manufaktur dimulai.
Perusahaan mengklaim penerapan sistem tersebut mampu meningkatkan efisiensi keseluruhan lebih dari 20 persen.
“Transportasi yang dipadukan dengan fungsi khusus akan menjadi salah satu arah penting di masa depan,” kata pendiri sekaligus CEO Freetech, Dr. Zhang Lin.
Menurutnya, teknologi tersebut berpotensi diterapkan lebih luas, tidak hanya pada kendaraan penumpang, tetapi juga robot, kendaraan perawatan lansia, peralatan pertambangan, dan mesin pertanian.
Di sektor industri, Shuhan Technologies mengembangkan solusi AI yang dipasang langsung di fasilitas pelanggan (on-premises) untuk mendukung operasional pabrik kimia, fasilitas energi, dan instalasi pengolahan air limbah.
Didirikan pada 2019, perusahaan ini mengembangkan sistem kendali berbasis AI yang terus mengolah data dari sistem kontrol pusat dan sensor lapangan. Sistem tersebut mengidentifikasi kondisi operasional yang berubah dan menyesuaikan parameter proses secara otomatis dalam waktu nyata.
“Pada dasarnya, seluruh tantangan proses industri dapat dirumuskan sebagai persoalan pengendalian dan optimasi,” kata Direktur Teknologi Shuhan, Zhai Zhengjun.
Di sebuah pabrik kimia batu bara berkapasitas 1,2 juta metrik ton per tahun, Shuhan menyatakan sistemnya berhasil menurunkan konsumsi bahan baku sebesar 6 persen.
Perusahaan memperkirakan penerapan teknologi tersebut menghasilkan manfaat ekonomi tahunan yang disetahunkan lebih dari 176 juta yuan atau sekitar US$26 juta. Sistem itu juga diklaim mampu mengurangi emisi karbon lebih dari 500.000 metrik ton.
Sementara itu, SENAD menyasar berbagai hambatan dalam operasional logistik, seperti bongkar muat, penyortiran, dan penanganan palet. Perusahaan ini mengembangkan robot otonom untuk kegiatan tersebut serta model logistik multimodal bernama Robot Insight.
Solusi SENAD ditujukan bagi sejumlah sektor, termasuk minuman, tembakau, barang konsumsi, farmasi, dan logistik.
Teknologi Pendingin Jadi Penopang Pusat Data AI
Di tengah meningkatnya kebutuhan komputasi AI, perusahaan Tongxiang juga mengembangkan teknologi untuk mengatasi tantangan infrastruktur, terutama panas yang dihasilkan prosesor berdaya tinggi.
SynthCool mengembangkan sistem pendingin cair dua fase untuk mengelola panas pada perangkat komputasi. Pendinginan yang tidak memadai dapat memicu thermal throttling, yaitu penurunan kinerja prosesor untuk membatasi suhu, sehingga mengurangi performa dan efisiensi energi.
“Pelepasan panas merupakan bagian dari infrastruktur,” kata General Manager SynthCool, Zhu Zhijiang.
Teknologi pendingin dua fase yang dikembangkan SynthCool memanfaatkan panas laten penguapan untuk menyerap panas dari prosesor. Cairan pendingin menyerap panas hingga menguap, kemudian uap dikondensasikan kembali menjadi cairan untuk digunakan dalam siklus berikutnya.
Bergantung pada kondisi lingkungan dan desain sistem, teknologi ini juga dapat mendukung pendinginan bebas (free cooling) sehingga mengurangi ketergantungan pada sistem refrigerasi berbasis kompresor. Panas yang dihasilkan juga berpotensi dimanfaatkan kembali apabila tingkat suhu dan kebutuhan setempat memungkinkan.
SynthCool mengklaim teknologinya mampu menangani pelepasan panas lebih dari 3.000 watt per chip dengan kepadatan fluks panas di atas 250 watt per sentimeter persegi.
Untuk kebutuhan pendinginan yang sebanding, sistem tersebut disebut hanya memerlukan sekitar sepertiga debit aliran dibandingkan pelat pendingin air konvensional satu fase. Hal ini berpotensi mengurangi kebutuhan perpipaan dan energi untuk pemompaan.
Portofolio SynthCool mencakup sistem pendingin dua fase langsung ke chip (direct-to-chip), pendinginan imersi (immersion cooling), serta unit distribusi dan sistem kendali untuk pusat data AI.
Perkembangan tujuh perusahaan tersebut menggambarkan semakin beragamnya penerapan AI di Tongxiang. Teknologi yang dikembangkan tidak hanya menyasar robotika dan kendaraan otonom, tetapi juga manufaktur, pengelolaan industri, logistik, serta infrastruktur komputasi yang dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan AI.
Melalui KTT World Internet Conference Wuzhen 2026, Tongxiang akan kembali menjadi sorotan sebagai salah satu kawasan yang mendorong pengembangan dan komersialisasi teknologi digital.






