Aurelia Fediana Ungkap Perjalanan Luka dan Iman Lewat Single Baru Selalu Ada

HIBURAN42 Dilihat

JAKARTA, SINKAP.info – Penyanyi sekaligus songwriter Aurelia Fediana akan merilis single kelimanya, “Selalu Ada”, pada Selasa (1/9/2026). Lagu yang dirilis Irma June Music melalui Ladofadoredo tersebut akan tersedia di berbagai platform musik digital.

“Selalu Ada” menjadi karya yang merefleksikan perjalanan spiritual dan pengalaman personal Aurelia ketika melewati masa sulit. Lagu tersebut lahir dari pengalaman panjang setelah musibah yang dialaminya pada Januari 2021.

Saat itu, Aurelia terpeleset di kamar mandi dan mengalami benturan keras pada paha bagian belakang kiri atas. Kondisi tersebut membuatnya harus menghadapi rasa sakit berkepanjangan selama lebih dari tiga tahun.

Meski tetap dapat berjalan dan beraktivitas, Aurelia mengaku harus menjalani berbagai kegiatan sehari-hari dengan rasa sakit. Duduk, berdiri, berjalan hingga tidur menjadi aktivitas yang tidak selalu mudah, sementara dari luar dirinya tetap terlihat seperti orang yang baik-baik saja.

Kembali Menulis Lagu Rohani

Di tengah kondisi tersebut, Aurelia justru kembali menemukan jalan dalam songwriting. Setelah sempat berhenti menulis lagu sejak sekitar 2016, ia mulai mendapatkan inspirasi untuk menciptakan lagu-lagu rohani pada pertengahan 2023.

“Selalu Ada” menjadi salah satu karya yang lahir dari proses tersebut. Menurut Aurelia, inspirasi untuk menulis lagu datang secara alami dan kerap menjadi bentuk peneguhan bagi dirinya sendiri.

Karena itu, ia ingin pesan dalam lagu tersebut dapat diteruskan kepada orang lain yang sedang menghadapi persoalan hidup maupun berada dalam kondisi putus asa.

Pesan utama lagu tercermin dalam bagian chorus yang menggambarkan keyakinan bahwa Tuhan tetap hadir ketika seseorang berada dalam kesedihan dan penderitaan.

Bagi Aurelia, lagu tersebut menjadi refleksi bahwa Tuhan tetap bekerja dengan cara-Nya, bahkan ketika seseorang terlalu larut dalam penderitaan hingga tidak menyadari kehadiran-Nya.

MENARIK DIBACA:  Mayjen TNI Krido Pramono Luncurkan Lagu Inspiratif, Ajak Generasi Muda Terus Melangkah Berkarya Bersama

Musik sebagai Ruang Bercerita

Aurelia memandang setiap lagu sebagai “a piece of me, frozen in time”, atau potongan dirinya yang diabadikan melalui sebuah karya.

Ia mengibaratkan songwriting seperti menulis buku harian, tetapi menggunakan musik sebagai medianya. Lagu menjadi cara untuk menyimpan pengalaman sekaligus kekuatan yang dapat kembali ia temukan ketika menghadapi masa sulit di kemudian hari.

Namun, menurut Aurelia, menjadi jujur dalam bermusik tidak berarti harus membuka seluruh kehidupan pribadi kepada publik. Permainan kata membuatnya dapat memilih bagian pengalaman yang ingin disampaikan secara terbuka maupun tersirat.

Kecenderungan menjadikan musik sebagai ruang bercerita berawal ketika Aurelia melihat salah seorang terdekatnya menciptakan lagu. Sebagai pribadi yang tidak selalu mudah mengungkapkan perasaan secara langsung, ia kemudian menemukan bahwa musik memberinya ruang untuk bercerita dengan caranya sendiri.

Seiring perjalanan tersebut, Aurelia menyadari pengalaman pribadi dapat diolah menjadi karya yang memiliki makna lebih luas. Ia berharap lagu-lagunya dapat memberikan dampak positif bagi orang yang sedang menghadapi persoalan hidup, meski hanya mampu menguatkan satu atau dua pendengar.

Dibimbing Irma June

Dalam mengembangkan kemampuan vokalnya, Aurelia mendapat bimbingan Irma June melalui Irma June Vocal Academy.

Ia menyebut kesempatan tersebut sebagai sebuah berkat karena Irma June dan tim membantunya mengembangkan kemampuan vokal yang dimiliki hingga dapat dituangkan dalam karya profesional.

Aurelia mempelajari berbagai aspek vokal, mulai dari memperbaiki kebiasaan bernyanyi, teknik improvisasi, runs, hingga kemampuan mencapai nada tinggi.

Khusus untuk “Selalu Ada”, proses latihan dilakukan selama berbulan-bulan. Latihan tidak hanya ditujukan agar Aurelia mampu menyanyikan lagu secara teknis, tetapi juga dapat menyampaikan emosi dan karakter lagu kepada pendengar.

Irma June juga mengajarkan pentingnya menemukan “DNA” suara masing-masing penyanyi. Bagi Aurelia, pemahaman tersebut membuatnya melihat bernyanyi bukan sekadar persoalan teknik, tetapi juga bagaimana membawa pendengar masuk ke dalam emosi sebuah lagu.

MENARIK DIBACA:  Janice Felicia Rilis Lagu “Bahagia Itu Mama Papa”, Suarakan Semangat Anak Down Syndrome

Libatkan Musisi Berpengalaman

“Selalu Ada” diproduksi bersama sejumlah musisi berpengalaman. Irma June memimpin keseluruhan proyek, sedangkan Agus Hendrajaya mengerjakan aransemen berdasarkan diskusi bersama Irma June.

Bagian backing vocal diisi oleh Irma June dan Stephen Tamadji. Sementara itu, gitar dalam lagu tersebut dimainkan Morgan Sigarlaki.

Keterlibatan para musisi tersebut menjadi pengalaman tersendiri bagi Aurelia. Ia bersyukur karya yang berangkat dari pengalaman personalnya mendapat sentuhan para musisi yang membantu mengubah ide dan inspirasi menjadi sebuah produksi musik yang utuh.

Hingga kini, Aurelia telah menulis sekitar 25 lagu, meski belum seluruhnya diproduksi secara profesional. Berbagai pengalaman yang telah dilaluinya menjadi salah satu sumber inspirasi untuk terus menciptakan karya.

Namun, Aurelia tidak ingin perjalanan musiknya hanya berpusat pada dirinya. Ia menegaskan bahwa perhatian utamanya berada pada karya dan pesan yang dibawa lagu-lagunya.

“Honestly, it’s less about me and more about the songs,” kata Aurelia.

Membawa Pesan Penguatan

Melalui “Selalu Ada”, Aurelia tidak menghadirkan cerita tentang seseorang yang telah sepenuhnya terbebas dari persoalan setelah melewati masa sulit.

Sebaliknya, lagu tersebut menjadi gambaran perjalanan seseorang yang masih terus belajar, berkarya, dan berusaha menghasilkan musik yang lebih baik dari pengalaman hidup yang dilaluinya.

Bagi Aurelia, pesan yang ingin disampaikan melalui single kelimanya sederhana, yakni keyakinan bahwa Tuhan tetap hadir meski manusia terkadang tidak menyadarinya.

“Selalu Ada” pun menjadi ruang bagi keyakinan tersebut untuk bergerak dari pengalaman personal menuju pendengar yang mungkin sedang membutuhkan penguatan di tengah persoalan hidup.