Thailand Banjir Investasi US$43,6 Miliar, AI dan Data Center Jadi Penggerak Ekonomi Baru Nasional

GLOBAL, TEKNOLOGI56 Dilihat

BANGKOK, SINKAP.info – Thailand mencatat lonjakan investasi sebesar US$43,6 miliar atau sekitar 1,47 triliun baht sepanjang semester pertama 2026. Nilai tersebut meningkat 37 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, didorong derasnya investasi pada sektor infrastruktur digital, kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), dan pusat data (data center).

Berdasarkan data Thailand Board of Investment (BOI), sebanyak 1.299 proyek investasi diajukan selama Januari hingga Juni 2026. Capaian itu diraih di tengah ketidakpastian ekonomi global akibat ketegangan geopolitik, fluktuasi harga energi, dan perubahan rantai pasok dunia.

Sekretaris Jenderal BOI, Narit Therdsteerasukdi, mengatakan pertumbuhan investasi tersebut mencerminkan tingginya kepercayaan investor terhadap potensi Thailand sebagai pusat industri masa depan di Asia Tenggara.

“Pertumbuhan investasi Thailand tetap kuat meski ekonomi global menghadapi berbagai tantangan. Ini menunjukkan kepercayaan investor terhadap Thailand sebagai basis industri masa depan,” ujarnya.

Infrastruktur AI Dominasi Investasi

Sektor digital menjadi penyumbang terbesar dengan nilai investasi mencapai US$33 miliar atau sekitar 1,12 triliun baht. Investasi tersebut didominasi pembangunan pusat data, layanan komputasi awan (cloud), serta infrastruktur pendukung teknologi kecerdasan buatan.

MENARIK DIBACA:  MICHELIN Guide Perdana Filipina Ungkap Restoran Berbintang dan Bib Gourmand Terbaik 2026

Selain sektor digital, industri elektronik dan peralatan listrik mencatat investasi sebesar US$3,56 miliar melalui 179 proyek. Sementara sektor pertanian dan pengolahan makanan memperoleh investasi US$1,82 miliar dari 131 proyek.

Sektor logistik dan jasa bernilai tambah berhasil menarik investasi US$1,19 miliar, sedangkan industri otomotif memperoleh investasi sekitar US$759 juta.

Tak hanya itu, investasi juga mengalir ke sektor pertambangan dan material, kimia dan petrokimia, serta industri mesin, otomatisasi, dan robotika sebagai bagian dari modernisasi industri nasional.

FDI Naik 80 Persen

Arus Foreign Direct Investment (FDI) menjadi pendorong utama pertumbuhan investasi Thailand. Nilainya melonjak 80 persen menjadi US$40,5 miliar melalui 877 proyek.

Singapura menjadi investor terbesar dengan nilai investasi mencapai US$33,2 miliar, disusul Inggris, China, Taiwan, dan Jepang.

Mayoritas investasi asing tersebut diarahkan pada pembangunan pusat data, layanan cloud, jaringan digital, perangkat elektronik, komponen kendaraan, robot humanoid, industri makanan dan minuman, hingga material berteknologi tinggi.

Energi Terbarukan Ikut Berkembang

Meningkatnya pembangunan pusat data turut mendorong investasi di sektor energi terbarukan.

Sepanjang semester pertama 2026, sektor energi dan utilitas mencatat 221 proyek senilai US$1,17 miliar, termasuk 198 proyek energi bersih berbasis tenaga surya, angin, biomassa, dan biogas.

MENARIK DIBACA:  Canon dan ESET Perluas Kolaborasi, Perkuat Pertahanan Siber di Asia

Pemerintah Thailand juga terus mendorong transformasi industri melalui program Smart and Sustainable Industry, yang mendorong perusahaan mengadopsi otomatisasi, teknologi digital, serta robotika guna meningkatkan produktivitas dan daya saing global.

Dorong Lapangan Kerja dan Ekspor

BOI memperkirakan seluruh proyek investasi yang telah disetujui sepanjang semester pertama 2026 mampu menciptakan lebih dari 82.000 lapangan kerja bagi masyarakat Thailand.

Selain itu, proyek-proyek tersebut diproyeksikan menyerap bahan baku domestik senilai US$11,4 miliar per tahun dan meningkatkan kapasitas ekspor hingga lebih dari US$36,8 miliar setiap tahun.

Narit menegaskan keberhasilan investasi tidak hanya diukur dari besarnya nilai modal yang masuk, tetapi juga dari manfaat ekonomi yang dirasakan masyarakat.

Menurutnya, pemerintah akan terus mempercepat realisasi investasi melalui mekanisme Thailand FastPass agar proyek dapat segera berjalan dan memberikan dampak nyata terhadap penciptaan lapangan kerja, peningkatan keterampilan tenaga kerja, serta pertumbuhan ekonomi yang lebih merata di seluruh wilayah Thailand.