Hong Kong Tarik 413 Perusahaan Global, Investasi Tembus US$6,8 Miliar pada Semester I 2026

Bisnis, GLOBAL44 Dilihat

HONG KONG, SINKAP.info – Hong Kong terus memperkuat posisinya sebagai salah satu pusat bisnis global setelah berhasil menarik 413 perusahaan baru maupun ekspansi perusahaan asing dan Tiongkok sepanjang semester pertama 2026. Investasi tersebut diperkirakan mencapai lebih dari HK$53 miliar atau sekitar US$6,8 miliar, sekaligus menciptakan lebih dari 8.600 lapangan kerja baru.

Capaian tersebut diumumkan oleh Invest Hong Kong (InvestHK), lembaga promosi investasi Pemerintah Hong Kong, dalam acara penyambutan lebih dari 380 perwakilan perusahaan global yang berlangsung pada Kamis (25/6/2026).

Chief Executive Hong Kong, John Lee, mengatakan Hong Kong tetap menjadi salah satu lokasi terbaik di dunia untuk menjalankan bisnis. Menurutnya, keberhasilan menarik ratusan perusahaan internasional menunjukkan tingginya kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi wilayah tersebut.

“Dengan memilih Hong Kong sebagai pusat ekspansi bisnis di Asia maupun global, Anda telah membuat pilihan yang tepat. Hong Kong merupakan salah satu ekonomi terbaik di dunia untuk berbisnis,” ujar John Lee.

Ia menambahkan, di bawah prinsip one country, two systems, Hong Kong memiliki keunggulan berupa dukungan kuat dari Tiongkok sekaligus keterhubungan dengan pasar internasional. Selain itu, wilayah tersebut menawarkan iklim usaha yang terbuka, sistem perpajakan yang sederhana, serta sistem hukum berbasis common law yang terintegrasi dengan pusat keuangan global.

MENARIK DIBACA:  Pameran Mesin Asia 2026 Dibuka, Hubungkan Pembeli Global dengan Produsen Unggulan Regional

InvestHK mencatat jumlah proyek investasi yang berhasil diselesaikan pada semester pertama 2026 meningkat 9 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, nilai investasi langsung asing yang diproyeksikan naik 36 persen dan penciptaan lapangan kerja meningkat 6 persen secara tahunan.

Berdasarkan asal perusahaan, sebanyak 246 perusahaan berasal dari Tiongkok daratan, disusul Singapura sebanyak 26 perusahaan, Amerika Serikat 21 perusahaan, Inggris 18 perusahaan, serta Prancis dan Italia masing-masing 11 perusahaan.

Sektor inovasi dan teknologi menjadi kontributor terbesar dengan 93 proyek, diikuti jasa keuangan dan teknologi finansial (89 proyek), pariwisata dan perhotelan (55 proyek), transportasi, logistik dan industri (44 proyek), serta jasa bisnis dan profesional (39 proyek).

Sejumlah perusahaan internasional juga mengungkapkan alasan memilih Hong Kong sebagai pusat pengembangan bisnis regional. Perusahaan logistik asal Austria, Gebrüder Weiss, misalnya, meningkatkan status kantornya di Hong Kong menjadi kantor pusat regional untuk Asia Timur dan Oseania.

Regional Director East Asia/Oceania Gebrüder Weiss, Michael Zankel, menilai Hong Kong memiliki lingkungan bisnis yang kondusif dengan ketersediaan talenta berkualitas.

MENARIK DIBACA:  BinaryX Inovasi Investasi Blockchain di Dunia Real Estat dan GameFi

“Hong Kong selama ini menjadi gerbang menuju Tiongkok, tetapi bagi kami juga merupakan pintu masuk menuju pasar Asia,” katanya.

Sementara itu, perusahaan asal Italia, Moleskine, menilai Hong Kong sebagai kota yang dinamis dan kreatif, sejalan dengan nilai yang diusung perusahaan. Adapun perusahaan teknologi Unlimitics menyebut Hong Kong menawarkan ekosistem yang ideal bagi perusahaan rintisan berkat keberagaman talenta dan peluang pertumbuhan.

Ke depan, Pemerintah Hong Kong akan mempercepat pembangunan kawasan Northern Metropolis sebagai pusat ekonomi baru yang difokuskan pada pengembangan inovasi, teknologi, dan bisnis internasional.

John Lee optimistis kawasan tersebut akan membuka peluang investasi yang lebih besar sekaligus menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi jangka panjang. Pemerintah Hong Kong juga tengah menyusun Rencana Lima Tahun pertama sebagai peta jalan pembangunan ekonomi yang berfokus pada peningkatan daya saing, kemajuan teknologi, serta kesejahteraan masyarakat.

Melalui berbagai kebijakan tersebut, Hong Kong menargetkan tetap menjadi salah satu tujuan investasi paling kompetitif di Asia dan memperkuat perannya sebagai pusat bisnis global.