HONG KONG, SINKAP.info – Hong Kong Science and Technology Parks Corporation (HKSTP) memimpin delegasi terbesar Hong Kong dalam ajang BIO International Convention (BIO) 2026 yang berlangsung di San Diego, Amerika Serikat, pada 22–25 Juni 2026. Sebanyak 41 perusahaan teknologi, lembaga riset, dan perusahaan rintisan (spin-off) dari lima universitas ternama ikut ambil bagian untuk memperluas kolaborasi internasional di sektor teknologi kesehatan dan bioteknologi.
Delegasi tersebut dibentuk melalui kerja sama HKSTP dengan InvestHK sebagai penyelenggara bersama, Hong Kong Trade Development Council (HKTDC) sebagai organisasi pendukung, serta lima perguruan tinggi terkemuka, yakni The University of Hong Kong, The Chinese University of Hong Kong, The Hong Kong University of Science and Technology, The Hong Kong Polytechnic University, dan City University of Hong Kong.
Partisipasi tahun ini menjadi yang terbesar sepanjang sejarah keikutsertaan Hong Kong di BIO International Convention. Ukuran Paviliun Hong Kong juga meningkat dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya dengan menampilkan 41 organisasi yang terdiri atas perusahaan binaan HKSTP, lembaga penelitian, hingga perusahaan rintisan dari universitas.
Paviliun tersebut menampilkan berbagai inovasi di bidang bioteknologi berbasis kecerdasan buatan (AI), terapi medis, diagnostik, serta pengembangan farmasi dengan potensi menghasilkan produk “First-in-Class” dan “Best-in-Class”.
Chief Executive Officer (CEO) HKSTP, Terry Wong, mengatakan BIO 2026 menjadi ajang penting untuk memperkenalkan inovasi Hong Kong sekaligus membuka peluang kemitraan dan akses menuju pasar kesehatan global.
“BIO 2026 merupakan platform utama untuk menampilkan inovasi Hong Kong, memperkuat kemitraan, serta membuka peluang baru menuju pasar kesehatan dunia. Hong Kong memiliki posisi strategis sebagai penghubung antara inovator global dengan peluang bisnis di Asia maupun kawasan lainnya,” ujar Terry Wong.
Ia menambahkan, ekosistem inovasi Hong Kong didukung oleh kemampuan riset dan pengembangan (R&D) kelas dunia melalui sejumlah universitas yang masuk dalam peringkat 100 terbaik dunia versi QS, termasuk dua universitas dengan fakultas kedokteran yang berada di jajaran 20 besar dunia.
Sebagai bagian dari rangkaian BIO 2026, HKSTP juga memfasilitasi penandatanganan tiga kerja sama strategis lintas negara.
Kerja sama pertama dilakukan dengan LabCentral, salah satu inkubator bioteknologi nirlaba terbesar di dunia, guna memperkuat dukungan bagi startup ilmu hayati melalui penyediaan laboratorium, pengembangan program bersama, serta memperluas jaringan investor dan institusi riset.
Kemitraan kedua dijalin oleh Immuno Cure, pengembang vaksin terapeutik HIV generasi baru ICVAX, dengan organisasi riset kontrak internasional OPIS. Kolaborasi tersebut bertujuan mempercepat pelaksanaan uji klinis di berbagai negara sekaligus mendukung ekspansi global perusahaan.
Sementara itu, Zhaoke Ophthalmology menandatangani nota kesepahaman dengan perusahaan farmasi asal Brasil, Laboratório Teuto, untuk mengembangkan kerja sama di bidang pengobatan penyakit mata dan memperluas akses terapi inovatif ke pasar Amerika Latin.
Selain mengikuti pameran, HKSTP juga menggelar berbagai forum bisnis, sesi berbagi pengalaman, kegiatan jejaring internasional, hingga kunjungan ke Salk Institute, salah satu lembaga riset biomedis terkemuka di dunia yang telah melahirkan enam peraih Nobel.
Dalam kompetisi Biomedical Pitch Competition 2026 yang digelar menjelang BIO 2026 di Boston, perusahaan binaan HKSTP, Meta Pharmaceuticals (HK) Limited, berhasil meraih juara ketiga berkat inovasi terapi generasi baru untuk penyakit autoimun. Prestasi tersebut diraih setelah bersaing dengan sekitar 170 perusahaan bioteknologi dari berbagai negara.
HKSTP menyebut keberhasilan tersebut semakin memperkuat posisi Hong Kong sebagai pusat penggalangan dana bioteknologi terbesar kedua di dunia sekaligus pusat inovasi teknologi kesehatan di Asia.
Saat ini, ekosistem HKSTP menaungi lebih dari 300 perusahaan teknologi kesehatan dan ilmu hayati yang didukung jaringan riset, akses pendanaan, talenta, infrastruktur, serta koneksi menuju pasar internasional guna mempercepat hilirisasi inovasi menjadi solusi kesehatan yang dapat dimanfaatkan masyarakat global.







